Sweet Sin

Sweet Sin
Bab 6 Puzelle


__ADS_3

Bab 6 Puzelle


Sepulang Bu Minati, Niken terpekur sendirian di sofa ruang tengah. Ada perasaan aneh mendapati situasi keluarga ini. Niken seperti berada di tengah-tengah pusaran air yang menggulung.


Setelah puas dengan kebingungannya, Niken memutuskan untuk menggali lebih jauh tentang keluarga suaminya. Sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikiran polosnya selama ini.


Niken mulai membuka laci dan lemari Richard. Di sudut laci meja kerja Richard, Niken menemukan sebuah majalah Bisnis terbitan lama.


Di halaman headline nya adalah foto keluarga Richard. Di foto itu ada lelaki paruh baya yang di yakini Niken sebagai Ayahnya Richard. Ada Bu Minati, Richard dan satu anak lelaki masih seusia anak kelas tiga SMP.


Di ulas di narasi majalah itu bagaimana Ayah Richard membangun bisnisnya. Bagaimana harmonisnya keluarga mereka. Keluarga bahagia dengan dua anak lelaki. Niken tertegun. Bukankah Richard anak satu-satunya ? atau ini putra Ayahnya dengan perempuan lain namun di samarkan sebagai adik kandung seayah seibu dengan Richard.


Di sudut lain laci itu terselip sebuah foto usang. Foto kakek yang mirip sekali dengan ayahnya Richard. Dia bersama ayahnya Richard dan seorang seusia ayah Richard.


Niken mengabaikan foto itu dan mengembalikan seluruh isi laci dan ketika hendak meletakkan sebuah file dokumen, selembar foto usang lain terjatuh. Foto sepasang suami istri, istrinya sedang hamil tua, di latar belakang foto suami istri itu tergantung di dinding foto kakek yang barusan fotonya ditemukan Niken bersama lelaki itu dan ayah Richard. Niken menganggap itu tidak penting baginya, hingga dia bergegas membenahi kembali meja kerja di ruang kerja Richard.


Ketika hendak meninggalkan kamar Richard, gawainya berbunyi. Telepon dari pemilik Production House yang sering memakai jasanya. Mas Baron, begitu tertulis di layar gawainya.


"Cepat ya Ken, please, aku ngga punya banyak waktu untuk mencari orang lain. Kamu yang terbaik di bidang ini."


Niken bingung. Haruskah dia meminta Richard menemaninya.


Niken menghubungi Richard, namun dia sedang sangat sibuk karena banyak klien dari luar negeri. Namun Richard mengijinkan istrinya untuk menerima job itu. Asal pulang tidak terlalu larut. Niken sangat gembira, sekarang ini bukan tentang materi, namun kepuasan batin.


Baron meminta Niken merubah seorang artis ternama yang langsing dan cantik menjadi gendut dan jelek.


Setelah beberapa waktu, Baron tersenyum puas melihat maha karya Niken yang mampu menyulap wanita itu hingga tak bisa dikenali oleh siapapun.


"Ngga salah aku milih kamu Ken, keren banget, cepat dan mantap."


Niken tertawa dan mengingatkan Baron untuk menambahkan bonus pembayarannya. Baron tertawa geli dan mengacungkan jempol.


******************************

__ADS_1


Richard membawa Niken bersama nya untuk kembali mengikuti terapi penyembuhan trauma. Hari ini hari sibuk bagi Richard, namun dia meluangkan waktu demi kesembuhan diri dan istrinya.


Sesampainya di tempat praktek Psikiaternya, Richard meminta Niken duluan yang menjalani sesi hipnoterapi.


Di ruang hipnoterapi, Niken berbaring santai sembari menggenggam jemari suaminya. Dengan bimbingan Psikiater hebat bergelar Prof di bidangnya itu, Niken mulai masuk alam bawah sadar.


Richard melihat ekspresi berganti di wajah Niken. Sebentar nampak bahagia sebentar kemudian ketakutan dan menangis histeris. Niken terbangun dengan seluruh tubuhnya menggigil dan berkeringat. Saat tersadar dia memeluk erat suaminya Sembari tersedu di dada bidang itu.


Richard menenangkan Niken.


