
Kinan akhirnya keluar dari ruang ganti baju dengan mengenakan baju terusan model celana panjang yang sering disebut dengan nama jumpsuit berwarna hijau pupus tanpa lengan. Jumpsuit berbahan katun itu tampak jatuh sempurna di setiap lekuk tubuh Kinan.
Kinan melilitkan syal putih polos di leher jenjangnya sambil bertanya, "Kita jadi pergi?"
"Kau sangat luar biasa memakai baju itu dan aku sangat ingin memamerkan kamu di luar sana. Aku ingin memeluk bahu kamu dan berjalan dengan bangga di samping kamu, Kinan. Sayangnya jagoan kecil kita ini tidak mau bangun" Arya langsung menutup wajah tampannya dengan telapak tangan sambil terkekeh geli.
Kinan berdiri di depan Arya dan ikutan terkekeh geli. Lalu, wanita cantik itu berkata, "Apa kita tunggu Arkan bangun baru kita pergi"
"Sayangnya kita nggak akan keburu sampai di sana" Sahut Arya sembari menarik Kinan untuk duduk di atas pangkuannya dan pria tampan itu meletakkan dagu di pundak Kinan, "Jam sebelas tepat tempatnya sudah tutup dan ini sudah jam setengah sepuluh. Apa kamu masih lapar?"
Kinan mengelus lengan Arya sambil menggelengkan kepala.
"Kalau gitu, kita duduk di balkon saja menikmati pemandangan kota Malang di malam hari dari balkon"
"Hmm" Arkan mengangguk setuju.
Sesampainya di balkon, Arya bergegas duduk dan menarik Kinan agar duduk di atas pangkuannya.
Arya mencium punggung Kinan dan berkata di sana, "Aku bahagia saat ini. Impianku sudah tercapai"
"Selamat, ya, kamu dinobatkan menjadi dokter hewan terbaik dan mendapat gelar profesor atas obat ternak yang berhasil kamu buat dan kamu kembangkan sewaktu kamu masih di Amerika. Obat itu laku keras ternyata. Selamat impian kamu sudah tercapai" Kinan mengelus lengan Arya yang memeluk perutnya.
"Bukan itu impianku. Itu hanya hasil dari kerja kerasku" Sahut Arya sembari menciumi telapak tangan Kinan.
Kinan menoleh ke Arya untuks bertanya, "Lalu, apa impian kamu?"
"Ini impianku. Bisa berlibur dengan wanita yang aku cintai dan dengan seorang anak yang juga aku cintai seperti anakku sendiri. Aku berasa kalau ini adalah keluarga kecilku. Kamu dan Arkan adalah milikku"
Kinan mengusap pipi Arya, "Arya, kau sadar kalau kita ini adalah sepasang pengkhianat? Kau sadar kalau perbuatan kita ini salah. Ini adalah......."
"Dosa termanis di hidupku" Sahut Arya dengan senyum lebar.
__ADS_1
Kinan menatap Arya dengan gamang.
"Sweet Sin. Aku menyebut hubungan kita seperti itu. Ini dosa, ini salah, aku paham, tetapi ini terlalu manis untuk aku buang dan lupakan"
"Arya, kau gila. Apa kau sadar kalau Mas Christian tiba-tiba sadar dan Ayu tiba-tiba balik dari Amerika?"
"Bodo amat! Aku akan berjuang mendapatkan kamu dan Arkan, lalu........"
Kinan langsung membungkam mulut Arya dengan gelapan tangan dan berkata, "Jangan katakan itu! Aku tidak pantas kau perjuangkan karena aku, jauh lebih tua dari kamu dan aku sudah menikah, sudah punya anak Aku tidak bisa kau perjuangkan karena aku, terikat pernikahan"
Arya menarik tangan Kinan dan langsung memagut bibir Kinan. Arya berucap di sela kecupan-kecupan kecil yang ia daratkan di bibir kInan, "Kita lihat saja nanti"
Kinan menarik wajahnya dan berkata, "Aku ini wanita gila dan hidupku tidak lurus dan baik-baik saja, Arya"
Bibir Arya menyunggingkan senyum tertahan, "Aku senang kalau kamu punya kehidupan yang lurus dan baik-baik saja, tetapi aku lebih senang kamu menjadi gila dan liar seperti ini. Kamu unik dana spesial. Aku sangat menggilai kamu, Kinan. Aku sangat mencintai kamu" Arya menarik tengkuk Kinan dan Kemabli memagut bibir manis wanita pujaan hatinya itu
Di saat Arya menyusupkan wajahnya di leher Kinan, Wanita itu menarik diri sambil berkata, "Ada Arkan. Dia bisa tiba-tiba bangun dan memergoki kita"
Arya langsung tersenyum penuh arti dan membopong tubuh Kinan.
