Sweet Sin

Sweet Sin
Bab 22 Titik Terang yang tersaput awan


__ADS_3

Richard dan Niken memilih melupakan sejenak kerumitan masa lalu mereka. Tanpa meninggalkan rumah keduanya bisa bermain dengan Evan.


Keseruan mereka bertiga bermain jagoan dan penjahat membuat ART, Baby Sitter dan para body guard baik perempuan atau pun laki-laki semua tertawa. Evan begitu antusias bermain bersama kedua orang tuanya.


Namun ketika sedang seru-serunya bermain, telepon dari Samuel membuat mereka mau tidak mau harus kembali memikirkan masalah rumit yang membelit kehidupan mereka.


Richard meloud speaker gawainya agar Niken bisa ikut mendengar, keduanya masuk ke kamar agar pembicaraan aman.


"Rich, Arya Pamungkas itu memiliki bisnis hitam-putih, bisnis putih untuk menutupi bisnis hitamnya, yang membuatku bingung dia cukup dekat dengan Barata karena seluruh saham Utama atas nama Putri Barata, Kinanti alias istrimu, namun, dia dekat juga dengan Bramasta, bisa di katakan di zaman mudanya mereka bertiga bersahabat. Untuk saat ini baru itu yang bisa ku gali ."


Samuel meyakini kalau lelaki yang pernah ditemui Niken saat menjadi Natasya itu memang seseorang yang berbahaya, apalagi seluruh saham di perusahaannya belum bisa di kuasainya secara utuh karena masih atas nama Kinanti alias Niken.


"Dia sering ketemu sama seorang wanita yang belum terungkap identitasnya karena wanita itu selalu berhati-hati saat bertemu. Saya yakin wanita itu mantan wanita masa lalunya."


"Tolong cari tahu identitas wanita itu ya Bro." pinta Richard pada Samuel. Samuel mengiyakan dan akan meminta teman-temannya lebih fokus.


"Rich and Niken, psikiater yang menangani Richard hilang, tanpa jejak, anaknya yang kuliah di luar Negeri juga kebingungan karena kehilangan dukungan finansial. Kami sudah memasukkan dia di daftar orang hilang, atas laporan anaknya."


"Istrinya dulu seingatku juga seorang dokter, tapi dokter anastesi Sam, kamu sudah cek istrinya?"


Richard mencoba membantu Samuel menelusuri, walaupun dia tak yakin, apakah mungkin istrinya tidak ikut menghilang juga, ekspresi wajah Richard terlihat tegang.


"Dia sudah lama bercerai, istrinya sudah menikah dengan seorang pengusaha." sahut Samuel.


Richard menghela nafas berat sembari matanya menatap istrinya yang juga terlihat sangat gelisah.


"Kita harus fokus mencari tahu identitas sebenarnya istrimu Rich, dan juga siapa ayah kamu sesungguhnya. Semua ini bermula dari lingkaran itu, oh ya, CCTV di rumahmu saat kejadian bom di mobil Niken tak bisa diperbaiki. Ahlinya sudah angkat tangan. Yang merusaknya orang yang sangat profesional di bidangnya."


Setelah berdiskusi banyak hal, Samuel menutup teleponnya dan berjanji akan segera mengabari Niken dan Richard perkembangan kasus mereka.


"Ini sudah mulai terasa cacat logika buatku Rich, semuanya ngga masuk di akal, berputar di sekitar aku, ach ... ada apa sebenarnya dengan diri ku, siapa orang tuaku hingga segalanya menjadi serumit ini."


Richard menarik Niken kedalam pelukannya.


"Pasti akan kita ungkap semua misteri ini sayang."

__ADS_1


Richard mengangkat dagu istrinya dan menatap mata indah itu.


"Selalu saat menatap matamu, aku menginginkan Kamu dear." ucap Richard lirih.


Niken menarik wajah Richard, mendekat pada wajahnya dan seketika gairah muda mereka meluap. Tak perduli dengan misteri dan apa pun yang mungkin mengancam mereka, keduanya larut dalam buaian cinta membara.


Dan ketika segalanya selesai, mereka akan saling menatap dan mengucap kata penuh cinta.


Sebuah ketukan halus terdengar di pintu kamar keduanya. Niken mengambil seluruh pakaiannya yang berserakan di lantai, Richard melakukan hal yang sama.


Ketika pintu di buka, ada Mrs.Cintya menatap keduanya bergantian. Mereka mengajak Mrs. Cyntia ke ruang kerja Richard.


"Ada apa Tante, malam-malam ke sini." tanya Niken ramah. Namun berbeda dengan Niken yang ramah terhadap orang yang pernah membesarkannya, wajah Rich terlihat sangat tak bersahabat.


Tante Cyntia menatap tajam kepada Richard.


"Kamu dan Niken harus lebih waspada, aku tidak tahu kenapa sahabat Ayahmu si Arya Pamungkas terus mencari Kinanti. Ada hal mendesak sepertinya, kamu harus waspada Niken kepada siapapun."


"Tapi saya bukan anaknya Papa Barata dan Mama Ratih Tante, DNA saya tidak sama dengan mereka." ucap Niken sedih. Richard terperanjat melihat istrinya keceplosan, namun Niken mengangguk seakan memberi isyarat agar Richard membiarkan dia memancing reaksi Mrs. Cintya.


Cyntia terpana dan seperti tak percaya. Matanya terlihat bingung. Sepanjang pengetahuannya saat membesarkan Niken, Barata dan Ratih lah orang tua mereka.


Mrs. Cyntia bergegas pamit, dia seperti menyimpan kegelisahan yang tak bisa di ungkapkan.


