
Bu Minati memeluk anak, menantu dan cucunya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Hati-hati di jalan ya, Ibu ngga punya siapa-siapa lagi selain kalian bertiga."
Richard mencium pipi Ibunya dengan haru.
"Iya Bu, Ibu juga hati-hati ya, jaga kesehatan Ibu, berhentilah minum anggur dan apa pun itu yang memabukkan."
Bu Minati mengangguk dan ketika mereka bersiap hendak masuk ke area keberangkatan, Bu Minati melambaikan tangan.
Tujuan Rich dan Niken adalah mengikuti tour dokter Smith keliling Eropa. Namun dokter Smith akan menemui Richard di Swiss dan Italy.
Pertemuan pertama di Swiss
di sebuah hotel, Rich mendapatkan kesempatan pertama konseling didampingi Niken. Evan dijaga oleh assisten sang dokter, untungnya Evan mudah akrab dengan semua orang.
Dalam konseling pertama Rich kembali menjalani hypno terapy. Saat berada di alam bawah sadarnya Rich melihat dengan samar seorang lelaki yang menemui seorang wanita memakai masker.
"Aku mau anak yang kamu asuh itu mati dalam kebakaran yang kita rencanakan. Dia bukan anak kandungmu!"
pertengkaran terjadi, namun si lelaki muda itu menolak keinginan wanita itu.
ucapan itu terus berulang, suara wanita muda itu tak bisa dikenali Rich karena mungkin masih suara diusia muda.
Konseling kedua dan ketiga, di Italy, kejiwaan Richard lebih tenang dan dia tak lagi takut melihat kebakaran atau kobaran api, tak lagi tidur dalam ketakutan, bahkan lebih menakjubkan dia tak lagi membenci Mr. Bramasta. Dan semua itu tanpa obat-obatan penenang. Tidak sia-sia Richard menghabiskan banyak uang untuk pengobatan ini. Kepiawaian dokter Smith mendunia dokter jiwa dan ahli hypno therapy ini sangat ahli di bidangnya.
Richard mengatakan pada Niken, dia sudah tidak percaya siapa pun lagi, selain Niken. Selama puluhan tahun ingatan Richard dimanipulasi dengan rapi. Untuk kepentingan yang diyakini Richard sangat besar.
Tiba-tiba dia berpikir untuk menelusuri kenapa Niken hendak dihabisi, pasti bukan karena Niken adalah istrinya.
__ADS_1
Richard telah sembuh dari luka psicologisnya, namun misteri siapa dalang pembunuhan istri Barata dan siapa pengejar Niken juga apa peran Cyntia di dalam kerumitan itu belum terjawab.
Setelah setengah bulan Richard dan Niken beserta putra mereka kembali ke Jakarta. Setelah selama sisa empat hari terakhir mereka habiskan di Italia dan Spanyol.
Ketika sampai di Jakarta kembali, Richard memilih pindah ke rumahnya sendiri, namun dia membayar begitu banyak body guard di rumah dan kantornya.
Mereka berasal dari jasa bodyguard profesional namun terselubung, sehingga pakaian mereka tidak kaku dengan seragam yang sama. Mereka tampak seperti orang biasa bahkan seperti teman dari Richard dan Niken.
Kenyataan bahwa dia bukan putra Bramasta sangat tidak disukai kakeknya, ayah dari Ibunya. Karena itu artinya, bukan Richard pewaris kerajaan bisnis keluarga itu.
Dari situ telah tergambar, semua ini tentang perebutan kepemilikan perusahaan besar ini. Kalau Mr. Bram tidak memiliki keturunan, lalu bagaimana dengan kelanjutan pewarisnya. Ada Bian adik tiri Richard dari ibu tirinya. Richard seperti tersentak, kemudian dia dan Niken mencoba mendekati wanita yang mengaku istri Mr. Bramasta di depan keluarga besar mereka, tapi tak satu pun catatan pernikahan mereka di temukan.