Dokter meminta Niken mengatakan apa yang di lihatnya di dalam alam bawah sadarnya


Niken menuturkan bahwa dia melihat dirinya yang masih kecil berlarian dan bahagia bersama dua orang dewasa seperti ayah dan ibu baginya, namun suami istri itu bukan seperti suami istri yang di tunjukkan fotonya oleh Tante Cyntia sebagai orang tua kandungnya yang telah meninggal.


Di dalam alam bawah sadarnya, Niken melihat dirinya terjebak bersama seorang bocah lelaki di kobaran api. Mereka berdua bergandengan tangan dan menangis bersama.


Lalu Niken juga melihat dirinya dikurung di tempat kecil dan gelap. Sampai di situ Niken tak mampu lagi melanjutkan karena di bangunkan oleh ahli hipnoterapinya.


Yang Niken tidak faham, mengapa wajah orang tua di alam bawah sadarnya terasa sangat familiar, seolah dia pernah melihat di suatu tempat.


Ketika sampai di apartemen, Niken terus memeluk Richard seolah hanya Richard yang bisa membuat dirinya merasa sangat nyaman.


"Honey, gawai mu terus berdering dari kita di jalan, mengapa kamu ngga angkat, mungkin penting."


Saran Niken tidak membuat Richard mengangkat gawainya.


Tertulis di layar gawai itu Ayah kejam. Niken termenung.


Sedalam apa luka Psikologis yang diciptakan seorang ayah pada putranya hingga terlihat begitu dalam luka yang tertinggal.


Niken menatap mata suaminya, di tangkupnya wajah itu dengan kedua tangannya.


"Honey, hadapi kenyataan dihadapan kita, mungkin ayahmu sudah mengetahui keberadaan ku di sisi kamu, menghindar ngga akan ...."

__ADS_1


"Kamu ngga tau seperti apa ayahku honey." keluh Richard sedih.


Niken tetap mendorong suaminya untuk menerima telepon itu.


"Cepat atau lambat kita harus menghadapi ini 'kan?"


Richard mengangguk dan mengangkat panggilan ayahnya dan membuka loud speaker agar Niken bisa ikut mendengarkan.


"Richard, sejak kapan kamu berani menentang ayahmu, aku meminta kamu menikahi Elfa kamu malahan menikahi wanita yang tidak jelas asal dan usulnya. Ceraikan wanita itu atau ayah akan melakukan sesuatu yang tidak pernah bisa kamu bayangkan? Kamu membuat keluarga kita seperti lelucon?" pekik Ayah di seberang telepon.


Richard menatap Niken dan menggenggam jemarinya.


"Keluarga ini memang lelucon Yah, selalu berpura-pura sempurna dan bahagia, hanya untuk menipu publik atas dosa-dosa yang ayah lakukan, apa ayah menyangkal?"


"Cerai diam-diam seperti kamu lakukan pernikahan itu, atau ...."


"Ayah mengancam ku? ingat Yah jangan lagi mengintimidasiku, aku sudah dewasa, jangan coba-coba menyentuh istriku walau hanya sehelai rambutnya."


Terdengar suara tawa menggelegar. Tawa penuh kesombongan lelaki setengah tua.


"Apa yang bisa kamu lakukan Richard, kamu sama naif dan bodohnya seperti selingkuhan ibumu. Dan ingat, segera ceraikan istrimu itu, ku beri waktu hanya satu bulan untukmu membereskan kekacauan ini, jangan coba-coba membawa dia ke depan publik, seleramu sama rendahnya seperti Ibumu!"


Wajah Richard menegang. Warnanya berubah kelam dan tampak menyimpan amarah luar biasa.


Di letakkan nya gawainya di atas tempat tidur. Niken memeluk suaminya, mencoba menenangkan. Perlahan pelukan Niken mampu mengurai kepalan tangan Richard.


"Maafkan aku Honey, kamu sudah mengalami kesulitan sebesar ini saat berada di sisiku."


Richard membalas pelukan Niken.


Niken mengelus punggung lelaki di pelukannya.


"Selama ada kamu di sampingku, ngga ada apapun di dunia ini yang aku takutkan sayang." bisik Niken.

__ADS_1


Richard meminta Niken untuk tidak pernah meninggalkan dirinya apapun yang terjadi.


To be continue ke BAB 7


__ADS_2