
Eryk mendorong tubuh Katherine ke belakangnya, menatap tajam Kervyn yang berada di lantai atas, "Kau licik, ke sini jika berani."
"Kau sudah belajar beberapa kata menggertak selama dua belas tahun, aku bangga padamu, Eryk." kata Kervyn dengan senyum manisnya.
"Jangan menyebut namaku." kata Eryk dingin.
Kervyn berdecak pinggang, "Tapi sifatmu yang tidak bisa diajak bergurau tidaklah berubah."
Eryk muak dengan ucapan basa-basi ini, jika ia punya pistol mungkin ceritanya akan lain lagi, "Apa yang kau mau dariku?" tanyanya.
"Hm ... biar aku berpikir sebentar." kata Kervyn sambil mengetuk-ngetuk pelipisnya dengan jari telunjuknya. "Ah, iya, aku ingin berterima kasih kau sudah memberi uang padaku."
"Berpuas-puaslah kau dengan uangku." sindir Eryk dingin.
"Hm ... kau masih mudah marah, aku suka," kata Kervyn. "Walaupun tingkat kecerdasan kau masih di bawah rata-rata."
Eryk mengepalkan tangannya menahan emosinya diejek seperti itu, "Kau berbicara mengenai dirimu sendiri? Menyedihkan."
Kervyn menggelengkan kepalanya tak percaya apa yang baru saja didengarnya, "Kau lebih memilih emas dari pada emerald jelas membuktikan kecerdasanmu tidak naik dari sejak terakhir kita bertemu."
"Bicaralah seperti orang normal kebanyakan." sindir Eryk.
"Hahaha ..." Kervyn tertawa keras hingga memenuhi ruangan. "Kau pikir aku melakukan ini hanya untuk uangmu? Kau salah besar, Eryk. Uangmu tidak sebanding dengan apa yang akan aku dapatkan setelah ini."
Mata Eryk melebar syok.
Bukan uang? Lantas apa?
Kervyn menyeringai lebar, "Seperti kataku, kau mengambil emas dari pada menjaga ketat emerald-mu."
"Emerald?" Eryk berpikir keras, ia sama sekali tidak memiliki atau mengkoleksi emerald, apa yang dibicarakan Kervyn ini. "Aku tak punya batu emerald atau perhiasaan lainnya aku ini bukan kolektor sepertimu."
"Itulah kau Eryk, hanya fokus pada egomu sampai tidak tahu kau menyembunyikan sesuatu yang aku cari selama ini," kata Kervyn sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir. "Kau sungguh-sungguh tumpul, tetapi aku berterima kasih pada ketumpulanmu dengan begini aku bisa melanjutkan lagi projek yang terhenti bertahun-tahun lamanya."
Semua yang dikatakan Kervyn tidak masuk akal di kepala Eryk.
Menyembunyikan?
Ego?
"Aku rasa aku akan beritahumu mengingat kau sudah berbaik hati memberiku uang dan emerald itu," kata Kervyn enteng. "Kau tahu kan dulu kau pernah menjadi Bodyguard?"
Eryk terkejut bukan main, mendengar kata Bodyguard membuatnya seketika paham apa yang dibicarakan dengan Kervyn sejak tadi.
Ia menjadi Bodyguard hanya sekali.
Emerald yang Kervyn maksud adalah warna mata.
"Gaea ..." gumam Eryk.
__ADS_1
Jadi semua ini adalah untuk memisahkan dirinya dengan Gaea?
Kervyn bertepuk tangan setelah melihat raut wajah Eryk yang berubah cemas, "Sekarang kau mengerti ... tidak kau takkan mengerti, kau selalu seperti ini Eryk, selalu memikirkan dirimu sendiri."
"Diamlah!" seru Eryk emosi.
Kervyn jelas tidak menurut, "Kau tidak pernah berpikir kenapa Ayah kita begitu melindungi Gaea sejak dulu, kenapa kau ditugaskan menjadi Bodyguard, kau tak tertarik, makanya sampai sekarang pun kau masih tidak bisa menangkap aku." katanya dengan senyum lebar di bibirnya
Amarah Eryk yang sudah melampaui batasnya diremehkan terus pun melempar pulpen yang ada di balik jaketnya, "Kau salah jika aku tidak memiliki kesiapan mengenai Gaea."
Kervyn tertawa lagi, "Kesiapan apa? Kau di sini terkurung bersamaku dan mereka berpesta tanpa kau? Iya, kesiapan hebat."
Eryk terkejut mendengarnya, "Mereka tidak berpesta! Takkan mungkin." katanya tajam meskipun hatinya campur aduk sekarang.
Takkan mungkin, kan?
Gaea dan saudaranya mengadakan pesta setelah ia melarang keras sebelum pergi ...?
Kervyn sama sekali tidak terpengaruh akan gertakan Eryk justru tersenyum lebar penuh kepuasan melihat saudaranya panik, "Kau pikir mereka semua setia padamu?" tanyanya santai.
