Sweet Sin

Sweet Sin
16 Hot Papa


__ADS_3

Beberapa hari setelah Natasya pergi. Di ruang makan keluarga Bramasta yang dingin dan penuh basa basi kemunafikan Richard duduk dengan wajah berseri.


Hari ini ibu tirinya bahkan datang untuk ikut makan malam, karena Richard yang mengundang.


Bu Minati seperti biasa dengan wajah innocent dan selalu dengan pemikiran polos dan positifnya duduk tanpa memperhatikan sekeliling meja. Dia bahkan dengan manis bertanya.


"Rich, ada apa kamu mengumpulkan kami semua?"


Richard hanya tersenyum bahagia.


"Rich akan membawa anggota baru ke dalam keluarga ini, mengenalkan kepada kalian semua."


Lalu dengan senyum masih terukir di wajahnya, Rich mengangkat gawainya.


"Ya honey, kamu sudah sampai dimana?"


Semua mata menatap ke arah Richard dengan heran.


Sebutan Honey hanya diperuntukkan Richard bagi Niken, satu-satunya wanita yang dicintainya.


Beberapa saat kemudian Mrs.Cyntia masuk.


"Mr. Rich, nona dan tuan muda sudah sampai."


Richard mengangguk, dan meminta Mrs.Cyntia membawa keduanya masuk. Semua terlihat heran.


Selang beberapa saat kemudian, Niken masuk sembari menggendong Evan. Semua mata terbelalak hebat kecuali Bu Minati yang terlihat cuek dan santai bahkan masih tetap menyuap makanannya.


"Ini pasti cucu keluarga Bramasta, wah keren kamu Niken bisa selamat dari kecelakaan itu bahkan sekarang kembali sebagai ratu karena membawa keturunan keluarga ini." celoteh Bu Minati santai. Dia berdiri dan mengambil Evan dari gendongan Niken.


"Bocah ini terlihat persis seperti putra berhargaku Richard saat seumur ini. Hanya yang membedakan matanya. Mata Evan mirip Niken."


Richard tersenyum bahagia, Niken duduk di kursi tepat diantara Richard dan Ibu Minati.


Semua terlihat antusias dengan kehadiran Evan dan Niken. Berbagai komentar positif hadir atas kembalinya Niken dengan selamat di keluarga Bramasta.


Kecuali Tuan Bramasta, wajahnya seketika pucat dan tak bisa menyembunyikan keterkejutan maha dahsyat di bola matanya.


Senada dengan keterkejutan itu, Mrs. Cyntia pun tampak berwajah datar. Raut wajahnya menyiratkan sebuah sketsa rasa yang sulit untuk dibaca.


"Dimana kamu tahu dia putramu Rich? Seyakin itu kamu pada wanita yang baru kembali setelah 2.5 tahun lebih menghilang? Siapa tahu dia ..."


Richard menatap tajam pada Ayahnya. Mata elang itu berkilat.


"Kenapa? Ayah ingin menuduh Niken seperti ayah menuduh Ibu? Aku tidak sebodoh Ayah!"


Tuan Bramasta tersenyum sinis, lelaki setengah tua itu melempar serbet makannya dan berlalu meninggalkan ruangan makan.

__ADS_1


*******"********************


Evan tertidur di dalam ranjang kecil di sudut kamar Richard, bocah berusia hampir dua tahun itu terlelap karena kelelahan. Richard menciumi Evan, dibelainya Kepala Evan dengan penuh cinta. Wajahnya bersemu merah, seakan menahan runtuhnya air mata.


Niken menghampiri dan menyentuh bahu suaminya.


Richard menghadap ke arah Niken dengan haru.


"Aku seorang Ayah sayang, aku menjadi ayah sekarang."


Akhirnya tangis yang ditahannya pecah di dalam pelukan Niken.


"Iya sayang, kamu seorang ayah, hot papa yang sexi."


Niken mencubit hidung mancung suaminya. Richard menghapus air matanya dan mengangkat Niken sembari berputar-putar.


Dan ketika lelah dia menarik Niken ke atas ranjang sembari saling berbaring berhadapan.


