
"Arya apa maksud kamu?" Ayu menatap Arya dengan mengerutkan keningnya dan Kinan langsung berjalan melintasi Arya sambil berkata, "Aku mau menemui Rosa dulu"
Arah pandangnya Arya mengikuti langkahnya Kinan dan saat pria itu ingin mengikuti langkah Kinan, Ayu langsung mencekal Arya, "Kamu mau ke mana?"
Arya menarik lengannya dan kembali berkata dengan nada tinggi, "Lepaskan aku!"
Ayu langung melangkah ke depan dan menahan dada Arya, "Kamu mau ke mana? Kenapa kamu membentakku terus?"
Arya diam mematung di depan Ayu.
Ayu langsung mengelus dada Arya sambil berkata, "Kalau kamu capek, kita kurang dulu aja, yuk! Di sini juga ada Papa dan asisten pribadinya Kak Christian yang menjaga Kak Kinan"
Arya diam membisu.
Ayu kemudian menggelungkan tangannya ke lengan Arya dan mengajak Arya melangkah keluar dari gedung VVIP itu sambil berkata dengan penuh kelembutan, "Kita pulang, ya. Kamu bisa beristirahat dulu"
Arya terpaksa menuruti Ayu walaupun sesekali ia masih menoleh ke belakang, ia mengkhawatirkan Kinan dan ia sangat ingin berada di samping kInan terus saat ini untuk menjadi penopang dan penghibur bagi Kinan.
Kinan duduk di kursi dan menatap Rosa yang berbaring di bed dengan pengawasan ketat pihak kepolisan.
"Kak, apa kabar?"
",Jangan sok baik padaku. Aku sudah tahu semuanya. Kamu sudah berselingkuh dengan Mas Chris selama beberapa bulan ini, kan?"
Rosa menangis sesenggukan dan berkata di sela isak tangisnya, "Maafkan aku, Kak. Aku yang memaksa Mas Chris. Tapi, Mas Chris tidak pernah mencintaiku. Dia hanya mencintaimu, Kak. Bahkan di hari kami mengalami kecelakaan, Mas Chris memutuskan hubunganku dengannya dan aku tidak terima. Aku tidak mau Mas Chris meninggalkan aku. Aku terlalu tamak, Kak. Aku ingin memiliki Mas Chris sepenuhnya. Untuk itulah aku nekat mengejarnya dan nekat menabraknya karena aku ingin mati bersama dengannya. Kalau aku tidak bisa memilikinya lebih baik aku mati bersama dengannya"
Kinan merinding mendengar semua ucapannya Rosa.
"Mas Chris sangat mencintaimu. Bahkan dia tidak pernah tergoda wanita lain selama ini. Dia jatuh ke pelukanku karena jebakanku. Maafkan aku, Kak" Rosa masih berusaha meraih tangan Kinan, namun kInan selalu menepisnya.
"Aku paham kalau Kakak tidak mau memaafkan aku. Aku paham, Kak"
"Aku berterima kasih atas kejujuran kamu. Aku memaafkan kamu. Karena aku, bukan manusia yang sempurna. Aku juga banyak dosa. Aku memaafkan kamu"
Rosa langsung bangun dan membungkuk maju untuk memeluk Kinan sambil berkata, "Terima kasih, Kak. Terima kasih juga Kakak bersedia membiayai semua biaya rawat inap dan oengobatanku"
__ADS_1
Kinan membalas pelukannya Rosa dan berkata, "Sama-sama"
Kinan keluar dari dalam kamarnya Rosa dengan perasan campur aduk. Dia merasa lega karena ternyata suaminya tidak seburuk yang ia bayangkan. Namun, dia dan Arya sudah berhubungan terlalu jauh. Dia bingung harus bersikap bagaimana sekarang ini. Dia masih sangat mencintai suaminya. Namun, dia juga tidak tega jika harus menjauhi Arya.
Kinan celingukan dan papanya yang tengah memangku Arkan langsung berkata, "Ayu dan Arya sudah pulang. Mereka berdua kecapekan. Ayu baru pulang dari Amerika dan Arya juga baru pulang perjalanan bisnis"
Kinan tersenyum dan menganggukkan kepala lalu bertanya, "Papa dan Arkan, kok, tidak masuk ke dalam?"
"Tim dokter tengah memeriksa Christian. Papa takut menganggu mereka"
"Oh" Ayu berkata sembari duduk di sebelah papanya.
Sambil menunggu tim dokter memeriksa Arya, Kinan merenungkan apa yang sudah terjadi di dalam hidupnya dan apa yang sudah ia lakukan. Di sungguh menyesali perbuatannya nekat memadu kasih dengan Arya bahkan nekat berhubungan layaknya suami istri dengan Arya.