"Mereka setia padaku." Eryk menjawab tanpa ragu sedikit pun.
Senyum Kervyn semakin lebar, "Biar aku tekankan, apakah mereka setia padamu?"
Eryk hendak mengulangi ucapannya lagi sebelum akhirnya tersadar sesuatu jika mereka setia takkan mungkin mereka akan mengadakan pesta ...
Tidak mungkin ...
Eryk tertunduk dalam, memikirkan salah satu keluarganya mengkhianati dirinya membuat semua keberaniannya perlahan redup.
Eryk hanya mengikuti instingnya, namun siapa sangka akan menjadi kenyataan dan ia sama sekali tidak memiliki petunjuk soal siapa yang berkhianat padanya.
"Jadi? Aku berbaik hati padamu memberikan pilihan, apakah kau mau menangkapku atau menyelamatkan emerald-mu?" tanya Kervyn.
Eryk menatap tajam Kervyn yang hanya dibalas seringai lebar oleh saudaranya, matanya melebar tak kala melihat Rainer berdiri di belakang Kervyn.
Kervyn dapat mendengar bunyi sepatu dari arah belakangnya, ia menoleh yang disambut sebuah kepalan tangan Rainer, ia yang mendapat serangan tiba-tiba tidak bisa mengelak pukulan Rainer di pipinya, ia mendecih yang mengeluarkan darah dari sana, "Aku lupa ada kau di sini."
"Aku bosan mendengar omong kosongmu." kata Rainer dingin, lalu menyerang lagi, yang sayangnya meleset.
Kervyn yang kini memegang lengan Rainer kemudian mengangkatnya hingga terjatuh ke lantai bawah tempat Eryk berada mengenai meja di bawahnya hingga meja tersebut patah.
"Rainer!" Eryk segera menghampiri Rainer yang merintih kesakitan memegangi punggungnya. "Kau baik-baik saja, Rainer?"
Rainer berusaha duduk yang dibantu oleh Katherine.
"Pelan-pelan, tubuhmu baru jatuh dari ketinggian." kata Katherine berusaha menghentikan yang ingin Rainer berdiri.
Rainer menolak bantuan Katherine dengan mendorong memakai tangannya di saat itulah ia tak dapat merasakan jari telunjuk kirinya, "Jariku mati rasa."
__ADS_1
Eryk menggertakan giginya frustrasi, "Kervyn!"
Kervyn hanya mengangkat bahu acuh tak acuh, "Aku hanya melindungi diriku."
Eryk mau berbicara lagi, namun dihentikan oleh Rainer.
Rainer menggelengkan kepalanya, "Jangan, sekarang lebih baik kita cepat kembali ke rumah."
"Tapi bagaimana?" tanya Eryk frustrasi tidak memiliki cara kabur dan ini di lantai empat.
Rainer tersenyum samar, "Mereka akan datang."
"Hah?"
Seketika ruangan mulai dipenuhi oleh peserta lelang yang tadi berada di lantai bawah.
"Hey, Kervyn, katanya kau mau memberikan barang koleksimu secara gratis!" kata salah satu peserta.
Kervyn terkejut bukan main, "Apa!?"
"Kau sendiri yang bilang tadi di mikrofon pengumuman."
Kervyn semakin bingung, "Apa? Aku tidak membuat pernyataan seperti itu!"
"Jangan berbohong, Kervyn."
"Sekarang, Eryk." bisik Rainer.
Eryk tersadar dan segera meletakan tangan Rainer di bahunya barulah berjalan cepat ke lift.
Eryk tertunduk, "Aku tidak tahu apakah kita akan bisa kabur, aku yakin Kervyn memiliki anak buah di sini, dan mungkin mereka bawa senjata."
"Aku sudah mencari tahu lelang ini, Kervyn sesungguhnya mendaftarkan lelang ini secara legal," kata Rainer, "lelang sebelumnya gagal ketahuan oleh Johnny jadi mereka membuat kesepakatan baru, bersyarat Kervyn harus memakai pegawai dari Johnny."
"Aku pikir Johnny akan setuju saja tanpa mencari lebih dalam." kata Eryk mengingat kemarin Johnny menyinggung masalah uang.
"Dan menghancurkan reputasi mereka demi sedikit uang? Takkan mungkin," kata Rainer. "Walaupun aku masih tidak mengerti kenapa Kervyn tetap setuju menyewa ini, pastilah dia buru-buru soal acara ini."
"Hm," masuk akal juga. "Aku akan menghubungi Johnny nanti. Tetapi, sekarang ..."
"Memastikan Gaea belum diculik." Rainer melanjutkan kata-kata Eryk.
Eryk menghela napas, dalam hatinya ia berharap Gaea mengikuti perintahnya.
***
Note :
Jangan lupa tinggalkan like, komentar dan vote ya 💕
__ADS_1
Mungkin visual Gaea bakal saya up di bab depan soalnya visual Rainer yang kemaren lama banget di lolosin sampe 1 hari 🥺
💕💕💕