Sweet Sin

Sweet Sin
Bab 3 Love is blind


__ADS_3

Bab 3 Love is blind


Waktu istirahat makan siang sudah berakhir, Niken dan semua rekan kerjanya berlalu, masih sempat Binar dan Puspa melirik pada Richard dan berdecak kagum pada postur ideal tubuhnya.


"Sexy Man, wow ngga kebayang gimana rasanya di peluk lelaki itu, fantasiku menjadi tak terarah." bisik Binar pada Niken dan Puspa.


Niken hanya diam tak merespon, sementara Puspa tertawa cekikikan sambil masuk kedalam taxi online yang mereka pesan.


Entah bagaimana tanggapan rekan kerja Niken andai tahu bahwa gadis itu telah merasakan bagaimana sexinya lelaki itu saat memeluknya.


Setelah hari itu, Niken mulai terbiasa dengan telepon dan chat dari Richard, selama satu bulan mereka tidak bertemu karena Richard harus ke Belanda untuk urusan bisnis keluarganya. Namun jarak tidak membuat perhatiannya berkurang, ada saja bunga atau bingkisan kecil datang ke meja kantornya, hingga semua rekan kerja satu team mereka mulai menyadari bahwa Niken memiliki some one spesial. Namun yang mereka tidak tahu adalah identitas si pria misterius itu.


Waktu berlalu begitu cepat hingga jam kerja berakhir, saat hendak mendatangi taxi online pesanannya, gawai Niken berbunyi


"Dear, aku sudah menunggu di depan gedung kantormu, berjalanlah ke mobil hitam di depan mu, aku ada di dalam."


Niken terpaku bisu menatap mobil hitam merk Land Rover Range Rover hitam yang terparkir di depan gedung kantornya. Sekarang dia benar-benar merasa sangat takut. Bukan takut akan kejahatan Richard namun takut akan terhanyut dan terjerambab pada pesona lelaki bermata elang itu.


Ragu Niken berjalan mendekat, seorang sopir berseragam hitam membukakan pintu belakang mobil untuk Niken.

__ADS_1


Saat masuk di kursi penumpang wajahnya terasa panas karena gugup. Ada Richard duduk disitu dengan setelan kemeja cassual putih ketat dan celana jeans yang membuat dirinya terlihat begitu mempesona.


Richard meminta sopirnya untuk segera menuju alamat yang di mintanya.


Tanpa banyak bicara Richard langsung menarik tangan Niken dan memeluk dengan ketat.


"Dear, kita akan menikah, karena kamu ngga punya wali, aku minta wali hakim buat kamu, aku berubah pikiran, kita tidak menikah siri tapi resmi, cuma ada aku, kamu,wali hakim, saksi dan penghulu serta petugas dari KUA. Keluargaku belum ku kabari karena aku tidak mau mereka menolak kamu di hidupku. Dear, kamu siap?" Richard melepaskan pelukannya dan menatap mata bening milik Niken.


"Kalau aku bilang belum siap kamu akan tetap membawaku 'kan, jadi aku ikut saja rencanamu Rich." gugup sangat kental terdengar dan terlahir menjadi getaran di bibir Niken.


Richard tersenyum dan mengecup kening kekasihnya. Richard sejatinya adalah lelaki yang sangat tidak mudah jatuh cinta. Dia tidak pernah sungguh-sungguh menyukai gadis manapun sejak remaja hingga dia dewasa. Namun keringkihan Niken yang tertangkap di celah hatinya saat ketakutan di dalam lift membuat dia merasa melihat dirinya sendiri dengan versi berbeda. Dia yakin ada sesuatu yang tersimpan di balik trauma itu. Dan Richard bertekad untuk terus berada di sisi gadis cantik itu dan saling menyembuhkan satu sama lain.


Namun dia tidak mungkin berdekatan dengan gadis yang mampu menggetarkan jiwanya tanpa menikahi gadis itu. Dia tidak ingin menodai dan menyakiti gadis yang sangat di cintai bahkan hanya dalam hitungan menit bersamanya itu. Richard tidak percaya diri membiarkan hubungan mereka tanpa ikatan sementara saat dia berada di dekat gadis itu dia tidak mampu menahan diri untuk tidak menyentuhnya.


Niken yang biasa make over wajah orang lain, kali ini dia pasrah di dandani orang lain. Dia terlihat sngat gugup dan berkeringat dingin, Richard datang mendekat.


"Dear, udah siap?" Richard mengulurkan tangannya pada Niken.


Niken mengangguk dan menyambut jemari kokoh lelaki yang sebentar lagi resmi menjadi suaminya. Tidak ada keluarga dari pihak lelaki ataupun dari pihak wanita.

__ADS_1


Namun semua itu tidak menyurutkan kebahagiaan pasangan ini.


Suasana pernikahan itu begitu khidmat, cukup satu kali Richard mengucap ijab qobul, dan saksi mengatakan sah. Richard menatap lembut gadis cantik yang kini resmi menjadi miliknya. Di sematkan ya sebentuk cincin berlian yang mungil di jari manis Niken. Dan Niken pun memasangkan cincin pernikahan di jari manis suaminya. Mereka saling bertukar pandang penuh kebahagiaan.


Hanya selang satu jam setelah ijab qobul, Richard membawa Niken terbang ke Paris Perancis, Niken bahkan belum sepenuhnya menyadari dia sudah menjadi istri dari seorang lelaki mempesona.


Untuk urusan pekerjaannya Niken hanya mengirimkan email pada HRD nya bahwa dia mengambil cuti mendadak. Untunglah Niken yang sudah dua tahun tidak mengambil cutinya mempunyai alasan tepat untuk melakukan itu.


Sepanjang perjalanan 17 jam 50 menit dengan satu kali transit itu, Richard tak pernah sedikitpun melepaskan istrinya dari penglihatannya. Bahkan tangannya selalu menggenggam erat jemari istrinya.


Niken terlihat sangat bahagia bersandar di bahu kokoh itu, dia tidak percaya bahwa kini dia dicintai sedemikian besar oleh lelaki di sampingnya.


Mungkin Niken merasa keajaiban ini begitu luar biasa terjadi di dalam hidupnya. Bukan karena Richard putra satu-satunya dari salah satu konglomerat di Indonesia, tapi lebih kepada rasa takjub bahwa ada seorang lelaki yang begitu menginginkan dirinya. Bagi Niken itu adalah anugerah luar biasa yang tak terduga. Karena dia sadar siapa dirinya. Hanya seorang wanita tanpa harta bahkan orang tua


Niken tidak mampu membayangkan bagaimana reaksi orang tua Richard ketika nanti mengetahui putra kesayangan keluarga itu menikahi wanita biasa.


Namun kekhawatiran itu di singkirkan Niken sejauh-jauhnya, dia hanya ingin menikmati bulan madunya bersama lelaki yang kini telah sah sebagai suaminya. Semua kekhawatiran itu menguap perlahan. Niken merasakan keindahan dari cinta buta yang saat ini dia dan suaminya rasakan.


*****************************

__ADS_1


Bagaimana suasana bulan madu pasangan romantis ini di Paris Prancis, dan bagaimana kehidupan mereka setelah kembali ke Jakarta? Stay here dear


To be continue ke BAB 4


__ADS_2