
Papanya kInan berkata, "Kamu antarkan Ayu Pulang. Papa menginap di sini.
Arya melirik tangan papanya Ayu yang berada di atas pundaknya. Kemudian ia tersenyum dan berkata, "Baik, Pa"
Arya diam seribu bahasa di saat Ayu terus ceriwis menceritakan segala hal yang Ayu lewati dan Ayu alami.
Telinga Arya bisa mendengarkan keceriwisannya Ayu, namun pikirannya terus terarah ke Kinan. Dia sungguh-sungguh tidak bisa lepas dari Kinan. Dia sungguh-sungguh ingin merebut Kinan dari Christian lalu memiliki Kinan sepenuhnya. Dia ingin pergi jauh lalu hidup bersama Kinan dan Arkan dengan bahagia tanpa gangguan dan cibiran dari siapa pun.
Tapi, di mana tempat itu bisa Arya temukan. Apakah dia harus pergi ke atas langit atau ke bawah bumi.
"Arya! Menurutmu bagaimana?" Tanya Ayu sambil menepuk pelan bahunya Arya.
"Hah?! Apa?!" Arya tersentak kaget.
"Kamu melamun dari tadi? Arya!! Kamu sedang menyetir saat ini. Bisa-bisanya kamu melamun. Bahaya tahu!" Ayu mendelik ke Arya.
Arya menyahut dengan nada suara yang sangat lemas, "Iya kamu benar"
"Pinggirkan mobilnya!" Ayu memekik kesal.
"Untuk apa?" Arya menoleh ke Ayu dengan wajah penuh tanda tanya.
"Pokoknya pinggirkan mobilnya!" Ayu meninggikan nada suaranya.
Arya menuruti permintaannya Ayu.
"Keluar kamu! Biar aku yang gantikan kamu nyetir"
Arya menuruti permintaan Ayu.
Ayu kemudian melajukan mobil sambil bertanya, "Kau kenapa? Apa yang kau pikirkan? Pekerjaan kamu?"
"Hmm" Sahut Arya.
"Kalau ada masalah cerita ke aku. Aku akan bantu kamu"
"Hmm"
"Dari tadi kok, hmm, hmm, aja, sih?"
"Hmm"
__ADS_1
"Arya!" Ayu menoleh ke Arya dengan tajam.
"Apa?"
"Kenapa dari tadi kamu melamun dan hanya menjawab hmm,hmm?"
"Aku capek. Jangan banyak nanya!" Arya lalu merebahkan kepala di jok mobil dan langsung memejamkan mata.
Ayu menghela napas panjang dan bergumam di dalam hatinya, kenapa Arya berubah? Apa kesuksesannya saat ini yang membuatnya berubah menjadi dingin dan tidak asyik lagi seperti ini?
Saat mereka akhirnya sampai di rumah papanya Ayu yang lumayan mewah dan besar walaupun tidak semegah kediamannya Christian, Ayu menarik tangan Arya untuk masuk ke dalam. Wanita itu berpikir, pijat plus-plus bisa meredakan stresnya Arya dan membuat Arya kembali menjadi Arya yang asyik lagi seperti dulu.
Namun, Arya menahan tangan Ayu sambil berkata, "Aku langsung pulang aja! Aku capek banget"
"Kenapa? Papa tidak ada di rumah saat ini dan kita sudah lama banget tidak bercinta. Apa kau tidak tertarik untuk ......."
"Aku pulang. Aku capek" Arya berucap sembari masuk ke dalam dan langsung menghidupkan mesin mobil untuk segera pergi dari halaman rumah papanya Ayu.
Ayu melambaikan tangan ke Arya dengan senyum kecewa.
Kemudian wanita berjaga manis dan bertubuh molek itu masuk ke dalam rumah papanya dengan bergumam heran, "Tumben Arya menolak bercinta denganku? Apa separah itu stres yang dia rasakan dengan pekerjaannya?"
Kinan duduk termenung di balkon lantai dua. Wanita cantik berwajah keibuan itu menatap langit berwarna hitam yang bergerak pelan. langit hitam itu tampak indah di mata Kinan dan Kinan berasa ingin naik di atasnya dan pergi ke atas sana tanpa kembali lagi. Dia lelah dengan rasa cinta yang mulai ia miliki untuk Arya. Dia lelah selalu merasakan sesak napas di saat ia diharuskan menahan kerinduannya pada Arya. Dia juga merasa stres dengan emosinya Christian yang naik turun.
Kinan memilih naik ke lantai dua karena tanpa terasa hari berganti dengan sangat cepat dan saat ini waktunya Arya datang untuk membantunya merawat Christian.
Arya tersenyum ke Ayu yang menyapanya dan mendaratkan kecupan di bibir Arya.