Dosa itu memang manis. Nggak ada dosa yang tidak manis. Namun, rasa manis itu hanya bisa kita rasakan sekejap saja. Aku harus mengakhiri hubunganku dengan Arya. Aku harus kembali ke Mas Christian. Batin Kinan.
"Tidurlah Arya!" Ayu menyelimuti Arya dan mengecup bibir Arya.
Arya langsung memejamkan kedua matanya karena ia ingin Ayu segera pergi dari sisinya dan dia bisa pergi ke rumah sakit untuk menemani Kinan.
Arya yang berpura-pura tidur langsung mengumpat kesal di dalam hatinya .
Dengan terpaksa Arya harus menahan diri berpura-pura tidur sampai dia merasakan Ayu jatuh tertidur dengan. sangat lelap. Dua jam menunggu ayu benar-benar tidur membuat lengan Arya yang dipakai bantal oleh Ayu menjadi kesemutan.
Dengan pelan Arya kepala Ayu dan menarik lengannya. Lalu, ia bangun dengan hati-hati dan dengan bangkit berdiri ia memijit-mijit lengannya yang kesemutan.
Pria tampan itu segera menyambar jaket dan kucing mobilnya lalu melesat keluar dari dalam kamarnya untuk kembali ke rumah sakit.
Kinan akhirnya menoleh ke Papanya, "Pa, tolong bawa Arkan pulang. Arkan capek, Pa, kasihan Arkan, dan Papa istrirahat di rumah aja menjaga Arkan. Kinan di sini sendiri nggak apa-apa. Lagian Mas Chris sudah sadar. Kinan ada teman ngobrol kalau Mas Chris bangun"
"Baiklah. Kalau ada apa-apa kabari Papa, ya?!"
"Iya, Pa" Kinan tersenyum ke papanya dan kembali berkata, "Terima kasih, Pa"
Papanya Kinan mengusap kepala Kinan sambil tersenyum dan Arka. mencium pipi Kinan sambil berkata, "Ma, Arkan pulang dulu, ya"
__ADS_1
Kinan mengusap kepala mungilnya Arkan dan sambil tersenyum ia berkata, "Iya, Sayang. Nurut sama Opa, ya??"
"Hmm" Sahut Arkan.
Sepeninggalnya Arkan dan papanya, Dokter Kenshin dan tim dokter rumah sakit tersebut keluar dari dalam kamarnya Christian dan Dokter Kenshin langsung mengajak Kinan berbicara, "Suami Anda tidur saat ini. Tolong jangan diganggu dulu. Saya suntikkan obat yang bisa membuatnya cepat pulih, tapi aka. tertidur cukup lama"
"Tapi, dia akan bangun lagi, kan, Dok?"
"Iya. Dia hanya akan tidur selama delapan jam. Saya juga sudah pasang infus nutrisi selama ia tidur"
"Terima kasih, Dok"
Kinan menunggu Dokter Kenshin dan tim dokter tidak terlihat lagi dari pandangannya lalu ia berputar badan hendak masuk ke dalam kamar rawat inap suaminya, namun tiba-tiba ia merasakan lengannya ditahan oleh seseorang. Ia sontak menoleh, "Arya?!"
"Kamu baik-baik saja, kan? Kamu tidak pingsan, kan tadi? Atau Rosa melukaimu?" Arya menghujani Kinan pertanyaan sembari mengecek tubuhnya Kinan kalau-kalau ada luka di badan Kinan.
"Arya, hentikan mengecek badanku! Aku baik-baik saja"
"Apa kata suami kamu, emm, maaf, maksudku Kak Chris?"
"Mas Chris masih belum bisa berbicara. Mas Chris baru bisa menggerakkan kedua bola mata dan kepalanya"
"Lalu, apa kata wanita selingkuhan suami kamu? Kamu ke kamarnya, kan, tadi?"
"Rosa bilang kalau Mas Chris kecelakaan karena dia tidak rela Mas Chris memutuskan hubungan mereka. Rosa ingin mari bersama dengan Mas Chris dan dia menyesali semua perbuatannya"
Arya langsung duduk lemas di kursi dan menatap Kinan untuk bertanya dengan perasaan was-was, "Lalu, apa keputusan kamu?"
Kinan duduk di sebelah Arya dan menatap pria itu dengan sorot mata sendu.
Arya mulai gusar dan setelah meraup kasar wajah tampannya ia kembali bertanya, "Apa keputusan kamu, Kinan?"
"Apa kamu akan menghargai keputusan aku dan menerimanya dengan lapang dada kalau aku katakan apa keputusanku saat ini juga?"
"Sial! Katakan saja Kinan!" Arya menggenggam kedua tangan Kinan dengan bergetar dan wajahnya tampak risau dan cemas.
__ADS_1