Sweet Sin

Sweet Sin
Bab 12 More Complicated


__ADS_3

Niken terlihat gelisah di kamar mandi hotel. Pikirannya tertuju pada identitas palsu yang akan di gunakannya. Sejauh ini untuk mengarungi daerah Indonesia bukan masalah berarti untuknya, namun melewati bandara Internasional bukan hal sepele. Dia tidak ingin identitasnya terbongkar dengan mudah.


Terpaksa dia mengikuti perubahan rencana, seharusnya ke Korea adalah akhir dari perjalanan bisnis dan dia bisa menghindar dengan pulang lebih dahulu, namun karena rencana berubah, Niken mulai memikirkan alasan baru untuk menghindar.


"Mr. Rich, kamu ngga khawatir pada Ibumu? Apa ngga sebaiknya saya pulang dan menemani beliau selama anda di Korea?"


Richard tertegun. Aktifitas memasukkan pakaian ke dalam koper terhenti.


"Apa yang membuatmu berpikir Ibuku berada dalam bahaya?"


Richard menatap tajam pada Niken.


Tapi sebelum Niken menjawab Richard kembali berujar.


"Kamu kembalilah, jenguk ibu, tapi saat aku kembali ke Indonesia, temui aku, kamu tahu scedule selanjutnya kan?"


Niken terlihat lega, wajahnya yang semula pucat terlihat mulai dialiri darah kembali.


"Baik Mr.Rich. saya akan urus kepulangan saya, apakah anda butuh assisten pengganti?"


Richard menggeleng.


"Semenjak istri saya kecelakaan, saya tidak bisa percaya siapa pun lagi di sekitar saya. Bagi saya semua adalah musuh, kecuali Ibu, dan kamu."


Richard kembali memasukkan pakaiannya ke dalam koper. Niken tertegun ketika Richard mengambil selembar foto dan menciumnya dengan haru, kemudian meletakkan foto itu di atas tumpukan pakaiannya. Terlihat air mata lelaki itu menetes. Niken mencuri pandang pada foto itu, dan seketika wajahnya pias.


Sesulit itu bagi Richard untuk mengikhlaskan istrinya pergi.


Niken seperti Ingin memeluk kekasih hatinya, namun ditahan sekuat tenaga. Dia tampak lebih terluka dibanding  Richard.


Niken meremas dadanya dengan tangan kiri dan menghapus bulir air mata di pipinya dengan tangan kanan


Kepedihan tergurat jelas di raut wajahnya.


Sebelum Richard melihat perubahan sikap dan ekspresinya, Niken segera pamit untuk kembali ke kamarnya.


*****************


Richard berangkat sendirian ke Seoul, setelah semua urusan bisnisnya selesai, Richard pergi ke Busan dengan kereta api, dia menginap di hotel yang sama dengan designer perhiasan yang ingin ditemuinya. Beberapa jam setelah menunggu akhirnya Richard berhasil menemui Mr. Georgino. Setelah berbasa-basi sebentar, dan mengatakan sebagai putra dari Pak Bramasta, pengusaha asal Indonesia, dia mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan foto liontin itu pada Mr.Georgino.


"Mr. Masih ingat siapa pemilik liontin ini yang asal Indonesia?"


Lelaki  itu tertegun sejenak. Kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Tentu masih, walaupun ini design lama, namun ini karya paling saya sukai, salah satunya malah dibeli oleh artis top dunia. Kalau yang dari Indonesia seingat saya dia wanita cantik,


Kekasih pengusaha terkenal Tuan Bramasta, ayahmu"


Sejenak Mr. Giorgino terdiam seperti mencoba mengingat potongan ingatan masa lalu.


"Seingat  saya dia bekerja di perusahaan milik ayahmu, tapi karena tidak mendapat restu pihak keluarga, dia tidak menikahi wanita itu. Dia justru menikahi wanita putri dari rekan bisnis ayahnya.


Setahu saya wanita cantik itu memang kekasih yang sangat di cintai beliau."


Uraian panjang lebar Mr


Georgino membuat Richard mengerutkan keningnya.


"Siapa namanya Mr ? Atau apakah anda masih ingat wajahnya?"


"Tentu saja, apa kamu punya foto yang mungkin kamu pikir adalah kekasih ayahmu?


Richard hanya teringat dengan Mrs. Cyntia, hanya dia yang memungkinkan, dia sangat cantik untuk ukuran seorang kepala pelayan, terlalu smart dan mungkin malah lebih pantas menjadi salah satu direktur di perusahaan ayahnya.


Tanpa berpikir lebih jauh Richard memperlihatkan kepala pelayan di rumahnya. Setahunya Cyntia adalah karyawan lama ayahnya di masa lalu.


