
Sepeninggalnya Arya, Kinan yang tadinya berpura-pura tidur langsung bangun untuk menghubungi pengacaranya dan meminta pengacaranya tersebut mengirimkan gugatan perceraian ke Christian. Setelah menutup panggilan telepon itu, Kinan mengirimkan bukti rekaman suara dan bukti tes DNA anak Christian dengan wanita lain ke nomer telepon genggam pengacaranya sebagai bukti atas semua perselingkuhannya Christian.
Kinan sudah tidak bisa lagi hidup bersama dengan pria menjijikan dan brengsek seperti Christian.
Setelah menelepon pengacaranya, Kinan kembali merebahkan badan dan mencoba untuk memejamkan mata.
Setelah membuang mematikan puntung rokoknya di atas asbak, Arya kembali masuk dan menengok Kinan di kamar.
Arya berdiri di samping tempat tidur dan sambil menyelimuti Kinan, pria tampan itu bergumam, "Tidurlah yang nyenyak! Jangan memikirkan apapun! Aku akan selalu mendukung dan berada di sisi kamu" Setelah mencium kening Kinan, Arya keluar dari dalam kamar.
Keesokan harinya Arya hanya menemukan sepucuk surat di kamarnya Kinan.
Kinan memutuskan untuk pergi meninggalkan Arya tanpa pamit karena ia tidak ingin Arya terseret dalam kasus perceraiannya dengan Christian.
"Aku pergi untuk pulang dan mengambil Arkan sebelum Christian menyadari kalau aku udah tahu semua soal kebusukannya. Aku akan sembunyi bersama Arkan untuk sementara waktu. Aku tidak mau kamu terseret dalam persoalan rumah tanggaku" Setelah membaca surat yang ditinggalkan oleh Kinan, Arya meremas kertas itu dengan menggertakkan gerahamnya.
Pemuda tampan itu kemudian berlari keluar dan segera masuk ke mobilnya sambil bergumam, "Tega sekali kau melakukan ini padaku, Kinan. Tega sekali kau meninggalkan aku seperti ini tanpa pamit dan hanya meninggalkan secarik kertas"
Setelah memasang sabuk pengaman, Arya langsung tancap gas dan berharap masih bisa mengejar Kinan.
Saat sampai di pekarangan luas kediaman megahnya Christian, Arya langsung melesat turun dan ia dikejutkan dengan kemunculan Christian dari arah dalam.
"Di mana Kak Kinan?" Arya sontak mengepalkan kedua tangannya dan melotot tajam ke Christian.
"Lho, aku justru mau keluar mencarinya. Kinan dan Arkan tidak aku temukan pas aku bangun tadi" Ucap Christian sambil menumpukan kedua tangannya di atas tongkat kayu andalannya.
"Kau sudah cari ke seluruh ruangan?" Tanya Arya.
"Sudah" Sahut Christian dengan wajah yang masih panik dan cemas.
"Sial! Kenapa bisa hilang? Kau ini bagaimana? Kenapa bisa kehilangan Kak Kinan dan Arkan?"
__ADS_1
"Ayo kita cari bareng. Supirku akan mengantarkan kita" Christian memegang lengan Arya.
Arya menepis agak kasar tangannya Christian sambil berkata, "Nggak! Aku akan mencari mereka sendiri" Arya berucap sambil berputar badan meninggalkan Christian untuk masuk kembali ke mobilnya.
Christian menautkan alisnya sambil bergumam, "Ada apa dengan Arya? Kenapa dia sepertinya marah dan benci banget sama aku? Kenapa juga ia tidak bersikap sopan padak?"
Arya langsung melesat ke sekolahannya Arkan dan tidak menemukan keberadaannya Kinan dan Arkan di sana.
Arya menekan pedal gasnya lebih dalam sambil bergumam, "Kinan kau bawa Arkan ke mana? Apa mungkin kau sembunyi di galeri kamu saat ini?"
Satu setengah jam kemudian, Arya masuk ke dalam galerinya Kinan dan langsung bertanya ke karyawannya Kinan yang datang pagi, "Apa Kak Kinan ada di sini?"
"Bu Kinan belum datang. Biasanya Bu Kinan datang jam sembilan" Sahut karyawannya Kinan itu.
