
Setelah makan siang bersama dengan Arya dan Christian, Kinan berkata ke kedua laki-laki tampan di depannya, "Aku butuh istirahat sebentar. Maaf kalian aku tinggal" Lalu wanita cantik berwajah keibuan dan bertubuh ramping semampai itu melangkah lebar meninggalkan ruang makan dan langsung menuju ke kamar Arkan dan masuk ke kamar itu untuk tidur di sana.
Arya dan Christian berisitatap dalam diam.
"Aku akan beristirahat juga di kamarku. Nanti sore aku tunggu kamu di halaman depan untuk membantuku berjalan dengan tongkat ini agar aku bisa cepat pulih lagi dan tidak perlu memakai tongkat ini lagi" Ucap Christian sambil bangkit berdiri.
Arya ikutan bangkit berdiri dan berkata, "Oke, Kak" Dengan berat hati walupun ia melukis senyum di wajah tampannya.
Saat punggung Christian sudah menghilang dari pandangannya, Arya melangkah lebar karena ia ingin bergegas masuk ke kamarnya Arkan mumpung Ayu dan Arkan masih asyik bermain di halaman belakang.
Namun, di saat tangan Arya memegang handle pintu kamarnya Arkan, dia mendengar suara langkah kaki dan dia langsung melepas handle.lintu kamarnya Arkan untuk berbalik badan dengan cepat.
"Kenapa kamu ada di depan kamarnya Arkan?" Ayu menatap Arya dengan wajah bingung.
Untuk menutupi kepanikannya, Arya langsung berjongkok, mengelus rambut Arkan sambil berkata, "Arkan! Kamu sama Tante Ayu ternyata. Om cari kamu dari tadi"
Ayu semakin mengerutkan keningnya. Apa dia tidak mendengar tawa aku dan Arkan di halaman belakang? Batin Ayu.
"Kenapa nyari Arkan, Om?"
"Om pengen ajak kamu dan Tante Ayu makan bakso di gang. Hujan begini enaknya makan bakso, kan?" Ucap Arya sambil bangkit berdiri dan menggendong Arkan.
"Mau! Arkan suka bakso"
"Kamu mau ikut?" Arya menoleh ke Ayu.
Ayu tersenyum dan berkata, "Oke. Aku ikut. Rumah sepi. Jadi, aku ikut aja daripada mengganggu Kak Kinan dan Kak Christian"
Arya mengulas senyum tampannya dengan terpaksa karena dia gagal menemui Kinan. Ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan ke Kinan. Dia bahkan sudah muak dengan semua tanya di benaknya yang selalu saja tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Kinan. Namun, dia masih ingin menanyakannya. Dia butuh kepastian perasaannya Kinan. Dan kali ini dia berkata dengan serius kepada dirinya sendiri kalau Kinan memilih kembali ke keluarganya. Kembali ke suaminya, maka Arya akan memutuskan Ayu dan pergi berkelana ke luar negeri. Pria tampan itu memutuskan kalau tidak bisa menikahi Kinan dia memilih untuk tidak menikah selamanya.
"Kenapa nggak kamu makan baksonya?"
__ADS_1
Suara Ayu membuyarkan lamunannya Arya. Pria tampan itu langsung tersenyum dan berkata, "Iya. Aku makan, nih"
"Kamu masih suka melamun, ya?"
Arya hanya mengulas senyum untuk menjawab pertanyannya Ayu.
Setelah makan bakso, Arya, Arkan, dan Ayu kembali ke rumah besar dan mewahnya Christian. Benak Ayu bertanya-tanya kenapa Arya tidak seantusias dulu mendengarkan celotehannya. Bahkan guyonan ringannya Ayu yang biasanya mampu membuat Arya tekekeh geli pun diabaikan oleh Arya.
Ada apa dengan Arya sebenarnya? Apakah ada orang ketiga? Kalau cuma sibuk sama pekerjaannya, dia nggak akan mengabaikan aku. Tapi, sejak aku pulang dari Amerika, Arya selalu mengabaikan aku. Aku bisa merasakan kalau dia mulai dingin padaku. Batin Ayu.
Sesampainya di rumah, Ayu mengajak Arkan bermain di ruang keluarga sebelum jam mandi sore tiba. Arya pamit ke kamarnya Christian untuk mengecek kondisinya Christian.
