
Ayu mengajak Arya berciuman di depan pintu rumah papanya. Wanita berwajah manis dan bertubuh molek itu kemudian melepas ciumannya saat ia tidak merasakan balasan dari Arya.
Arya menyapa Ayu dan bertanya, "Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Harusnya aku yang bertanya Arya. Kenapa kau tidak membalas pelukan dan ciumanku?" Ayu bersedekap di depan Arya dengan penuh tanda tanya di wajah manisnya.
"Aku......"
"Jangan katakan kalau kau lelah dan kecapekan. Aku sudah bosan" Potong Ayu dengan tatapan tajam.
"Aku memang lelah. Kalau kamu bosan dengan kelelahan ini, lebih baik kita break dulu. Jangan saling bertemu dulu untuk sementara waktu" Arya lalu berbalik badan, masuk ke dalam mobil dengan cepat dan melakukan mobil dengan segera tanpa melambaikan tangan ke Ayu
Ayu mematung di tempatnya berdiri. Kata break dari Arya membuat wanita manis bertubuh molek itu syok.
Arya melajukan mobilnya menuju ke rumah kakeknya dengan penuh amarah. Dia marah dengan semua hal yang terjadi di sekitarnya yang semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapannya. Kecuali soal pekerjaan. Dia marah kenapa kehidupan cintanya serumit ini dan wanita yang benar-benar ia cintai kenapa Kinan bukannya Ayu.
Arya menekan lebih dalam pedal gas mobil ya sambil bergumam, "Aku harap malam ini adalah malam penentuan bagi aku dan Kinan. Kalau Kinan memutuskan untuk menjauhi aku dan kembali ke suaminya, maka aku akan pergi keluar negeri lusa. Tanpa pamit pada siapa pun"
Kinan keluar dari dalam kamar mandi dan dalam kondisi rambut yang masih basah, Christian mendekap tubuh Kinan dari arah belakang.
Kinan berbalik badan dengan pelan dan otomatis masuk ke dalam dekapan suaminya yang masih berdiri dengan bantuan sebuah tongkat.
"Kita duduk di tepi ranjang, yuk! Aku ingin mengeringkan rambut kamu"
Kinan menuruti kemauan suaminya
Christian mengeringkan rambut Kinan dengan handuk sambil sesekali mencium leher putih mulusnya Kinan dan berkata, "Aku sangat merindukan kamu. Apakah aku boleh memakan kamu saat ini juga, Sayang?"
Kinan menoleh dan tersenyum.
"Boleh berarti?" Christian menatap Kinan dengan wajah penuh harap.
Kinan langsung mengelus pipi suami tampannya, "Tentu saja boleh. Kamu adalah Suamiku, Mas. Kamu berhak atas diriku dan aku wajib melayani kamu kapan pun kamu mau"
Christian langsung tersenyum lebar sambil menarik jubah mandi yang menutupi tubuh mulus Kinan dan Christian sangat hapal kalau sehabis mandi, Kinan tidak pernah mengenakan pakaian dalam.
Christian menyusupkan wajahnya di dada Kinan sambil melempar asal jubah mandi itu.
Kinan melirik jam dinding dan wanita cantik itu langsung memekik kaget, "Astaga! Jam tujuh. Waktunya Mas minum obat"
__ADS_1
Kinan hendak bangun untuk mengambil obat dan segelas air minum, tetapi langsung mendesah dan kembali terduduk di atas ranjang ketika Christian menarik tangannya dan langsung mendekapnya erat.
"Mas, kamu butuh minum obat, kan?" Kinan mengelus kepala Christian yang mana si pemilik kepala tengah asyik menarikan lidah di dada istri cantiknya.
"Nanti aja. Aku hanya membutuhkanmu saat ini" Sahut Christian sembari merebahkan Kinan dengan pelan di atas ranjang. Lalu, terjadilah pergulatan panjang nan panas berbalut kerinduan. Satu ronde saja ternyata tidak cukup bagi Christian. Hingga di ronde kedua melepaskan pekik kepuasan secara bersamaan, Kinan dan Christian tertidur dengan saling memeluk satu sama lain. Senyum indah terpancar di wajah keduanya.
Kinan terbangun saat alarm telepon genggamnya berbunyi. Wanita itu dengan cepat mematikan alarm sebelum alarm tersebut menarik suaminya dari mimpi indah saat ini.
Kinan mengelus pipi suaminya dengan penuh cinta dan setelah mengecup kening suaminya wanita itu berganti baju.
Kinan terpaksa keluar dari rumah saat suami dan anaknya telah tertidur pulas. Dia ingin memberikan ketegasan pada Arya.
Wanita cantik bertubuh ramping itu pergi di jam sembilan malam dan mengendarai mobil sedan mewahnya sendirian. Dia sudah terbiasa seperti itu. Keadaan yang telah memaksanya menjadi wanita mandiri yang tangguh.
Arya langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya saat ia melihat wanita pujaan hatinya masuk ke restoran tersebut.
