
Kinan berbisik dengan suara serak menahan gairah, "Bukankah kau janji kalau kau tidak akan bertindak aneh-aneh lagi padaku?"
Arya menciumi bibir Kinan sambil berbisik, "Kamu terlalu menggoda untuk dianggurin dan maafkan aku. Kerinduanku yang sangat besar padamu mengalahkan akal sehatku Kinan. Aku sangat ........"
Kinan mendorong dada Arya dan langsung berputar badan untuk berlari keluar dari dalam toilet.
Arya diam mematung menatap pintu yang tertutup. Seolah pintu itu tertutup selamanya untuk dirinya. Seolah pintu ingin menghalangi Arya mendekati Kinan.
Kinan mengusap bibirnya dengan punggung tangan dan wanita cantik berwajah lembut itu tersentak kaget saat salah satu pelayan di rumahnya berkata, "Nyonya, ada seorang wanita ingin bertemu dengan Anda"
"Wanita? Siapa namanya?"
"Namanya Bella dan dia menggendong bayi"
"Aku tidak kenal. Dia paling mau minta sumbangan. Suruh dia tinggalkan nomer rekening saja dan bilang aku akan transfer uang ke rekening itu. Aku malas menerima tamu hari ini. Katakan kalau aku masih sibuk saat ini"
"Baik, Nyonya"
Arya membuka pintu toilet dan langsung mendekap tubuh Kinan dari belakang sambil berkata, "Maafkan aku. Aku berbuat aneh-aneh lagi sama kamu. Maafkan aku jangan marah dan ......."
Kinan mengurai tangan Arya dan melangkah pergi begitu saja meninggalkan Arya.
Arya menghela napas panjang menatap punggung Kinan. Kemudian pria tampan itu masuk ke kamarnya Christian dan ia dikejutkan dengan penampakan Christian yang tengah belajar berjalan dengan memakai tongkat.
Christian tersenyum ke Arya, "Kau sudah datang? Lihat! Aku sudah berhasil berjalan pakai tongkat. Aku sudah mengalami banyak kemajuan. Di mana Kinan? Aku mau kasih lihat ke Kinan hasil usaha dan kesabarannya selama ini telah membuahkan hasil. Hahahahaha, aku bahagia banget. Aku tidak perlu lagi memakai kursi roda, hahahahaha, aku bahagia banget"
Arya yang masih tertegun melihat pesatnya perkembangannya Christian menjawab pertanyaannya Christian dengan wajah dan nada datar, "Kak Kinan pergi ke dapur"
Christian langsung melangkah maju dengan memakai tongkat sambil berkata dengan penuh semangat, "Aku akan ke dapur. Aku mau kasih lihat ke Kinan kalau aku sudah bisa berjalan pakai tongkat. Aku akan. ........."
__ADS_1
Arya refleks menahan lengan Christian. Dia tidak ingin Christian mengganggu Kinan yang tengah menenangkan diri.
Christian menunduk dan melihat tangan Arya, "Kenapa kau menahan langkahku?"
Arya tersentak kaget dan sontak melepaskan lengan Christian sambil berkata, "Maaf! Aku cuma ingin membantu Kak Chris berjalan" Arya terpaksa menambah daftar dosanya dengan berbohong.
Christian menepis pelan tangannya Arya sambil berkata, "Tenanglah! Aku bisa"
Arya berputar badan dengan pelan mengikuti langkahnya Christian dan bergegas maju untuk membukakan pintu. Sat Christian melangkah keluar sambil mengucapkan kata terima kasih ke Arya, Arya menutup pintu dan mengikuti langkah Chrisitan dengan perasaan kacau.
Kenapa dia pulih dengan sangat cepat? Kenapa aku harus menerima kejutan tidak mengenakkan lagi di saat aku sudah bisa mendekati Kinan lagi. Takdir, kenapa kau kejam sekali padaku? Arya mengepalkan kedua tangannya dan menghela nas panjang sambil terus berjalan pelan mengikuti langkahnya Christian.