Kinan keluar dari kamarnya Arkan dan melangkah lebar menuju ke kamar suaminya. Saat wanita itu hendak masuk ke kamar suaminya, Arya tengah membantu Christian melangkah keluar dari dalam kamar.
Kinan tersentak kaget dan otomatis kakinya selip saat ia melangkah mundur. Arya relfeks menangkap tubuh Kinan sebelum tubuh ramping nan indah itu membentuk lantai. Arya mendekap Kinan setelah itu. Saat Arya menatap lekat kedua bola matanya Kinan untuk mencari adakah cinta di mata Kinan untuk dirinya, Kinan mendorong dada Arya untuk melepaskan diri dari dekapannya Arya
Arya dengan berat hati melepaskan Kinan karena dia menyadari Christian masih berdiri di antara dia dan Kinan.
"Nggak usah. Ada Arya. Kamu joging aja sama Biasanya di jam segini kamu joging, kan?" Sahut Christian.
"Iya, Kak. Kalau ada aku di sini aku yang akan merawat Kak Christian. Kak Kinan lakukan hal yang Kakak suka. Aku balik jam enam sore nanti" Sahut Arya.
"Oke. Aku akan bersiap joging kalau gitu. Makasih Arya" Kinan tersenyum ke Arya, namun tangannya mengelus mesra pipi Chrisitan.
Arya hanya mengulas senyum di depan Kinan dan langsung mengepalkan kedua tangannya saat ia melihat Christian mengecup bibir kInan. Hati Arya kembali terasa panas dan perih. Dia cemburu berat, tapi tidak bisa melakukan apapun.
Satu jam mendampingi Christian berlatih berjalan di halaman depan, membuat Arya merasa gerah dan lelah. Chrisitan kemudian berkata saat ia melihat wajah Arya kelelahan, "Oke. Sampai sini dulu, aku juga capek Aku mandi dulu"
"Bisa masuk sendiri, Kak?" Tanya Arya.
"Bisa. Aku harus berlatih mandiri. Aku bisa" Sahut Christian.
__ADS_1
"Oke. Aku mau melepas gerah dan lelah di bangku taman dulu kalau gitu" Ucap Arya kemudian.
"Siap. Duduklah dulu di bangku taman selama yang kamu mau" Sahut Christian sambil melangkah masuk ke dalam rumah dengan menggunakan tongkat
Sepuluh menit melepas gerah da lelah di bangku taman, Arya tiba-tiba bangkit berdiri dengan kaget. Dia melihat Kinan berlari kecil memasuki halaman.
"Kinan aku buru bicara. Tapi, tidak di sini. Temui aku di alamat yang aku kirim ke ponsel kamu sepuluh menit yang lalu"
"Aku nggak bisa" Sahut Kinan.
"Kita butuh bicara Kinan. Kalau kamu tidak datang maka aku akan berbuat nekat"
"Kau akan melakukan apa?" Tanya Kinan.
"Lihat aja kalau kamu berani tidak datang malam ini. Pokoknya aku akan nunggu kamu di sana"
Kinan hanya menghela napas panjang dan masuk ke rumah.
Arya mengacak-acak rambutnya sambil berteriak lirih, "Arghhhh!" Melihat Kinan kembali bersikap tidak peduli padanya.
"Kau kenapa?" Tanya Ayu yang tiba-tiba muncul di depannya Arya
Arya tersentak kaget dan langsung berkata, "Ah! Aku cuma kegerahan dan pengen cepat mandi. Kau mau apa ke sini?"
"Pulang. Ayo antarkan aku pulang!" Lalu Ayu mendekat dan berbisik, "Kita mandi bareng di bathtub pas sampai di rumah Papaku nanti. Papaku kebetulan ada di luar kota hari ini dan pulangnya besok. Rumah sepi dan ........"
Arya sontak berucap, "Tapi, aku capek dan pengen cepat pulang. Lain kali saja ya" Arya mendorong pelan kedua bahunya Ayu dan bergegas melangkah ke mobilnya.
Ayu mengikuti langkah Arya dengan Kemabli bergumam, "Sepetinya memang ada wanita lain. Tapi, siapa wanita itu?"
Ayu mulai curiga adanya pelakor di hubungan dia dan Arya.
__ADS_1