Sweet Sin

Sweet Sin
Lautan Gairah


__ADS_3

Arya bangun tepat di jam empat pagi. Saking bahagianya di justru takut untuk tidur lebih lama, bermimpi lebih lama, dan bangun dengan kecewa. Dia takut Kinan dan Arkan menghilang dari sisinya saat ini.


Arya kemudian mencium pipi Arkan lalu pria tampan itu bersandar ke ranjang dan mengambil buku catatan yang selalu disediakan oleh pihak hotel. Dia menulis di sana,


Malang, 10-1-2023


Pemisah antara cinta dan gairah telah samar


Senyum kamu membuatku terpana


Degup jantung kamu menggugah cinta


Bibir kamu memagut indah asa


Atma mengerang, menghindar


Namun, raga melangkah, mendekat


Aku belum pernah merasa seperti ini, gila!


Perih, was-was, bahagia, bercampur indah


Bibir kita menyatu sempurna


jantung kita berpacu liar bersamaan


Rindu kita terkait erat


Kegilaan kita menindas parah


Jangan! Jangan pisahkan kami wahai takdir yang terhormat!


A❤️K


Kemudian Arya menutup buku catatan itu dan membawa buku itu ke kamarnya. Dia mengunci kamar Arkan dan membuka kamarnya. Dia tersenyum bahagia saat ia melihat Kinan masih meringkuk di dalam selimut.


Setelah memasukkan buku catatan yang berisi puisi hasil karya dadakannya itu ke dalam tas ransel, Arya langsung melompat ke ranjang dan masuk ke dalam selimut. Dia suka memandangi wajah Kinan yang tengah tertidur lelap.


"Dia sangat cantik pas tidur kayak gini. Namun, dia seksi dan luar biasa beda saat ia menyatu denganku. Dia kenapa bisa tercipta sesempurna ini? Dia keibuan sekaligus kekasih yang sempurna. Aku sangat mencintaimu" Arya kemudian mengecup bibir kInan dengan gemas.


Kinan belum membuka mata.

__ADS_1


Lalu, Arya mendaratkan tangan di titik kenyal dan bermain asyik di sana.


Kinan belum juga membuka mata.


Arya tersenyum senang. Kemudian dengan bebasnya ia menciumi wajah Kinan dan saat Kinan membuka mata dan tersenyum ke Arya, tiba-tiba saja gairahnya Arya timbul dan mendesak kuat. "Sial! Sayang, aku menginginkanmu lagi"


"Arkan......."


Arya langsung memotong ucapannya Kinan, "Soal Arkan jangan khawatir! Semalam aku tidur menemani Arkan dan dia baik-baik saja. Sekarang pun Arkan masih tertidur pulas. Tolong lagi, ya, Sayang"


Kinan tersenyum dan sambil mengelus wajah tampan Arya, wanita berwajah lembut itu menganggukkan kepala dan berkata, "Iya, tapi sekali saja. Pinggangku hampir patah, nih. Sangat sulit memuaskan kamu"


"Hahahaha. Salah sendiri kenapa kamu sangat cantik dan menggoda" Arya kemudian memagut bibir kInan dan mengajak Kinan berciuman dengan lembut, kemudian melibatkan lidah dan cukup lama Arya mengajak lidah Kinan berdansa dengan lidahnya sementara tangan Arya bermain asyik di lembah kenikmatan.Hawa dingin kota Malang seketika menjadi hangat.


Arya kemudian menyusupkan wajahnya ke leher Kinan dan memberikan tanda kepemilikan yang semalam lupa ia daratkan. Kinan melenguh dan bergelinjang seperti cacing kepanasan. Arya memang lebih pandai memuja dan menyanjung dirinya bila dibandingkan dengan Christian. Itulah kenapa lambat laun ia akhirnya jatuh ke dalam pelukan pria tampan itu dan hanyut ke dalam buaian cinta pemuda itu.


Saat Arya bangun hendak mengambil alat pengaman, Pintu kamar diketuk oleh seseorang. Kinan langsung melompat berlari ke kamar mandi sambil bajunya. dan Arya kembali memakai kaosnya.


Sambil berjalan ke pintu, ia meraup kasar wajahnya untuk meredakan gairah membara yang belum padam.


"Arkan?"


Arkan langsung melompat ke gendongan Arya sambil berucap, "Apa Mama di sini, Om?"


"Kok, kamu bisa keluar? Mama kamu kalau keluar kamar pasti mengunci pintunya, kan?"


Seorang pria berseragam hotel tersebut muncul di depan Arya dan berkata, "Putra Anda sangat cerdas, Tuan"


"Sayangnya Arkan bukan anakku. Arkan ini keponakanku" Sahut Arya sembari mencium kepalanya Arkan.