Mr. Georgino tersenyum senang dan mengangguk.


Richard sungguh terkejut tak kepalang, langit seakan berputar di atas kepalanya. Selama ini hidup Ibunya menderita karena ayahnya mencintai wanita lain? Lalu siapa lelaki yang di jebak dengan ibu nya saat hamil dirinya? Siapa yang menjebak? Apakah Cyntia atau ada konspirasi lebih besar lagi? Richard bergumam sendiri saat tiba di kamar  hotelnya.


Misteri ini tidak semudah yang dia bayangkan selama ini. Namun dia harus berhati-hati, belum tentu Cyntia pelaku semua ini. Kerumitan ini harus di urai satu persatu.


Richard menelepon Niken di tengah malam buta, saat Niken tertidur. Niken mengangkat telepon dengan suara aslinya.


"Ya, kenapa Mr Rich?"


Richard terpana mendengar suara Niken. Tangannya seketika bergetar.


"Niken, kenapa suaramu seperti Niken? Kamu Natasya kan?"


Niken terkesiap dan segera bangkit dari tempat tidur, dia memasang implan suara di mulutnya untuk menyamarkan suaranya.


"Maaf Mr. Rich saya baru bangun, ada apa?"


Richard menghela nafas berat. Dia tersadar, mungkin dia sedang berhalusinasi. Kemudian


Richard menceritakan temuannya pada Niken. Tentu saja Niken lebih terkejut mendengar cerita yang dituturkan Richard. Dia terlihat bergidik. Tak terbayang ada misteri di balik kecelakaan yang dia alami, lebih mengejutkan lagi adalah kenyataan Cyntia yang dia tahu ibu sambungnya, ada di dalam lingkaran kusut ini.

__ADS_1


Richard mengakhiri sambungan telepon internasionalnya dan mengingatkan Niken untuk segera mengatur scedulenya kembali, Richard mengatakan akan kembali ke Indonesia besok dengan penerbangan pertama.


Saat tiba di Hotel yang sudah di pesan Richard, Niken masuk ke kamarnya sendiri, namun dia terkejut, ada Richard tertidur di lantai kamarnya. Lelaki dengan postur tubuh atletis itu tidur tanpa alas apapun, dia meringkuk seperti bayi.


Perlahan Niken mendekatinya dan menepuk pundak lelaki itu.


Richard membuka mata, tubuhnya berkeringat dingin, dia menggigil, bibirnya bergetar, Niken melihat ke arah TV yang sedang menayangkan kebakaran hebat. Segera Niken beranjak mengambil remote TV dan segera mematikannya.


Niken menitikkan air mata melihat kondisi suaminya. Ingin memeluknya namun dia khawatir penyamarannya akan terungkap.


"Mr. Rich, please wake up, open your eyes Rich."


Niken tidak punya pilihan selain menarik Richard kedalam pelukannya. Richard membuka mata dan ketika tersadar ada wanita yang memeluknya, dia secara refleks mendorong Niken.


"Maaf Mr.Rich saya panik melihat anda tidak sadarkan diri."


Richard hanya diam dan menatap mata Niken sangat dalam.


"It's oke Natasya, aku juga minta maaf karena repleks mendorongmu. Tapi saat ini aku seakan tersihir oleh tatapanmu, aku menemukan Niken di sorot matamu, mata  indah istriku, bahkan caramu memperlakukanku, bahkan  tadi malam aku seakan mendengar suaramu di  seberang telepon, namun aku tahu, kamu bukan Niken."


Niken meneguhkan hatinya untuk tetap menyembunyikan identitasnya kepada siapa pun. Dia diam tak bergeming.


"Ngga masalah Mr. Kalau anda merindukan dia, ngga mengapa kalau anda menatap mata saya. Mungkin dia pun sangat merindukan anda di suatu tempat."


Richard berdiri dan dengan gontai menapaki lorong hotel menuju kamarnya.


Niken menghubungi seseorang melalui teleponnya dan berkata:


"Sudah kamu temukan yang kupinta?"


"Sudah, kamu tenang saja Natasya, semua sudah prepare tinggal menunggumu kembali untuk melihatnya."


"Aku ngga mau ada kesalahan ya, lusa kami kembali ke Jakarta."


Niken menegaskan kepada orang di seberang telepon.


"It's oke, don't worry girl"


Niken menutup teleponnya. Dia bertekad membantu Richard untuk segera menemukan jawaban atas misteri masa lalunya.


To be continue


Please like and komen, semangati author untuk tetap melanjutkan kisah ini.

__ADS_1


__ADS_2