Sweet Sin

Sweet Sin
Rindu


__ADS_3

Kinan menarik tangannya untuk menangkup wajah tampan berondong yang tidak lain dan tidak bukan adalah calon adik iparnya. Setelah menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, Kinan akhirnya berkata, "Aku ingin kita akhiri hubungan kita. Ayu sudah kembali dan Mas Christian sudah sadar. Ini adalah teguran bagi kita untuk menjauhi dosa termanis kita dan ........... Hmmppth"


Arya memagut bibir Kinan dengan rasa frustasi. Lalu, tanpa menunggu lama ia menarik wajahnya dan berbalik badan pergi meninggalkan Kinan begitu saja.


Kinan menatap punggung kekarnya Arya dengan hati yang terasa sakit. Wanita itu meremas dadanya sambil bergumam, "Kenapa hatiku terasa sakit? Apa aku sudah jatuh cinta sama Arya di saat yang bersamaan aku juga jatuh cinta lagi dengan Mas Christian?"


Tiga bulan berlalu sejak hari di mana Kinan memutuskan ikatan dosa termanisnya dengan Arya.


Kinan sibuk mengantar jemput Arkan dan suaminya. Hampir sebagian besar waktunya Kinan ia habiskan di rumah sakit dan Arkan dijaga oleh asisten rumah tangga dengan diawasi oleh Ayu. Ayu yang belum mendapatkan pekerjaan menjaga Arkan di rumah dan selama Ayu belum mendapatkan pekerjaan, wanita itu memilih untuk memundurkan tanggal pernikahannya karena ia merasa malu jika harus bersanding dengan Arya tanpa memiliki sesuatu yang bisa ia banggakan dan Arya setuju-setuju saja.


Sejak dia berpisah dengan Kinan dan wanita itu sibuk mendampingi Christian terapi, Arya menenggelamkan dirinya ke dalam pekerjaan dan selama tiga bulan penuh hubungannya dengan Ayu tidak berkembang.


Hatinya tidak berkembang untuk Ayu, namun klinik Arya makin berkembang dan nama Arya sebagai dokter hewan yang hebat semakin terkenal. Hasil dari kerja kerasnya itu, Arya berhasil membeli sebuah rumah yang lumayan besar dan mewah di dekat pantai tanpa sepengetahuannya Ayu. Entah kenapa ia merasa belum waktunya memberitahukan soal rumah yang dia beli itu ke Ayu karena wanita itu, belum menjadi istrinya. Lagian dia dan Ayu juga sudah memiliki rumah yang mereka beli secara patungan dan itu yang akan menjadi rumah tempat tinggal mereka setelah mereka menikah nanti. Lalu, rumah yang ada di dekat pantai itu untuk apa? Entahlah. Arya belum memiliki jawabannya saat ini.


Ayu membuat es teh di dapur dan saat ia melihat kakak perempuan tercintanya tengah menikmati secangkir cokelat hangat di meja makan untuk melepas lelah, Ayu bergegas menghampiri kakaknya.


Ayu duduk di depan kakaknya dan berkata setelah ia meletakkan es teh di meja, "Arya sibuk tiga bulan ini, Kak"


Kinan tersenyum dan berkata dengan nada berat karena sesungguhnya dia merasa malas untuk membahas Arya. Karena kalau dia mau jujur, dia sangat merindukan pria itu. Dia rindu guyonan pria itu apalagi di saat ia merasa sangat lelah dan stres menghadapi Christian yang moodnya naik turun.


"Kok cuma senyum, sih, Kak? Kasih saran atau sekadar komen, kek" Ayu kemudian menyeruput es tehnya.


"Kakak harus bilang apa? Kalau dia sibuk biarkan dia sibuk dulu. Nanti past ada waktunya kalian bisa menikmati waktu berduaan lagi" Ucap Kinan dengan senyum yang ia paksa karena sesungguhnya dia sedang di dalam kondisi dan situasi ingin tersenyum.


"Lagian ya, anehnya lagi, dia selalu menolak kalau aku suruh njemput ke sini. Kalau aku maksa dia hanya menunggu di dalam mobil dan nelpon, aku sudah di luar gerbang Kamu keluar ya?! Aku malas masuk. Dia bilang gitu, Kak. Aneh, kan?"

__ADS_1


Mungkin dia masih butuh waktu untuk bisa melupakan aku. Batin Kinan.


"Kak! Kok malah bengong? Kakak dengerin aku ngomong nggak, sih?" Pekik Ayu dengan wajah sedikit kesal karena ia dicuekin.


"Oh! Maaf. Kakak cuma capek. Kakak dengerin,kok. Arya mungkin beneran sibuk. Jadi, untuk sekadar masuk dan menyapa dia tidak punya waktu" Kinan kembali mengulas senyum yang ia paksakan.


"Menurut Kakak begitu?"