"Oh. Emm, tadi dik Arkan menelepon resepsionis dan bilang kalau dia terkunci di kamar 605. Jadi, saya yang membukakan pintunya dengan kunci cadangan, Tuan"


"Oh, begitu. Sebentar, ya" Arya menurunkan Arkan dan bergegas mengambil dompet, "Ini tip untuk kamu"


"Terima kasih banyak, Tuan. God Bless You"


"Sama-sama" Arya tersenyum ke pelayan tersebut lalu ia menutup pintunya. Saat ia berbalik badan, ia melihat Arkan telah berendam di kolam renang. Kolam renang tersebut airnya hangat.


Melihat Arkan asyik berenang, Arya mengetuk pintu kamar mandi dan berkata, "Keluarlah sekarang juga dan beli makanan. Aku bilang ke Arkan kalau kamu beli makanan. Aku akan tutup pintu dan gordyn yang menuju ke kolam renang"


"Oke" Sahut Kinan dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian, Kinan masuk kembali ke kamarnya Arya dan mendapati kedua pria tampan kesayangannya asyik berenang. Melihat Kinan hendak masuk ke kolam renang membuat Arya melompat ke permukaan dan berkata, "Rebahkan dulu badan kamu di kursi malas. Aku akan oleskan lotion ke tubuh kamu biar tubuh kamu tetap lembab, tidak kering, dan terlindungi dari sinar UV matahari"


"Kayak iklan, nih" Sahut Kinan dan Arya terkejut geli.


Arya segera menggosok punggung dan bagian belakang pahanya.


"Terima kasih"


"Dengan senang hati"


Kinan merasa senang bisa merasakan tangan Arya menjelajahi tubuh Kinan dengan tekanan yang tepat dan menimbulkan sensasi yang menggairahkan. Arya bahkan nekat menyentuh titik-titik rahasia dan sensual, yang bahkan belum diketahui oleh Kinan, hingga seluruh tubuh Kinan bergetar.


Kinan bergegas menceburkan diri ke kolam renang sebelum Arya berbuat lebih dan membuat dirinya semakin menggelepar tak berdaya di dalam lautan gairah.


Setelah asyik berenang, Kinan, Arkan, dan Arya, mandi dan berganti baju.


Saat Arya dan Arkan keluar dari dalam kamar mandi yang sama, mereka melihat Kinan berdiri di depan alat pemanggang.


"Apa itu, Ma?!" Pekik Arkan.


"Baunya sedap banget"


"Daging panggang"


Pandangan Arya menatap ke Kinan yang tampak sangat cantik mengenakan dress terusan yang panjangnya sampai ke mata kaki, namun memiliki belahan yang cukup rendah di dada. Dress yang tembus pandang itu memperlihatkan lekuk indah tubuh langsingnya Kinan, "Kelihatannya Enak"


"Iya. Memang enak. Yang namanya daging mau dimasak apa aja tetap enak. Aku juga pesan nasi goreng dan beberapa minuman tadi dan tuh udah sampai. Makanlah dulu sama Arkan"


Arya berbisik di telinga Kinan, "Yang aku maksud enak itu kau. Kau tampak sangat cantik dan seksi pakai baju ini, Kinan"


"Ssstttt! Ada Arkan. Cepat makan sana!


Kinan, Arkan, Arya menikmati liburan mereka di Malang. Di kota dingin dan romantis itu, Arya dan Kinan berkali-kali mereguk manisnya permainan cinta mereka, seperti sepasang pengantin baru.


Akhirnya mereka bertiga pulang dengan wajah semringah dan badan terasa segar. Arya membelikan Arkan mainan yang sangat banyak dan Arkan sangat menyukainya.


Di dalam mobil yang menjemput mereka, Arkan berkata di atas pangkuannya Arya sambil asyik bermain mobil-mobilan yang bisa berubah menjadi robot, "Kalau liburan kita ke Malang lagi, ya, Om"


"Oke" Sahut Arya sembari terus memainkan tangannya di dada Kinan yang tertutup jaket dan Kinan hanya bisa diam membiarkannya. Bahkan saat Arkan akhirnya tertidur karena perjalanan dari bandara ke rumahnya Kinan cukup jauh, Arya nekat mengajak Kinan berciuman.


Saat mereka akhirnya sampai di rumahnya Kinan, mereka disambut Papanya Kinan yang berkata, "Rosa sudah bangun dan Christian juga sudah sadar. Ayu dari bandara langsung menuju ke rumah sakit. Ayo kita langsung ke sana"

__ADS_1


Arya yang tengah membopong Arkan yang masih tidur, langsung mematung mendengar berita yang disampaikan oleh papanya Kinan.


Kinan berputar badan dan sambil mengelus bahu Arya ia berkata, "Ayo kita ke rumah sakit"


__ADS_2