"Ke kamarku"
"Tapi, Arkan?"
"Kita kunci kamar ini dan Arkan akan aman"
Setelah mengunci kamarnya Kinan, Arya bergegas membawa Kinan masuk ke dalam kamarnya.
Arya melangkah pelan dan langsung menyusupkan kedua lengannya di pinggang ramping nan seksi. Pria tampan itu kemudian memeluk Kinan dengan sangat erat.
Kinan menghela napas panjang saat ia merasakan degup jantung Arya menyatu dengan degup jantungnya. Kinan menggelungkan kedua lengannya di leher Arya. Lalu, tangan kirinya membelai leher pemuda tampan yang umurnya jauh di bawahnya itu.
__ADS_1
Tangan Kinan terasa begitu lembut dan hangat yang membuat Arya refleks menggigit bibir bawahnya.
Kinan berharap Arya tidak menyadari napasnya yang terengah-engah menahan gairah.
"Bagaimana cara membuka baju seksi ini?" Tanya Arya.
Kinan terkejut geli dan berkata, "Ada ritsleting di bagian belakang. Kau bisa turunkan"
Arya langsung menurunkan ritsleting di punggung Kinan, lalu tangannya bergerak liar ke bawah. Kinan ternyata lebih dari bayangannya Arya. Sudah berkali-kali Arya berdekatan bahkan menyatu dengan Kinan, namun pemuda itu tetap merasa bahwa Kinan lebih dari bayangannya.
Wanita berumur tiga puluh lima tahun itu selalu penuh dengan kejutan. Itu yang sangat Arya sukai. Seperti saat ini, Arya menemukan sesuatu yang membuat gairahnya semakin menggelora, "Kau memakai pakaian dalam ini?" Arya bertanya dengan tangan asyik bermain di bawah.
Kinan langsung melenguh dan menengadahkan wajahnya ke atas sambil bergumam lirih, "Hmm"
Arya langsung menurunkan Jumpsuit-nya Kinan untuk melihat apa yang ada di baliknya.
Mata Arya terbelalak liar saat ia melihat sepasang pakaian dalam berenda yang sangat seksi berwarna hitam pekat sepekat gairahnya saat ini.
Kinan sangat menggoda di bawah sinar bulan yang masih tampak menyapa mereka, di dalam balutan pakaian dalam berenda yang seksi dengan rambut yang masih tampak sedikit basah, merupakan perpaduan yang sempurna untuk membangkitkan kemaskulinannya Arya yang berselimutkan pekatnya gairah nan manis.
Arya segera mendekap Kinan dan menciumi setiap lekuk dan sudut tubuh wanita berwajah keibuan itu. Arya berucap di sela ciuman-ciuman panasnya, "Kau pantas untuk dipuja dan dikagumi Kinan. Kau seorang Dewi. Kau sangat luar biasa cantik" Arya kemudian menggendong Kinan seperti dia menggendong seekor koala. Lalu, ia rebahkan Kinan dengan pelan di atas ranjang. Dia melepas kaosnya dan bertanya, "Kau ingin menyentuh otot di perutku ini?"
"Kau punya tubuh yang sempurna Arya" Ucap Kinan dengan suara serak menahan gairah sambil mengelus dada dan perut Arya.
"Aku suka berolahraga dan fitness. Olahraga yang sangat aku sukai adalah menyatu denganmu"
"Dasar gila" Kinan tersenyum geli sambil menurunkan celana kainnya Arya.
Dan Arya menciumi kembali sekujur tubuh Kinan dan bermain cukup lama di lembah kenikmatan yang membuat Kinan menari-nari indah di atas ranjang sambil bergumam, "Arya! Benar seperti itu.......iya Arya........benar seperti itu"
Arya menyeringai senang lalu dengan cepat ia menyerukan diri saat ia melihat Kinan sudah lebih dari siap.
__ADS_1
Kedua insan itu bagaikan sepasang pengantin baru yang menyatukan raga mereka dengan berbagai gaya, pose, dan tempat. Setelah di ranjang, mereka menuju ke meja bar, dan terakhir mereka menyatu di bathtub sekalian membersihkan diri mereka di sana.
Kinan tertidur lelap setelah dihajar tiga ronde habis-habisan oleh Arya. Setelah menyelimuti Kinan dan mencium cukup lama bibir Kinan yang masih tampak basah dan bengkak akibat ulahnya, Arya mengambil celana kolor dan kaos santai di lemari dan berjalan keluar dari dalam kamarnya. Setelah ia kunci kamarnya, pria tampan itu masuk ke kamar Kinan dan tidur dengan memeluk Arkan. Arya sangat menyayangi Arkan seperti anaknya sendiri. Dia bahkan siap menjadi papa sambungnya Arkan jika Kinan memilih bercerai dengan Christian karena perselingkuhan yang sudah Christian lakukan.