Sweet Sin

Sweet Sin
Bab 20 DNA


__ADS_3

Saat tiba di Rumah Sakit, Niken nengamvul antrian di depan ruang dokter kandungan. Rich protes dan berbisik.


"Bagaima mungkin kamu membawaku ke sini di kerumunan Ibu hamil sayang, kita harus cepat untuk ..."


Niken menarik Rich duduk.


" Kita hanya mengelabui penguntit yang mungkin akan mengikuti kita sayang. Kamu tenang saja, Begitu aku duduk di sini 15 menit kamu pura-pura ke kamar kecil, lalu lakukan test itu dian-diam."


Rich meraih pundak Niken dan membusai rambut indah itu dengan perasaan seolah sangat kagum pada kepiawaian istrinya.


"Kamu hebat sayangku, aku lupa kamu pernah menjadi Natasya." puji Rich. Niken tersenyum.


Setelah Rich selesai, dia kembali menemui Niken di antrian dokter kandungan. Mereka hanya konsultasi sedikit dan tentu saja Niken sehat dan subur.


Mereka keluar dari ruangan dokter dengan tautan tangan mesra.


"Sayang, kamu lihat dua orang di balik tembok berpura ikutan antri dengan kita, mereka terlihat seperti memperhatikan dengan mata berbeda. Coba kita lakukan sesuatu pada mereka.


Rich melirik pada sepasang suami istri yang bersandar di balik tembok ruang tunggu.


Sang suami sibuk dengan gawainya sedang di istri tertidur.


"Iya Bos, mereka benar-benar ke dokter kandungan. Siap!"


Dan tanpa menunggu antrian sampai pada mereka, keduanya bubar dan berjalan menuju mobil mereka dan bergegas pergi.


Niken tersenyum pada Rich karena mereka berhasil mengecoh para penguntit itu.


Keduanya meluncur ke Hotel Prisma, yang terletak di pinggiran kota Jakarta yang terasa lebih asri dan nyaman.


Niken mendapat notif berupa nomer antrian. Sesampai di hotel itu, Niken mengambul kunci kamarnya sendiri. Paket honeymoon Prisma gold Hotel.


"Sayang, kata kamu kita akan menemui ..."


Niken meremas jemari Rich erat.


"Diam sayang, hati-hati siapa tahu lagi -lagi kita diikuti, aku sengaja berpura-pura mengikuti honey moon room di hotel ini. Kita akan ke kamar dokter Smith saat mendapat pemberitahuan lanjut.


Keduanya nemasuji kamar mereka. Ternyata Niken benar, ada seorang mengikuti mereka hingga ke loby hotel, namun ketika Niken dan Rich seolah sedang menjalani honey moon dan hanya masuk ke kamar, orang tersebut berlalu meninggalkan Rich dan Niken


Di kamar yang dirias bagai kamar pengantin itu, membuat keduanya benar-benar honey moon sungguhan. Tiga jam setelah masuk ke kamar dan menikmati indahnya suasana dan pelayanan VVIP spesial. Niken mendapat pemberitahuan untuk masuk ke kamar Dokter Smith.


Saat masuk dan memulai sesi konseling. Dokter Smith tertegun menatap Rich. Cerita Rich tentang trauma penyiksaan berkala yang terpatri di otaknya sebagai perlakuan buruk sang ayah membuat Dokter Smith memberikan Sesi konseling dengan hypno therapy khusus. Rich di tuntun secara cepat menelusuri tiap puzzle di otaknya secara perlahan. Kemudian Rich tertidur setelah dua jam berada di dalam hypo therapy. Keringat mengucur deras di keningnya. Niken menyapu keringat itu sembari menggenggam jemari suaminya erat.


Niken membuka tas dan memberikan sebotol obat penenang untuk mengontrol agar Rich bisa pulih saat mengalami drop mental.


Dokter Smith dan kedua asistennya saling pandang penuh keheranan.

__ADS_1


"Ini justru obat pemicu halusinasi dan ini sangat berbahaya bagi pasien yang ingin sembuh dari trauma. Pasien akan terus terjebak di dalam halusinasi akut dan tak akan pernah menemukan kebenaran pikiran jernihnya." urai asisten Dokter Smith.


(Semua obrolan mereka menggunakan Bahasa Inggris)


Niken terpaku bisu.


Seseorang menginginkan Rich terjebak selamanya di dalam keyakinan palsu dan menganggap segalanya sesuai halusinasi yang dibentuk secara permanen di dalam bawah sadar Rich dan membuat lelaki itu mengalami kondisi mental lebih buruk.


Dokter Smith membangunkan Rich perlahan.


Beliau meminta keduanya kembali lagi jam 7 malam.


Dokter Smith kembali menjelaskan perihal obat yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi Rich.


Tampak mata elang itu terlihat berubah sangat kelam.


Rich dan Niken kembali ke kamar mereka. Keduanya terlihat sangar fresh dan Rich bahkan terlihat lebih ceria.


