Sweet Revenge

Sweet Revenge
Chapter 50 : Warm


__ADS_3

Eryk tidak berbohong ketika bilang semua sudah tertidur. Kondisi rumah begitu sepi bahkan saat taksi datang pun tetap tak ada yang keluar.


Gaea memilih duduk di belakang sopir, ia agak terkejut melihat Eryk ikut duduk di sampingnya, ia kira mereka sedang tidak akur?


"Kemana kita Tuan?" tanya Sang sopir sopan.


"Hotel Enzo yang terletak di dekat bandara John F Kennedy, Queens." kata Eryk.


"Baik Tuan." kata Sang sopir lalu menjalankan mobilnya keluar rumah Eryk, dan menembus jalan yang ramai.


Gaea belum pernah ke hotel keluarga Eryk sebelumnya, ia jadi penasaran akan seperti apa, mengingat itu merupakan bintang lima.


Seingatnya juga bukankah kepemilikan hotel keluarga Eryk jatuh ke paman mereka karena ayah Eryk meninggal dan Eryk terlalu muda untuk mengurus hotel itu sendirian?


Hotel keluarga Enzo ada banyak, Gaea berpikir apakah Eryk juga mengelola semuanya? Eryk pastilah sibuk sekali.


"Eryk?"


"Hm?"


"Kau memiliki hotel yang banyak, tetapi aku belum pernah melihatmu keluar kota mengurus hotelmu? Kalau kau tak keberatan tentunya." kata Gaea.


Eryk menutup matanya, seakan membayangkan sesuatu, "Karena aku hanya memiliki satu hotel."


"Oh." Gaea lantas mengerti jadi hotel yang lain masih berada dibawah kendali paman Eryk.

__ADS_1


"Aku sedang berusaha mengambil alih sisa hotel milikku." kata Eryk dingin.


Terdengar sulit sepertinya, hotel keluarga sudah Enzo terkenal, ia rasa paman Eryk takkan semudah itu mengembalikan hak kepemilikan hotel kepada Eryk.


"Eh?" Gaea tersentak ketika Eryk menggeser posisinya duduk lebih dekat dengannya lalu menyandarkan kepalanya ke bahunya. Ia lirik Eryk yang berada di sampingnya, mata pria muda itu terpejam.


'Pertama Rainer terus Eryk. Kenapa aku jadi tukang sandar bahu sih?' tanya Gaea dalam hatinya.


Walaupun begitu Gaea tidak ada niat mengganggu Eryk sebab jujur ia tidak mau mengakhiri momen langka ini, apalagi mereka akan berpisah jadi ia ingin dekat dengan Eryk lebih lama. Ia melirik tangan pria muda itu, dan secara iseng meletakan tangannya di atas telapak tangan Eryk, dan mengejutkan Eryk menggenggam tangannya erat.


Hati Gaea merasa di atas awan sekarang, egoiskah dirinya bila berpikir Eryk juga memiliki perasaan yang sama? Sedih mereka berpisah?


Apa pun itu Gaea bahagia sekali, dan membalas menggenggam tangan Eryk tidak kalah erat, memandang tangan mereka yang bertaut satu sama lain dengan senyuman di bibirnya selama di perjalanan menuju hotel.


***


Gaea keluar dan terperangah takjub akan pemandangan hotel Eryk. Di luar hotel ada banyak pohon agar terlihat lebih rindang tidak lupa beberapa pohon mawar merah seperti menjadi ciri khas keluarga Enzo pun ada di depan hotel.


Eryk masuk duluan, diikuti Gaea dan Rainer.


Gaea takjub lagi melihat kondisi di dalam yang tidak kalah mewahnya, dindingnya bercat cokelat muda dengan lampu kuning membuat ruangan kesan elegan dan hangat.


"Selamat malam Mister Eryk, selamat datang kembali," kata salah satu Pelayan resepsionis perempuan. "Ada yang bisa aku bantu, Mister Eryk?"


"Mary, aku mau meminta kunci kamarku yang sudah aku pesan tadi pagi." kata Eryk.

__ADS_1


Pelayan bernama Mary itu mengangguk, mencari ke deretan kunci dibelakangnya, kemudian menyerahkan pada Eryk, "Ini, Mister Eryk."


Eryk menerimanya dengan senang hati dua buah kunci tersebut, kemudian menyerahkan pada Rainer dan Gaea masing-masing satu, "Kamar kalian berdua berada di lantai tujuh," katanya kalem. "Aku tak tidur di sini, tugasku sudah selesai."


Gaea menerimanya, memandang kunci berwarna emas tersebut kemudian melirik Eryk yang mengobrol dengan Mary dan pegawai yang lain mengenai pekerjaan seakan menghindar untuk mengucapkan perpisahan pada mereka.


Eryk akan pergi habis ini.


Mereka takkan bertemu lagi.


Gaea masih belum ingin berpisah, belum ingin; berpikir, berpikir! Ia mendapatkannya tanpa perlu lama, "Rainer, kau duluan saja, aku mau ke toilet sebentar."


Rainer mengangguk, "Baiklah aku duluan kalau begitu hati-hati, Gaea." katanya kemudian berjalan ke tempat lift berada.


"Um, Eryk kau tahu dimana toilet?" tanya Gaea.


"Di belakang ruang resepsionis ini." kata Eryk.


Gaea melirik Rainer yang sudah masuk ke dalam lift, dan ketika pintu lift tertutup, ia segera menarik tangan Eryk, menyeret pria muda itu menuju pintu lift yang lain.


***


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya 😊


💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2