Sweet Revenge

Sweet Revenge
Chapter 53 : One Night With You (2)


__ADS_3

Mereka memandang satu sama lain dalam diam, saling menyampaikan perasaan mereka lewat tatapan mata mereka yang intens, tapi sendu.


Bisa dekat ini dengan Eryk tanpa mereka harus berdebat setiap saat, memberikan kesegaran baginya, namun juga kesedihan sebab mereka takkan bertemu, membuat hati Gaea kembali terluka mengingatnya. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca.


Lagi. Gaea mempertanyakan diri kepada Tuhan, kenapa ketika mereka mulai mengerti satu sama lain, mereka harus berpisah?


Eryk menghapus air mata Gaea dengan tangannya yang lain, "Simpan tangisanmu untuk orang lain, ini bukanlah sebuah perpisahan."


Eryk bisa berkata begitu karena dia kuat, namun bagi Gaea sulit menahan perasaannya, "Apakah kau sudah berpikir mengenai yang lain, Lola misalnya untuk menyusul?"


"Aku takkan menahan dia, tapi butuh proses dan keadaan agar dia bisa menyusulmu." kata Eryk kalem.


"Apa yang kau rahasiakan Eryk?" tanya Gaea.


"Itu sesuatu yang harus aku selesaikan sendiri, kau tidak usah cemas." kata Eryk, menolak bilang mengenai rencananya.


"Bagaimana bisa aku tidak cemas kalau aku tahu hidupmu begitu berbahaya." kata Gaea tidak habis pikir mengingat pengkhianatan Ferdinand.


"Seperti yang aku bilang, aku sudah terbiasa," kata Eryk, "bahkan sudah melihat yang lebih mengerikan lagi." lanjutnya teringat kejadian terbunuhnya ayahnya.


"Bisa kau jelaskan mengenai Kervyn?" tanya Gaea, ia ingin sekali mengetahui saudara kandung Eryk satu-satunya itu, namun tidak sempat terus harus menemani Lola ditambah pertengkaran mereka juga.


"Aku dan Kervyn saudara dekat, mungkin bisa dibilang sahabat, dia yang paling tahu aku, aku paling tahu dia, timbal balik. Bagiku Kervyn seperti sosok figure impian yang aku bisa lihat ke depannya, dia lelaki yang jenius, tapi mudah bosan akan sesuatu. Dia jadi suka mengoleksi barang langka setelah bermain dengan beberapa teman kerja ayah kami."


Gaea tidak menyangka Eryk akan terbuka padanya, ia sempat berpikir takkan mungkin, nyatanya Eryk berbaik hati membagi sedikit kehidupan masa lalunya.


Eryk mengambil napas, ekspresi wajahnya berubah menggelap, "Dia sudah aku anggap pilar hidupku hingga tragedi malam dimana dia mengambil nyawa ayah kami, mengubah seluruh pandang aku serta hidupku."


Mendengar cerita langsung dari Eryk, melihat ekspresi Eryk yang berubah dari senang, sedih hingga begitu dingin, membuatnya agak bersimpati sebab mereka mengalami kejadian yang sama.

__ADS_1


Gaea tentu masih menyimpan dendam pada pembunuh kedua orang tuanya, namun karena keterbatasan petunjuk serta bukti makanya sampai sekarang pelakunya belum tertangkap. Ia tidak ingat dengan wajah dari pembunuh itu, hanya sepasang mata biru yang menatapnya penuh kekejaman ketika menatap sosok mungil dirinya yang ketika itu menyaksikan.


Anehnya, pembunuh itu tidak menyerangnya bahkan mengejarnya saat ia kabur dari ruang penelitian dan menelepon polisi.


Gaea menganggap itu sebuah keajaiban ia bisa selamat.


"Kau baik-baik saja?" sentuh Eryk di pipinya menyadarkan Gaea dari lamunannya.


Gaea mengangguk.


"Aku meluapkan perasaanku padamu, tapi kau malah melamun, kau tidak tahu betapa banyak wanita yang ingin berada di posisimu sekarang Gaea." sindir Eryk halus.


"Kau meluapkan perasaanmu padaku!?" tanya Gaea syok, sekarang ia benar-benar bersalah, bagaimana bisa ia melewatkan hal sepenting itu?


Bagaimana jika itu ungkapan cinta Eryk padanya?


"Sekarang kau menertawakan aku? Kau sungguh berani, Gaea Silva." kata Eryk dingin.


"Aku tidak bermaksud menertawakanmu, Eryk." Gaea membantah keras.


"Lalu siapa?" tanya Eryk balik menantang.


Gaea melirik Eryk ragu-ragu, takkan mungkin kan ia bilang bahwa ia sedang menertawakan hubungan mereka berdua yang sudah tak ada harapan?


"Kau sungguh luar biasa, kau tahu? Ketika aku meminta berbicara, kau diam. Ketika aku meminta kau diam, kau justru berbicara." kata Eryk. "Mungkin ini sebabnya kenapa orang-orang menyukaimu. Kau tidak takut berbicara apa adanya walaupun memang ada yang bisa membuatmu kesulitan. Senyum serta tatapan memelasmu bisa membantu semua masalahmu. Setidaknya pada keluarga Enzo."


Sejujurnya Gaea mau marah, namun setelah mendengar ucapan Eryk selanjutnya membuatnya mengurungkan niatnya, tentu saja, sebuah sesuatu yang langka Eryk memujinya! Hatinya tersentuh tentu saja, ia segera mencairkan suasana yang mau panas dengan meletakan tangan di kening Eryk.


"Apa yang kau lakukan?" Eryk bertanya heran, menyingkirkan tangan Gaea di keningnya.

__ADS_1


"Aku hanya mengecek apakah tubuhmu panas sampai mengatakan hal langka begitu," kata Gaea dengan polosnya, "haruskah aku juga mencatatnya sebagai rekorku?"


"Sekarang kau besar kepala," Eryk menyindir halus. "Aku suka memuji jika orang yang aku nilai memang bagus."


"Jadi aku ini bagus? Cukup bagus sebagai pegawai pribadimu?" Gaea balik menggoda.


Eryk berpikir sesaat, "Kau sudah menjadi tunanganku jadi untuk apa turun ke pegawai pribadiku?" tanyanya balik.


"Benar juga." Gaea menyetujui, jadi ia pantas jadi tunangan Eryk sekarang? Ini membuatnya hatinya menghangat, ia merasa jatuh cinta lagi pada pria muda itu.


"Karena itu aku akan sangat merindukanmu." Eryk mengakui dengan ekspresi yang tidak bermain-main sekarang.


"Eh?"


Eryk melanjutkan ucapannya serius, "Aku akan merindukan waktu yang kita habiskan bersama."


Gaea yang belum siap mendengar pengakuan tiba-tiba Eryk hanya terdiam syok.


Eryk bilang akan merindukannya?


Merindukan dirinya?


Oh. My. God.


***


Jangan lupa like dan komentar ya 😊


💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2