Sweet Sin

Sweet Sin
Kaget


__ADS_3

Mereka bertiga langsung masuk ke kamar mereka. Arya membuka dua kamar yang bersebelahan. Dia tidak ingin Arkan berpikiran yang tidak-tidak dan banyak tanya kalau dia berada satu kamar dengan Arkan dan Kinan. Untuk itulah dia memutuskan untuk membuka dua kamar yang bersebelahan.


Sebelum masuk ke kamar, Arya berkata ke Kinan dan Arkan, "Kalian beristirahat dulu. Seminarnya masih jam enam sore. Dua jam lagi kita keluar kamar untuk makan dan jalan-jalan"


"Baik, Om" Sahut Arkan.


Arya mengelus rambut Kinan dan memberikan senyum penuh cinta.


Arya merebahkan diri di atas ranjang dengan wajah bahagia. Pria tampan itu tidur dengan nyenyak dan senyum bahagia.


Dua jam kemudian, dia keluar dari dalam kamar bersamaan dengan keluarnya Arkan dan Kinan dari kamar mereka.


"Wah! Kalian tepat waktu juga. Jadi, aku tidak perlu mengetik kamar kalian untuk membangunkan kalian" Arya tertawa senang.


"Kita mau ke mana?" Tanya Kinan


Alih-alih menjawab pertanyannya Kinan, Arya justru menoleh ke Arkan, "Arkan pengen ke mana?"


"Makan bakso dulu terus ke taman bermain. Boleh?"


"Boleh, dong Boleh banget malah. Oke! kita ikuti jadwal yang diberikan oleh Tuan muda Arkan, hahahahaha" Arya berucap sembari merengkuh Arkan masuk ke dalam gendongannya.


"Hahahaha" Arkan ikut tertawa dan Kinan hanya menggelengkan-gelengkan kepalanya.


Selama makan dan berjalan-jalan, Arya selaku berhasil menyelipkan kecupan ringan di bibir Kinan yang membuat Kinan hanya bisa pasrah, menghela napas panjang, dan menggeleng-gelengkan kepala.


Setelah puas makan dan berjalan-jalan di taman bermain, Mereka bertiga kembali ke hotel. Setelah mandi mereka keluar dari dalam kamar mereka masing-masing secara bersamaan lagi dan langsung menuju ke aula besar hotel tersebut untuk mengikuti seminar.


Di akhir seminar, Arya yang menjadi salah satu pembicara di acara seminar tersebut, diberikan buket bunga oleh pihak penyelenggara acara dan pihak penyelenggara acara itu berbisik ke Arya dan pembicara yang lainnya, "Anda bisa berikan buket bunga itu ke orang yang Anda anggap spesial kalau ada"


Arya langsung tersenyum dan segera berkata, "Buket bunga yang indah ini akan saya berikan ke wanita yang sangat spesial. Kinan, naiklah ke panggung dan terima buket bunga ini"


Kinan sungguh tidak menyangka kalau buket bunga mawar merah yang besar dan sangat indah, Arya berikan padanya.

__ADS_1


Tepat jam sembilan malam, mereka bertiga kembali masuk ke kamar mereka untuk beristirahat dan Kinan langsung merebahkan Arkan di kasur. Arkan ketiduran di acara seminar karena kelelahan.


Di saat Kinan tengah menanggalkan bajunya, pintu ruang ganti tiba-tiba terbuka lebar dan refleks Kinan menutup dada dengan kedua lengannya.


"Maaf" Seringai di wajah Arya menyatakan penyesalan adalah hal terakhir yang dirasakannya. "Aku membayangkan hal ini ribuan kali. Kita menikah. Berpakaian sama-sama. Tidur dan terbangun di pagi hari dengan saling menatap. Dan rasanya wajar saja kalau aku masuk ke kamar ini begitu saja. Asal kau tahu tidak sekali pun dalam fantasiku kau mencoba menutupi tubuh polos kamu. Konyol, bukan? Aku bahkan sudah melihat tubuhmu berkali-kali"


Merasa kesal melihat gaya Arya yang tenang dan tidak memikirkan kejadian yang bisa terjadi ketika pria itu menyandarkan dirinya pada pintu dan bersedekap santai dengan menatap tubuh polosnya. Kinan menurunkan tangan yang menutupi dadanya yang masih polos dan mengambil pensil alis, bertekad untuk terlihat sama tidak terpengaruhnya seperti Arya.


"Kamu suka berjalan berkeliling ruangan di ruang ganti baju dengan tubuh polos seperti itu, ya?"


Kinan menoleh tajam ke Arya dan langsung menggeram kesal "Keluar! Arkan bisa bangun dan memergoki kita"


Alih-alih keluar, Arya justru melangkah masuk dan mengunci pintu ruang ganti. Kinan mendelik kaget dan langsung menggeram kesal, "Arya! Jangan lakukan di sini! Arkan bisa bangun dan memergoki kita"


"Aku sudah kunci pintunya. Aku ingin melihatmu berdandan dan berpakaian. Aku ingin menikmati keindahan dan keseksian kamu, Kinan"


"Dasar gila!"