Dia bercerita, di bawah bimbingan Dokter Smith saat menelusuri ingatannya dia menemukan cerita berbeda, setting berbeda dan sangat mengejutkan.


Wajah kakeknya muncul terlihat sangat bengis. Kakek adalah lelaki berwajah keras dan kejam. Dia ayah dari ibunya Rich. Pengusaha yang lumayan sukses namun kemudian jatuh ke dalam Merger terpaksa di perusahaan Kakek (ayah dari Mr. Bramasta)


Satu kalimat yang terlintas di benak Rich adalah kalimat


"Kamu bocah perusak rencana besarku,  bocah haram dan tidak berguna."


Kini Niken dan Rich semakin yakin ada sesuatu dibalik masa lalu keduanya yang coba dibungkam pelaku pengejar Niken dan dan perusak memory Richard.


Kalau hanya tentang tidak menyetujui pernikahan Richard dengan Niken, tak akan membuat Mr. Bramasta mengotori tangannya dengan membunuh Niken.


Keduanya berkesimpulan, ada hal yang lebih rumit dibalik itu.


Sedikit demi sedikit Niken percaya kepada Mrs. Cyntia. Ada konspirasi jahat di balik identitas keduanya.


Saat konseling akhir di malam itu kembali terungkap fakta, Rich melihat seorang berpakaian serba hitam menyiramkan minyak tanah di rumah Niken alias Kinanti. Orang tersebut mendorong Kinanti kecil masuk dalam kobaran api bersama ibunya dan menarik Rich pergi secara paksa. Rich menggapai-gapaikan tangan dan berteriak nama Kinanti terus menerus.


Air mata Rich mengambang.


"Jangan bunuh Kinantiku, jangaaaaan!"


Tiga jam berlalu dalam hypno therapy itu. Banyak hal tidak sesuai yang terpatri di otak Rich perlahan menemukan jalan kebenaran.


1,Bukan Mr


Bramasta yang menyiksa Richard sepanjang masa kecilnya, mengurung dirinya di ruang bawah tanah bahkan memukulinya.


2.Kinanti sengaja hendak dibunuh dalam kebakaran itu.

__ADS_1


3.Bahkan sampai terakhir Rich di tipu mentah-mentah oleh psikiaternya.


Dokter Smith meminta keduanya kembali menemui dia saat dia berkeliling negara Eropa.


Dokter Smith akan mampu mengungkap misteri itu hingga tuntas dalam tiga kali lagi pertemuan dengan Rich.


Niken dan Rich sangat antusias dan bersedia mengikuti walaupun harus ikut perjalanan itu.


Asisten Dokter Smith memberikan skedul kunjungan Dokter Smith di beberapa negara.


Esok Pagi rombongan Dokter tersebut telah bertolak ke negara lain.


Niken dan Rich kembali ketumah mereka keesokan pagi.


Evan yang terlihat sangat dekat dengan neneknya ketika melihat kedatangan Niken dan Rich, berlari  dan memeluk Niken.


"Kemana saja kalian, srperti ngga punya anak saja, pergi berduaan." celetuk Bu Minati sambil tersenyum menggoda.


"Biasa Bundaku, merefresh cinta dan kadih sayang biar awet, siapa tahu bisa memberi adik lagi buat Evan.


Bu Minati tertawa dan pamit meninggalkan ketiganya saling bercengkrama.


Richard menyiapkan pasport untuk Evan, mereka akan berangkat keliling Eropa dua Minggu dari hari ini.


Itu adalah hari dimana Rich akan mendapat hasil test DNAnya.


Dan waktu itu datang juga, Niken dan Rich sangat tegang saat membuka hasil test itu di dalam mobilnya di pinggir jalan.


Saat akhirnya Rich berani membuka dan membaca hasil itu, Richard menitikkan air mata.


Dia 99.9% cocok dengan Ibu Minati, namun tidak cocok dengan Mr. Bramasta.


Niken memeluk erat suaminya. Richard menangis di bahu istrinya dalam keheningan.


Terungkap sudah identitas diri Richard. Test yang selama ini diyakininya telah dipalsukan oleh seseorang, test yang mengatakan Mr. Bram adalah ayah kandungnya.


Beberapa jam setelah mengetahui identitas dirinya, Richard dan Niken bersama Evan pergi bertolak ke luar negeri.


Dia hanya mengatakan kepada seisi rumah mencoba menenangkan diri atas kejadian mengerikan tentang Bom di mobil Niken dan mereka semua percaya ini hanyalah perjalanan biasa.


"Jangan terlalu lama kalian pergi ya, Ibu kangen dengan Evan."


pinta ibu memelas.


Niken dan Rich memeluk Ibu Minati dengan sayang.


Di sudut dapur Mrs. Cyntia menatap dengan sorot mata haru melihat ketiganya pergi. Dia tahu persis kemana dan apa tujuan keduanya pergi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2