"Hmm"


"Oke deh. Makasih Kak. Setiap kali habis ngobrol sama Kakak aku selalu merasa lega. Arya sudah mengirim pesan text. Dia menungguku di luar gerbang seperti biasanya. Bye, Kak! Sun sayangku untuk Arkan kalau dia bangun nanti"


"Oke. Ati-ati" Sahut Kinan.


Saat Kinan melihat Ayu sudah keluar dari ruang makan, Kinan bangkit berdiri dan melangkah ke jendela. Ia ingin melihat Arya dari kejauhan.


Arya bergumam di dalam hatinya, kenapa kau melihat dari jendela Kinan? Apa kamu juga merindukanku aku


"Sayang, kapan kamu longgar? Besok hari Sabtu. Kita pergi berlibur, yuk! Aku rindu belaian dan cumbuan kamu, Sayang" Ayu mengelus pipinya Arya dan Arya langsung berkata, "Aku sedang menyetir. Jangan lakukan itu!"


Ayu langsung menarik tangannya dan mendengus kesal sambil berkata, "Sejak aku pulang dari Amerika aku merasakan kalau kau berubah. Kau tidak pernah mengajakku berciuman. Selalu aku yang mengambil inisiatif. Kau juga tidak pernah lagi mau untuk bermesraan di ranjang atau aku menginap di rumah Kakek kamu. Kenapa Arya? Apa karena sekarang ini aku tidak bekerja?"


Arya langsung meminggirkan mobilnya dan menoleh ke Ayu, "Bukan masalah kau tidak bekerja. Aku bisa menghidupi kamu dengan pekerjaanku kalau kau tidak bekerja selamanya"


"Lalu, apa masalahnya? Kenapa kau tidak pernah lagi menyentuhku, menciumku kalau bukan aku yang berinisiatif? Apa aku sudah tidak seksi lagi? Apa ada wanita lain?"

__ADS_1


"Wanita lain?" Arya bertanya dengan nada mengambang.


"Benar? ada wanita lain, Arya?"


Arya terpaksa menggelengkan kepala. Dia hanya mampu menggelengkan kepala dan terus menggelengkan kepala karena dia takut jika hatinya mengkhianati bibirnya dan menyatakan yang sebenarnya bahwa dia mencintai Kinan bukannya Ayu. Namun, dia tidak bisa memutuskan Ayu karena Kinan melarangnya dan dia menuruti perkataan kInan karena dia mencintai Kinan dan itu membuatnya hampir gila.


"Kalau begitu apa masalahnya?"


"Aku hanya........, emm"


"Hanya apa?"


"Aku capek. Oke. Pekerjaanku berkembang pesat dan sepertinya aku belum siap. Aku butuh waktu"


"Oke. Aku akan kasih kamu waktu, tapi berapa lama?"


"Sampai kita menikah. Aku janji akan berusaha siap menghadapi.....sial! semua yang ada di dalam otakku dan hampir membuatku gila" Arya mencengkeram kepalanya dan tanpa ia sadari ia menangis sesenggukkan.


Ayu langsung memeluk kepala Arya dan berkata, "Maafkan aku. Seharusnya aku mendukung karir kamu bukannya malah menghambat karir kamu dengan bersikap kekanak-kanakan dan meminta waktu kamu terus. Itu karena aku juga kesepian Arya. Aku tidak ada pekerjaan dan semua orang sibuk di dunia ini. Semuanya bekerja kecuali aku"


Arya membalas pelukan Ayu sambil berkata, "Maafkan aku. Aku akan berusaha mengembalikan Arya ke kamu sepenuhnya"


"Mas! apa yang Mas lakukan?" Kinan mendelik kaget saat ia melihat semua barang di dalam kamarnya di lempar ke lantai oleh Christian.


"Pergi! Tinggalkan aku! Aku sekarang cacat Kinan! Aku berada di kursi roda. Sedangkan kau masih sangat cantik, seksi, dan sehat. Aku ingin menyentuhmu dan menyatu denganmu, tapi itu tidak bisa aku lakukan dan itu membuatku gila!!!!" Christian berteriak kencang dengan derai air mata.

__ADS_1


Kinan langsung memeluk Christian dan berkata, "Aku nggak menuntut kamu menunaikan tugas kamu sebagai seorang suami di ata ranjang, Mas. Jangan kau jadikan beban"


"Tapi, aku takut kehilangan kamu. Kamu masih sangat cantik dan seksi, Pria di luar sana pasti banyak sekali yang mengincar kamu. Aku tidak mau itu terjadi. Aku sangat mencintai kamu dan aku takut kehilangan kamu" Christian memeluk erat Kinan dan Kinan mengelus punggung suaminya sambil berkata dengan isak tangis pula, "Mas akan sembuh. Mas akan pulih seperti sedia kala dan aku akan menemani kamu melewati semua ini, Mas"


__ADS_2