"Kinan! Kinan! Istriku yang cantik! Di mana kamu?! Cepatlah ke sini dan lihat Suami kamu!" Christian berteriak kencang saat ia sampai di dapur dan tidak menemukan keberadaan istri cantiknya di sana"
Kinan yang tengah menatap derasnya hujan di balkon dan memainkan air hujan dengan telapak tangannya di sana tersentak kaget saat ia mendengar teriakan suaminya. Wanita cantik itu langsung berputar badan dan berlari turun sambil bergumam panik, "Ada apa dengan Mas Christian? Apa dia terjatuh? Padahal kata dokter selama dia masih harus memakai kursi roda, dia tidak boleh terjatuh dengan posisi duduk. Semoga saja Mas Christian..........." Kinan langsung menutup mulutnya dan berhenti di tengah anak tangga saat ia melihat suaminya sudah memakai tongkat dan tidak berada di kursi roda lagi
Arya yang masih berdiri di belakang Christian mendongakkan wajahnya untuk menatap ekspresi kagetnya Kinan.
Christian tertawa senang dan berkata, "Terima kasih, Sayang. Berkat kesabaran dan kerja keras kamu, aku sudah bisa berjalan memakai tongkat sekarang. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu"
Kinan yang tidak menyadari adanya Arya di belakang suaminya, langsung menciumi wajah suaminya dengan derai air mata bahagia. Lalu, wanita itu mencium bibir suaminya dengan penuh kerinduan. Christian membalas ciuman istri cantiknya itu. Pasangan suami istri itu tidak menyadari adanya Arya di sana.
Arya langsung berdeham cukup keras sambil mengepalkan kedua tangannya untuk menahan rasa panas dan perih di hatinya. Dia marah sama Kinan karena Kinan mencium pria lain di depannya. Walaupun itu suami sahnya Kinan, tapi bagi Arya, itu tetaplah pria lain.
Kinan dan Christian tersentak kaget. Mereka berdua sontak saling melepaskan pelukan dan ciuman mereka.
Christian berputar badan dengan pelan dengan mengunakan tongkat dan Kinan menatap Arya dengan canggung.
Kinan merasa dirinya seperti wanita murahan karena telah berciuman dengan dua pria yang berbeda hanya dalam hitungan menit. Kinan merasa jijik pada dirinya sendiri dan sontak wanita cantik berwajah lembut itu berbalik badan untuk berlari menaiki anak tangga sambil berteriak, "Aku mau ambil barangku yang ketinggalan di atas"
__ADS_1
Arya spontan melangkah maju, dia ingin menyusul Kinan urnuk berbicara empat mata dengan Kinan dan Christian langsung bertanya, "Kau mau ke mana?"
Arya dengan sangat terpaksa menghentikan langkahnya dan langsung mengumpat di dalam hatinya, sial! Pria ini benar-benar membuatku kesal.
"Kau mau ke mana?" Christian kembali bertanya.
"Ah! Mau ambil minum di dapur"
"Oh! Kalau kita akan menunggu Kinan di meja makan. Kita makan siang bareng"
Ayu dan Arkan yang tengah asyik bermain bola di halaman belakang masih belum mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah.
Kinan langung bersimpuh di lantai saat dirinya sampai kembali di balkon. Di sana dia menangis sambil memukul dadanya yang terasa sesak. Dia merasa bahwa dirinya begitu menjijikkan mencintai dua pria sekaligus.
Arya terus menatap ke pintu dan berharap kInan segera turun bergabung dengan dirinya dan Christian di meja makan karena dia sangat mengkhawatirkan. Kinan dan ingin segera melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri kalau Kinan baik-baik saja karena dia menangkap Kinan tidak baik-baik saja saat Kinan berbalik badan dan menaiki anak tangga dan berlari tadi.
"Kau libur kalau Sabtu?" Tanya Christian.
"Hmm" Sahut Arya singkat karena pikiran dan hatinya tengah kalut saat ini.
"Apakah kamu keberatan kalau membawaku belajar jalan di sekitar perumahan sore nanti?"
"Tidak" Sahut Arya singkat.
"Baiklah. Terim kasih" Christian lalu menoleh ke belakang dan berkata, "Kenapa Kinan lama banget ambil barangnya di lantai atas?"
"Aku akan naik untuk membantu Kak Kinan dan........"
"Aku di sini dan aku sudah ambil kucir rambutku" Kinan tersenyum ke suaminya bukan ke Arya.
__ADS_1
Arya melihat wajah Kinan dan langsung bergumam di dalam hatinya, apa yang aku pikirkan saat ini, Kinan?"