"Iya. Terima kasih. Bunga yang kau kasih sangat indah"


"Sama seperti dirimu ketika kau tidur, Kinan"


Kinan menelan ludah, "Kau menatapku saat aku tidur, kapan?"


"Ya. Waktu di mobil pas kita di Jepang. Kau lupa?"


"Dan.....emm......apa kau juga melakukan......."


"Itu juga. Aku menyentuhmu tanpa malu-malu" Ucap Arya sembari melangkah menghampiri Kinan dan membungkuk. Dahinya yang sudah dicukur bersih disandarkan di atas pundak Kinan, pipinya ditempelkan di pipi Kinan dan kayanya mengarah pada bayangan wajah Kinan di cermin. Kedua mata Arya berkabut bergairah. Arya kemudian berbisik di telinga Kinan, "Kau seksi, Sayang"


"Aku sudah berumur tiga puluh lima tahun. Aku sudah tua, Arya"


"Mana ada tua" Arya menyusurkan telapak tangannya di bahu Kinan sampai ke telapak tangannya Kinan sambil berbisik, "Kau masih bisa menggoda ratusan lelaki di luar sana, tetapi tidak akan aku biarkan hal itu terjadi. Kulit kamu masih sehalus sutra dan seksi. Wajah kamu sangat cantik dan keibuan. Kau idaman kaum lelaki, Sayang"

__ADS_1


Kinan mematung dan menatap bayangan dirinya di cermin dengan pasrah.


Tangan Arya baik kembali ke bahu Kinan dengan perlahan lalu turun dada Kinan. Dengan terpukau, Arya dan Kinan mengamati tangan Arya yang kuat yang sedang melakukan aktivitas liar di dada Kinan. Sambil terus menyentuh Kinan, Arya berbisik, "Kau sangat luar biasa, Sayang.......ya ampun, kau sungguh luar biasa, Kinan"


Sentuhan Arya yang begitu yakin, tegas, dan hangat, membuat Kinan mulai melemas saat tangan Arya dengan lembut menangkup penuh dadanya. Dengan sorot mata yang semakin berkabut gairah, Kinan mengamati gerakan tangan Arya di cermin. Ibu jari Arya mengelus dirinya. Perlahan-lahan. Membuat lingkaran-lingkaran kecil dengan cepat.


Melihat bayangan Kinan yang benar-benar bergairah, Arya pun meneruskan belaian-belaiannya.


Lengan Kinan sontak menjuntai seiring bersandarnya dirinya ke belakang pada dada Arya. Kedua mata Kinan terpejam dan bibirnya sedikit terbuka untuk mengembuskan napas yang terengah-engah. Pensil alis yang dia pegang pun terjatuh di atas karpet bulu tebal yang menyelimuti lantai ruang ganti pakaian.


"Kau suka?" Arya bertanya di depan telinga Kinan.


"Ya" Kinan menyahut dengan suara lemas dan terdengar serak menahan gairah.


"Kau suka yang bagaimana? Lebih lembut? Lebih kuat?"


"Tidak....tidak .....persis ......persis seperti itu"


"Seperi ini?"


"Hmm" Sahut Kinan.


Kinan memutar kepalanya ketika Arya menyentuhkan hidungnya pada leher Kinan, hingga saat ini wajah Kinan menghadap Arya. Dengan ciuman yang manis Arya mengunci kedua bibir mereka, lalu membenamkan lidahnya dalam-dalam. Lidah itu bergerak dengan gesit sementara jari-jarinya terus mengelus, ibu jarinya menggoda dan telapak tangannya merajai setiap lekuk tubuh Kinan.


Sambil mengerang, Arya menurunkan tangannya dan memutar tubuh Kinan menghadap dirinya. Ia memeluk tubuh rampingnya Kinan erat-erat sambil membenamkan wajahnya pada leher Kinan, "Jadilah Istriku Kinan. Kau dengar? Istriku"


Kinan diam membisu dan mematung di dalam pelukan hangatnya Arya.


Cukup lama Arya memeluk tubuh rampingnya Kinan. Lalu, ia melepaskan tubuh Kinan sambil berkata, "Aku akan biarkan kamu berpakaian agar kita tidak terlambat pergi"


"Kita mau ke mana?" Kinan menatap Arya dengan sorot mata bingung.


"Berpakaianlah dengan cepat dan kau akan tahu nanti. Aku tunggu di ranjang. Aku akan bangunkan Arkan dengan pelan" Sahut Arya sembari membuka kunci dan melangkah keluar dari ruang ganti pakaian.

__ADS_1


__ADS_2