Belakangan dia bercerita kenyataan yang sesungguhnya, wanita bernama Sania itu adalah istri dari pamannya Richard namun karena dia meninggal dan terlibat hutang milyaran dengan mafia, Sania meminta perlindungan dengan keluarga suaminya. Hutang nya di bayarkan oleh Mr. Bramasta sebagai kakak ipar. Mr. Bramasta juga sangat menyayangi Bian. Keberadaan mereka bagai jarum di tengah pasir. Tak begitu diperhatikan, tak begitu penting.
Richard mencoret Sania dan Nian dari kecurigan.
Di kamar kerja Richard di rumahnya, dia membuat pohon keluarganya sendiri. Dengan tujuan mulai meminta detective Samuel dan teman-temannya menyelidiki semua snggota keluarga mereka. Dari awal lagi.
Samuel mengangkat kedua telapak tangannya di depan dada?
"Ngga mungkin kami saudara kandung seayah. Mustahil , Golong darahku dan Niken berbeda," bantah Richard dengan suara meninggi.
"Ingat kalung liontin yang ditemukan di TKP pembunuhan Bimo? ternyata jauh sebelum pembunuhan itu, ada laporan kehilangan liontin itu di kepolisian oleh Mrs. Cyntia."
"Jadi?"
"Bukan Mrs. Cyntia terduga yang menghabisi kaki tangan penjahat itu."
"Maksud aku bertanya identitas Niken bukan ngga ada maksud Rich, siapa istri mu ini. Cari tahu, kamu dari informan dan kalian dari sisi medisnya. Periksa DNA Niken dan lihat apakah sama dengan nyonya Ratih almarhumah, Tenang masih ada rambut dan barang bukti kebakaran itu di loker tersembunyi. Berkasnya sudah ku temukan. Besok aku bawa sampel rambut itu."
__ADS_1
Richard dan Samuel menghentikan obrolannya. Saat melalui halaman depan dan melihat beberapa Bodyguard profesional di rumah Richard, Samuel geleng kepala.
"Semoga kehidupan kalian bisa kembali normal Rich." ucap nya sambil menepuk bahu Richard.
***********************
Niken mengikuti saran Samuel dan memeriksa DNA nya dengan bandingan sampel dari rambut Almh. Ratih, Ibunya Niken, dan sampel rambut Pak Barata.
Dua Minggu berlalu, dan Niken gemetar ketika hendak membuka hasil test di depan Rich. Dan ternyata kecurigaan Samuel terbukti. Niken bukan putri Ibu Ratih dan Pak Barata.
Niken tersandar dan terisak di pelukan suaminya.
"Siapa kita sebenarnya Rich?"
Richard membelai lembut rambut istrinya.
"Tidak perlu di pusingkan kita siapa sayang."
Keduanya berpelukan erat,
menghibur satu sama lain. Baru sesaat lalu Richard menemukan kenyataan dia bukan anak dari Mr. Bramasta, tapi hanya putra dari Ibunya, sekarang Niken pun bukan putri dari kedua orang tua dalam ingatannya. Padahal Mrs. Cyntia meyakini dia putri Barata yang di selamatkannya.
"Honey, aku ingat seorang lelaki yang mengaku keluargamu dan menguasai rumah yang terbakar itu, dia mencari keberadaan ku, ketika itu aku menyamar untuk bertanya tentang rumah itu, sebelum ingatan masa kecilku pulih. Bagaimana kalau ..."
"Jangan, kita cari tahu dulu masa lalu dia melalui Samuel dan kawan-kawannya. Kita tidak tahu alasan dia mencarimu sebenarnya."
Niken mengangguk dan duduk sambil bersandar di dada Richard. Richard menunduk dan seketika dia menginginkan istrinya.
Keduanya sejenak melupakan peliknya masa lalu keduanya yang sekarang mengancam kehidupan masa depan mereka. Keduanya hanyut dalam keheningan dan sentuhan intens. Richard mencium Niken sangat lama, keduanya saling memberi dan menerima. Menyatukan cinta dan melupakan sejenak kemelut yang menguras emosi dan pikiran mereka.
__ADS_1
Bersambung
Siapa yang bisa menebak siapa ayah dan ibu Niken?