"Kakak kamu dan Kakak ipar kamu ada di kamar?" Tanya Arya.
"Kak Christian tidur dan Kak Kinan naik ke lantai dua"
"Arkan?*
"Arkan juga tidur"
Ayu lalu menarik Arya untuk di sofa ruang tamu sambil berkata, "Kita duduk di sini dulu sambil menunggu Kak Kinan turun dan Kak Christian bangun tidur"
"Hmm" Arya duduk sambil matanya terus mengarah ke anak tangga yang terlihat dari ruang tamu. Dia sangat ingin naik ke atas untuk menemui Kinan. Sudah satu Minggu dia tidak bertemu dengan Kinan dan dia sangat merindukan wanita cantik berwajah keibuan itu. Bahkan kakeknya Arya pun juga sering menanyakan Kinan karena kakeknya Arya juga merindukan Kinan.
Arya terlonjak kaget saat tangan Ayu meraba pahanya dan bergerak pelan ke atas.
__ADS_1
Arya langsung menahan tangan Ayu dan berkata, "Ayu! Ini di rumah Kak Kinan dan kita berada di ruang tamu saat ini. Jangan sapaerti ini! Kalau Arkan keluar dari kamar dan melihat kita gimana?"
"Aku hapal jam bangun tidurnya Arkan. Arkan nggak akan bangun secepat itu" Ucap Ayu sambil memainkan tangannya di titik lemahnya Arya. Arya sontak menengadahkan wajahnya ke langit-langit ruang tamu dan sambil mendesis ia berkata, "Ayu hentikan! Ayu!" Arya menepis tangan Ayu, namun Ayu justru menarik tengkuk Arya dan mengajak Arya untuk berciuman dengan tangan yang satunya terus bergerak di titik yang menjadi kelemahannya Arya.
Arya mencoba mendorong Ayu, namun entah dia yang terlalu lemas atau Ayu yang terlalu kuat, Ayu bergeming dan di saat wanita berwajah manis itu hendak mengajak lidah Arya berdansa dengan lidahnya, terdengar suara berdeham yang cukup nyaring.
Ayu langsung menarik tubuhnya untuk bangkit berdiri dan Arya yang ikutan bangkit berdiri sambil menarik ritsleting celananya ke atas langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat sebagai kode untuk Kinan kalau bukan dia yang mengawali kegilaan yang terjadi di ruang tamu.
Kinan menatap Arya dan seketika hatinya terasa sakit. Apa aku cemburu saat ini? Saat aku melihat Ayu dan Arya bermesraan kenapa hatiku terasa sangat sakit seperti ini?
Kinan lalu berjalan melintasi Arya dan Ayu tanpa menyapa dan langsung belok ke kiri untuk menuju ke kamar suaminya.
Arya langsung berlari mengajar Kinan dan tanpa sadar ia menepis kasar tangan Ayu yang menahan lengannya.
"Arya kenapa kasar banget? Padahal aku baru saja mengajaknya bermesraan" Di saat Ayu hendak melangkah menyusul Arya,ia merasakan tangannya digenggam oleh seseorang.
Ayu menoleh dan langsung tersenyum, "Eh! Arkan. Tumben sudah bangun?"
"Arkan lapar Tante. Ayo makan!"
"Ayo!" Ayu kemudian menggandeng tangan Arkan dan berjalan ke ruang makan.
Arya menahan tangan Kinan yang hendak membuka pintu kamar. Lalu, pria tampan itu menarik Kinan masuk ke dalam toilet ubah berada di depan pintu kamarnya Christian.
"Arya! Kenapa kamu menarikku masuk ke sini? Ada Ayu. Kalau Ayu menyusul kita ke sini dan......"
"Aku lihat Ayu mengobrol dengan Arkan dan bergandengan tangan dengan Arkan berjalan entah mau ke mana mereka. Ayu nggak akan menyusul ke sini"
"Aku mau keluar"
Arya langsung mendekap tubuh Kinan dan berkata, "Aku sangat merindukanmu"
Kinan mendorong dada Arya dan berkata dengan nada sinis, "Kau berkata merindukanku setelah bermesraan dengan Ayu?"
Arya menarik tubuh Kinan hingga menempel di tubuhnya, laku ia mencubit dagu Kinan untuk bertanya, "Ayu yang tiba-tiba menyerangku dan aku tidak bisa melepaskan diri tadi"
"Bohong!"
"Aku berani bersumpah atas apa pun juga dan........"
Kinan langung membungkam bibir Arya dengan tangannya sambil berkata, "Jangan menambah dosa kamu dengan bersumpah! Aku percaya padamu"
__ADS_1
Arya menarik tangan Kinan lalu ia mencium bibir Kinan dengan lembut dan penuh dengan kerinduan.