"Baiklah! Terima kasih" Arya langsung berputar badan untuk segera berlari masuk ke dalam mobilnya kembali. Arya meraup kasar wajah tampannya dan memukul-mukul kemudi mobilnya dengan berteriak kesal, "Arrgghhhhh! Kinan kau di mana? Kenapa telepon kamu nggak kamu aktifkan?" Arya kemudian menjambak rambutnya dengan kedua tangan sambil kembali bergumam, "Sial! Aku harus mencarimu ke mana lagi, Kinan?"
Arya mencoba mencari Kinan di rumah kakeknya siapa tahu Kinan ke rumah kakeknya, namun nihil. Kinan dan Arkan tidak ada di rumah kakeknya.
"Apa Kinan ke hotel? Sial! Hotel begitu banyak di kota ini. Kinan pergi ke hotel mana?" Arya memijit pelipisnya dan menghela napas panjang.
Arya menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya. Kemudian pria tampan itu berkacak pinggang sambil berkata, "Aku sudah mencarinya ke mana-mana dan tidak menemukan keberadaannya Kinan ataupun Arkan"
"Kau sudah tahu Kak Kinan dan Arkan hilang?" Ayu mengerutkan alisnya.
Kenapa Arya bisa langsung tahu kalau Kak Kinan dan Arkan hilang dan langsung mencarinya. Apa Kak Christian yang memberitahu Arya? Batin Ayu.
"Itu tidak penting. Aku akan mencoba mencarinya ke......"
"Aku? Kenapa aku? Kenapa nggak kita? Kau akan mencari Kak Kinan dan Arkan sendirian?" Ayu semakin mengerutkan keningnya.
Arya langsung mengerem langkahnya dan menoleh ke Ayu, "Bukankah lebih cepat kalau kita berpencar? Kalau mencari berdua, kita akan buang-buang waktu"
__ADS_1
Ayu diam membisu saat menemukan alasannya Arya sangat masuk akal.
Arya lalu melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Ayu begitu saja.
"Iya benar. Nggak ada kata kita lagi. Bukankah aku dan kamu lagi break saat ini? Tapi, kalau aku nggak setuju, berarti aku ini masih berstatus calon Istri kamu, kan?" Gumam Ayu sambil melajukan mobil pelan-pelan.
"Sial! Apa mungkin Kinan membawa pergi Arkan ke luar negeri?" Arya langsung memutuskan untuk melesat ke Bandara Internasional sebelum ia menyusuri semua hotel berbintang lima satu per satu.
"Semoga aku belum terlambat kamu Kinan hendak pergi ke luar negeri"
Christian sampai di kantor setelah pusing mencari anak dan istrinya. Dan saat ia membuka pintu ruang kerjanya, Christian dikejutkan dengan kehadiran pengacaranya Kinan.
"Pak Felix? Kenapa Anda di sini? Apa Anda tahu di mana Kinan dan Arkan saat ini?"
"Saya tidak tahu keberadaannya Bu Kinan dan Tuan muda saat ini. Saya ke sini untuk menyerahkan surat ini"
"Apa ini?" Christian duduk sambil membuka surat itu.
"Itu gugatan perceraian. Bu Kinan menginginkan bercerai dengan Anda secepatnya"
"Apa?! Tapi, kenapa? Aku nggak mau bercerai dengan Kinan. Aku sangat mencintai Kinan" Christian merobek surat gugatan perceraian itu di depan pengacaranya Kinan.
"Karena Anda telah banyak berselingkuh di belakang Bu Kinan"
"Apa?! Selingkuh apa?!"
"Nggak usah menyangkalnya, Tuan. Saya sudah dapatkan semua bukti perselingkuhan Anda. Anda boleh menyangkalnya, tapi Anda tidak bisa berkelit" Ucap pengacaranya Kinan dengan wajah dingin.
"Hei! Kenapa kau memandangku seperti itu? Seolah aku ini menjijikan"
"Karena Anda sudah menyakiti Kinan sahabat saya. Saya menyesal mendukung pernikahannya Kinan dan Anda. Saya permisi"
__ADS_1
Christian hendak mengejar Felix, namun dia terjatuh saat ia bangkit berdiri dengan panik dan melupakan tongkatnya.
Christian kemudian merangkak dan berhasil duduk kembali di sofa Kemudian pria tampan itu bergumam, "Kinan kau di mana saat ini?"