Sweet Sin

Sweet Sin
Liburan


__ADS_3

"Aku diundang seminar sebagai pembicara sekaligus nanti menentukan penyuluhan ke peternak hewan di daerah Malang-Jawa Timur. Kamu ikut, mau, kan?" Arya berucap sembari terus mengusap rambut basahnya Kinan dan sesekali mendaratkan kecupan ringan di leher wanita berwajah lembut itu


"Aku harus menjaga Mas Christian. Aku menunggu hasil observasinya Dokter Kenshin belum keluar" Sahut Kinan.


"Pergi cuma tiga hari aja. Nggak lama, Kok" Sahut Arya. "Hari Jumat kita berangkat dan hari Minggu sore kita pulang. Arkan libur sekolah, kan, jadi bisa kita ajak. Arkan butuh liburan. Kamu juga"


"Kemarin, kan, kita baru aja pulang dari Jepang"


"Tapi, Arkan nggak ikut" Arya mulai nekat menyusupkan wajahnya lebih dalam ke leher Kinan dan tangannya bergerak di dada Kinan.


"Arya hentikan!" Kinan menepuk tangan Arya yang mulai nakal.


"Aku akan hentikan kalau kamu bilang mau pergi ke Malang denganku"


"Baiklah. Aku mau. Tapi, aku harus pamit sama Papa, dulu" Kinan langsung menyahut cepat dan Saat Arya menarik wajah dan tangannya, Kinan langsung bangkit berdiri dan melangkah lebar meninggalkan Arya untuk mencari Arkan.


Arya tersenyum semringah dan berkata, "Yes! Akhirnya aku bisa liburan dengan Kinan dan Arkan"


Sementara itu, dokter yang menangani Rosa mulai menghubungi pihak kepolisian saat ia melihat kondisinya Rosa sudah stabil. Hanya perlu berlatih berjalan. Dua jam setelah menerima telepon dari dokter yang menangani Rosa, dia orang utusan dari kantor kepolisian berdiri di depan Rosa. Mereka memberikan rentetan pertanyaan yang berkaitan dengan kecelakaan yang melibatkan Rosa dan Christian. Dari jawabannya Rosa, pihak kepolisian akhirnya menetapkan Rosa sebagai tersangka atas kecelakaan yang menimpa Christian. Rosa bersedia menanggung semua hukuman sebagai tindakan pertobatannya. Namun, dia meminta waktu ingin menemui Kinan terlebih dahulu dan menunggu sampai dia pulih benar karena dia masih belum bisa berjalan untuk jarak yang panjang dan waktu yang lama. Pihak kepolisian menyetujui permintaan Rosa dengan catatan mulai hari ini Rosa dijaga ketat oleh petugas kepolisian sampai Rosa pulih dan dibawa ke hotel Prodeo untuk menjalani proses hukumannya.


Setelah mendapatkan ijin dari Papanya, Kinan yang masih merasa muak dengan pekerjaan suaminya langsung mematikan telepon genggamnya. Dia menginginkan keheningan sementara untuk hidupnya. Dia tidak ingin diganggu bunyi dering telepon genggam yang hampir terdengar di tiap menit napas hidupnya. Dia ingin hidup tanpa telepon genggam selama empat hari saja. Lagian Dokter Kenshi. berkata kalau dia butuh waktu satu Minggu untuk mengobservasi Christian. Jadi, pikir Kinan empat hari tidak mengaktifkan telepon genggam tidak akan ada masalah yang berarti.


Rosa menghela napas panjang dan berkata di atas bed, "Kenapa Kak Kinan sulit sekali aku hubungi? Telepon genggamnya tidak aktif terus. Apa aku harus pergi ke rumahnya? Tapi, untuk saat ini aku belum bisa pergi ke sana. Huffftttt! Aku coba hubungi lagi besok"


Sehari sebelum berangkat ke Malang, Arya akhirnya dengan ogah-ogahan mengangkat panggilan Video Call dari Ayu, "Ada apa?" Arya bertanya dengan nada dan wajah datar.


Ayu spontan mengerutkan keningnya, "Kok, ada apa, sih? Aku calon Istri kamu, Arya. Apa tidak boleh kalau aku nelpon kamu? Emangnya kamu nggak rindu sama aku? Sudah berhari-hari kita tidak telponan, tidak melakukan Video Call seperti ini, dan pesan text dariku cuma kamu jawab dengan jawaban singkat seperti, iya, hmm, begitulah, oke, siap. Ada apa, Arya? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu?"