Saat Arya ingin memeluk dirinya, Kinan langsung mendorong dada Arya sambil berkata, "Jangan peluk aku lagi!"
Arya mundur dan kembali duduk di tempat duduknya semula. Arya terus menatap Kinan sambil membatin, apa ini tandanya kalau Kinan memilih Christian? Kinan nggak mau aku peluk lagi. Sial!
"Kamu mau makan apa? Aku sudah pesankan lemon tea hangat kesukaanmu" Arya tersenyum manis ke Kinan.
"Hentikan. Kalau kamu ingin mengatakan hal yang tidak menyenangkan untukku, paling nggak tunggulah dulu sampai aku menghabiskan steak dan jus mangga ini. Aku butuh nutrisi agar otak dan hatiku aman dari terpaan badai yang sepertinya sebentar lagi akan menghancurkan diriku" Sahut Arya sembari menunduk dan mulai memotong beef steak pesanannya yang telah tersaji di atas meja.
Kinan menghela napas panjang dan setelah menyesap lemon tea hangat, wanita cantik itu bersedekap.
"Bukankah itu wanita sombong yang tidak mau kamu temui siang tadi?" Sepasang mata dari meja seberang restoran yang buka dua puluh empat jam itu mengawasi Kinan.
"Siapa pria itu? Dia bukan Christian suaminya, kan?"
Dia wanita yang berada di seberang mejanya Kinan dan tengah mengawasi Kinan itu bernama, "Sofi dan Mawar"
"Iya. Dia bukan Tuan Christian. Tuan Christian lebih tampan dan kulitnya lebih putih dari pria itu" Sahut Mawar sambil menimang bayi.
"Buruan samperin dia mumpung dia ada di sini Siapa tahu setelah berbicara dengannya kamu tidak perlu pergi ke luar kota setelah ini" Ucap wanita yang bernama Sofi.
Mawar nampak ragu. Lalu, wanita yang menimang bayi itu berkata,"Tapi, wanita tadi sudah memberikan uang yang sangat banyak dan......."
"Yang lima juta rupiah mana cukup untuk menghidupi anak kamu selamanya. Buruan samperin dia" Ucap Sofi.
__ADS_1
Mawar menoleh ke Sofi dan Sofi langsung bangkit berdiri dan menarik lengan Mawar, "Cepat berdiri dan samperin dia"
Mawar dengan terpaksa bangkit berdiri dan berjalan pelan menghampiri mejanya Kinan.
Kinan dan Arya sontak menoleh ke wanita yang berdiri di samping meja dengan seorang bayi. "Anda siapa?" Tanya Kinan.
"Saya adalah sekretarisnya Tuan Christian. Saya keluar dari perusahaannya Tuan Christian saat tahu saya hamil dan ......."
"Duduklah dulu" Kinan bangkit berdiri dan membantu wanita yang menggendong bayi itu untuk duduk.
Dia baik ternyata. Lagian, cantik banget. Wajahnya lembut, ramah, dan keibuan. Maafkan, aku, Tuhan, aku telah salah menilai wanita ini tadi siang. Batin Mawar.
Mawar menoleh ke Arya dan Arya langsung tersenyum lalu berkata, "Saya adalah calon adik iparnya Kak Kinan"
"Oh" Sahut Mawar.
Ya, Tuhan! Aku salah mengira kalau pria ini adalah selingkuhan wanita ini. Maafkan aku, Tuhan. Batin Mawar.
"Nama saya Mawar. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas uang yang telah Anda transfer ke rekening saya tadi siang lewat sekretaris Anda" Sahut Mawar.
"Oh! Anda yang tadi siang datang ke rumah saya?"
"Benar" Sahut Mawar.
"Kalau Anda datang ke meja saya cuma untuk berterima kasih, tidak perlu. Saya memberikan uang itu dengan ikhlas" Sahut Kinan dengan senyum ramah.
"Sa....saya.....emm, sebenarnya ......." Mawar masih ragu untuk memberitahukan sebuah kebenaran ke Kinan.
Arya langsung menghentikan aktivitas makannya untuk menatap wanita itu.
"Katakan saja! Jangan ragu"
"Saya mohon maafkan saya untuk semua kesalahan yang sudah saya perbuat" Wanita itu kemudian memunculkan kepalanya dalam-dalam di depan Kinan.
"Ada apa? Apa kesalahan yang telah anda perbuat pada saya? Saya belum pernah bertemu dengan Anda sebelumnya" Kinan langsung menyatukan kedua alisnya.
"Ini hasil tes DNA anak ini. Tuan Christian yang memaksa saya melakukan tes DNA lima bulan yang lalu. Anak ini, anak saya ini berumur lima bulan sepuluh hari dan anak ini adalah......."
Kinan menatap nanar kertas hasil tes DNA anak itu sambil bergumam, "Anaknya Mas Christian.
__ADS_1
Arya sontak tersedak air liurnya sendiri karena kaget.