*******///////*********/////****


Di rumah Mr. Bramasta terjadi kesibukan yang tak biasa.


Hari itu hari ulang tahun Nyonya besar, Ibu Minati. Pesta lumayan meriah di taman belakang rumah yang luas dan menakjubkan . Pekarangan belakang di sulap menjadi seperti pesta kebun yang sangat elegan di sebuah hotel mewah.


Mr. Bramasta seperti biasa, tidak hadir di pesta istrinya, dia memilih tetap bekerja di ruangan kerjanya di dalam rumah megah yang tenang dan nyaman, di sampingnya tentu saja ada istri siri tercintanya, Mrs. Cintya, mereka berbicara serius. Tak sedikitpun keduanya terlihat terusik dengan pesta yang digelar di pekarangan belakang rumahnya.


Niken dan Richard hadir dan mengambil duduk di meja utama.


Tampak seorang pelayan yang tidak biasa ikut di area dapur, menyeruak di antara para pelayan dengan seragam yang sama. Mata jeli Niken menangkap keanehan dari sikap si pelayan. Dia terlihat gugup. Pelayan itu bukan pelayan bagian dapur utama.

__ADS_1


Niken menarik tangan suaminya dan berbisik di telinganya.


"Sayang, kita harus amankan pelayan itu. Dia sangat mencurigakan." ucap Niken.


Richard balas berbisik.


"Kita tidak bisa menangkap tanpa alasan, dia akan mengelak, tunggu aku akan mencari cara menjebaknya."


Seorang tamu yang membawa seekor anjing membuat Rich tersenyum simpul, anjing itu sangat menyukai cake.


Ketika pelayan gugup itu mendekati meja Rich dengan membawa kue dan sebotol anggur merah dan hendak menghidangkan di meja Rich dan Niken, Rich dengan sengaja mengait kaki pelayan itu hingga terjerambab, dia pura-pura terkejut melihat pelayan itu terjatuh di sisi mejanya. Kue dan botol anggur tumpah, seperti yang di harapkan Rich, si anjing mendekat dan menjilati kue itu hingga seperempat dari potongan itu. Tidak berapa lama Anjing itu tergeletak seperti pingsan, pemiliknya histeris. Rich mengamankan sisa potongan kue dan sisa anggur yang tumpah.


Panitia acara mencoba menenangkan semua tamu, pelayan di bawa Richard ke post keamanan. Namun saat Rich menginterogasi pelayan itu tutup mulut. Saat di ancam akan dibawa ke polisi dan dijebloskan ke Penjara, barulah dia menyebutkan sebuah nama. Seorang mantan kepala pelayan di rumah Mr.Bramasta, yang sekarang memiliki usaha agen penyalur ART.


Richard mengabari Samuel untuk memproses penyelidikan. Pelayan bernama Marni di amankan team penyidik di dalam lingkup masih sebagai saksi.


Samuel dan kawan-kawannya dibantu team resmi kepolisian mencari Mrs. Anastasia, mantan kepala pelayan sebelum di ambil alih Cintya.


Namun mereka kalah cepat, Mrs. Anastasia menghilang, jejak dia meninggalkan Indonesia pun tidak nampak. Seperti halnya Psikiaternya Richard, Mrs. Anastasia pun menghilang bagai ditelan bumi.


Pesta berjalan tanpa terganggu insiden mengerikan itu. Anjing yang memakan kue seta menjilati anggur itu telah mati. Sungguh mengerikan andai Niken dan Richard yang menelan racun itu. Kenekatan orang yang sangat ingin Niken dan Richard atau bahkan Niken saja yang jadi korban, sungguh mengerikan.


Niken menangis di pelukan Richard. Sepertinya Niken shock karena demi membongkar niat jahat seseorang, harus mengorbankan seekor anjing tak bersalah. Demikianlah Isak tangis pelan dan lirih Niken di pojok depan kamar mereka.


Sepasang mata menatap mereka dengan sorot kebencian, tapi tunggu, mata itu hanya menatap Niken dengan api membara seperti dipenuhi kebencian tak berujung. Sosok itu menghilang di balik rimbunan pohon di pekarangan belakang rumah. Pesta semakin ramai dan di penuhi orang-orang yang tertawa penuh aroma kemunafikan, saling sanjung dan saling sapa penuh basa-basi.


Tak satu pun lagi dari mereka yang masih mengingat kejadian tragis yang merenggut nyawa seekor anjing.


****////*****////*******////***


Di sebuah cafe yang tidak terlalu ramai, seorang lelaki, berjaket hoodie dan bermasker hitam duduk sendirian dengan gelisah. Terlihat sekilas, tangan kanannya seperti mengalami luka bakar yang cukup serius. Luka yang terlihat cukup lama namun meninggalkan bekas, Lelaki itu menatap gelisah ke sekelilingnya, seolah sedang menunggu seseorang.


Beberapa saat kemudian, muncul seseorang dengan wajah ditutup masker dengan celana jeans balel , jaket baseball dan topi menutupi sebagian wajahnya, mereka berbicara singkat, kemudian lelaki berjaket hoodie memberikan amplop coklat. Setelah itu dia pergi meninggalkan lelaki dengan luka bakar di tangannya.


Lelaki itu meninggalkan cafe, dia mengemudi sebuah mobil pick up berwarna hitam. Berisi banyak galon kosong. Sepertinya dia bekerja di sebuah agen pengisi air minum isi ulang.

__ADS_1


Bersambung


(Siapa lelaki berhoodie itu guys?)


__ADS_2