"Kalau kamu nelpon cuma mau protes dan nyerocos nggak jelas kayak gini mendingan aku matikan saja. Aku capek banget dan malas banget mendengar Omelan kamu dan ......."

__ADS_1


"Baiklah. Aku tidak akan nyerocos lagi" Sahut Ayu dengan cepat.


Arya menatap layar telepon genggamnya. Dia melihat wajah Ayu. Wajah wanita yang berwajah manis, tegas, dengan alis mata yang tebal, sudah tidak membuat hatinya terasa hangat dan antusias lagi.


Ayu tersenyum dan menceritakan beberapa kejadian lucu yang Ayu alami di Amerika. Namun, Arya hanya menanggapinya dengan senyum lebar yang dipaksa dan sahutan singkat seperti, hmm, oh gitu, iya lucu banget hehehehehe"


Ayu bisa merasakan ada perubahan pada sikap Arya dan wanita yang terbiasa terbuka itu langsung bertanya, "Ada apa, Arya? Kenapa kau terasa beda?"


"Aku? Ah! Itu hanya perasaan kamu saja"


"Tapi, kamu terlihat tidak antusias menanggapi obrolan kita ini, Arya. Aku bisa merasakannya"


"Itu karena aku capek banget. Maaf" Sahut Arya.


"Kamu capek menemani Papa.mengurus Kak Christian di sela-sela pekerjaan kamu, ya?"


"Hmm"


"Hmm"


"Kalau kamu kecapekan dan sudah tidak kuat lagi, aku akan bilang ke Kak Kinan biar Kak Kinan cari supir dan ......."


"Tidak usah!" Tanpa Arya sadari ia memotong ucapannya Ayu dengan nada tinggi.


"Arya, kamu membentakku barusan?" Tampak ekspresi kagetnya Ayu di layar telepon genggamnya Arya.


Arya tersentak kaget dan langsung berkata, "Maaf! Aku tidak bermaksud membentak kamu"


"Kamu tidak pernah bicara dengan nada tinggi sama aku. Tapi, kenapa kamu......."

__ADS_1


"Maaf! Maafkan aku. Aku cuma tidak ingin Arkan diantar jemput oleh orang lain. aku sayang sama Arkan dan tidak ingin......."


"Baiklah aku mengerti. Aku tidak akan memisahkan kamu dengan Arkan. Tapi, kamu juga harus perhatikan jam istirahat kamu. Jangan kecapekan dan......."


"Iya. Aku janji. Aku tidak akan kecapekan"


"Dan jangan lupa mengisi batere ponsel kamu, jadi aku bisa hubungi kamu setiap hari. Kalau nggak aku bisa sesak napas karena panik dan merindukan kamu, Arya"


"Hmm"


"Aku sangat merindukanmu dan sangat mencintaimu" Ayu menatap wajah calon suaminya di layar ponsel dengan enyum dan sorot mata penuh cinta.


"Hmm. Maaf aku capek banget. Aku mau tidur. aku tutup teleponnya, ya?"


"Iya. Selamat tidur dan mimpi Indah, Sayang"


Ayu tersenyum ke Arya dan Arya membalas senyumannya Ayu, lalu klik! Arya menutup panggilan video call itu.


Arkan sangat gembira ketika kaki kecilnya menginjak hotel bintang lima yang dijadikan tempat diselenggarkannya pertemuan dokter hewan se-indonesia dan pembicaranya adalah Arya.


Melihat Arkan berlari menjauh, Arya langsung menggamit pinggang Kinan dan mendaratkan pagutan singkat di bibir Kinan. Kinan langsung menepuk dada Arya sambil berkata, "Arya! Kalau ada yang lihat gimana? Jangan main cium sembarangan"


"Maaf. Aku sangat bahagia saat ini. Kalau ada yang lihat emangnya kenapa? Nggak ada yang kenal sama kita di sini"


"Suamiku punya toko di sini. Bisa saja alah satu karyawannya lewat di sini dan melihat kita"


"Nggak usah sebut suami kamu di sini" Arya menggeram kesal dan Kinan langsung berkata, "Maafkan aku"


Arya mencium pelipisnya Kinan dan berkata, "Aku mencintaimu"

__ADS_1


Kinan hanya tersenyum menanggapi ucapan kata cinta yang terlontar dari bibir Arya.


__ADS_2