"Hidup ku terasa ajaib sayang, kamu salah satu keajaiban yang tiba-tiba menyeruak tanpa bisa kucegah, datang menyentuh hati ini, lalu kamu menghilang dan sekarang hadir kembali bersama satu anugerah lagi, Evan. Aku ngga perlu apa pun lagi di dalam hidup ini."


Keduanya saling mendekat.


"I Miss you honey. Very Miss you." ucap Richard lembut, disambut Niken dengan ucapan yang sama. Mereka saling meraih dan mendekat lebih mesra.


Baru saja Niken memejamkan mata untuk menyambut ciuman suaminya, suara mengejutkan membuat mereka saling menjauh satu sama lain. Dan ketika sadar itu suara Evan yang memanggil


Keduanya tertawa bersamaan, sementara Evan garuk-garuk kepala.


Bocah lelaki tampan yang persis banget dengan papanya itu melompat ke pelukan Niken, segera Niken membawanya ke kamar mandi.


Kembali dari kamar mandi, Evan menghampiri Richard dan menyentuh tangan kokoh Papanya.


"Om kenapa satu kamar sama Mamanya Evan?"


Richard berjongkok dan mencium pipi Evan lembut.


"Jangan panggil Om ya sayang, panggil Papa atau ayah."


Evan menatap Niken dengan raut wajah heran dan tampak bingung. Niken ikut berjongkok dan mencium pipi putranya.


"Ini Papanya Evan, kan mama pernah bilang akan mencari Papa saat mama pergi. Ya ini dia Papanya Evan."


Bocah lelaki tampan dengan sorot mata teduh itu memeluk Richard. Richard kembali terharu, semua kesedihan seperti menguap dari dirinya. Richard memeluk Evan penuh rindu.


Nampaknya perlahan Evan membuat Richard sangat jatuh cinta, Richard bahkan tak terlihat sebagai lelaki yang tidak menyukai anak kecil. Mungkin kehadiran Evan menyembuhkannya secara frontal.


Yang terlihat saat ini Richard yang sangat jatuh cinta pada buah hatinya bersama Niken.

__ADS_1


Untuk beberapa saat Rich dan Niken mengabaikan banyak misteri yang belum terungkap. Mereka menikmati kebersamaan sebuah keluarga kecil.


Ketika Richard mengajak Niken untuk pindah ke rumah barunya atau ke apartemen lama, Niken memilih tetap tinggal dirumah besar keluarga Bramasta.


Menurut Niken di sini lebih mudah mengontrol kejahatan yang mungkin saja akan muncul lagi tanpa bisa dinyana.


Niken tidak siap mengalami hal yang sama.


Samuel pun berpendapat sama dengan Niken. Keselamatan Niken dan Evan di pertaruhkan.


Richard mengalah dan tetap berada di rumah orang tuanya.


Hari ini Richard mengajak Niken dan putranya untuk jumpa pers, justru ketika sang Ayah melarang untuk mengabarkan kepada siapa pun status Richard dan keberadaan Niken dan Evan. Karena semua orang hanya tahu Richard akan menikahi Ersa putri politisi ternama dan berpengaruh.


Namun tak ada yang lebih penting dari melindungi kedua orang yang paling dicintainya itu. Dan salah satu cara adalah dengan memblow up berita status pernikahannya dan keberadaan anaknya.


Dia juga akan menceritakan tentang menghilangnya Niken akibat kecelakaan mobil 2.5tahu. Lalu yang kasusnya masih diselidiki hingga detik ini.


Jumpa pers pertama gagal karena disabotase Pak Bramasta dan Ayahnya Ersa. Namun Richard tak ambil pusing hanya dalam tempo 15 menit dia mampu mengumpulkan semua wartawan online dan offline. Dengan perjanjian bahwa sebagian bersedia melakukan siaran langsung. Mencegah disabotase kembali berita yang akan diangkat.


Dan tanpa bisa dicegah hari ini Richard mengenalkan dirinya sebagai pria beristri dan memiliki seorang putra dari pernikahannya.


Jagad dunia Maya dan dunia nyata gempar oleh Kabar mengejutkan itu. Tidak ada yang pernah mengira seorang Richard Andrew Bramasta putra tertua pewaris kerajaan bisnis Bramasta Corporation telah menikah secara diam-diam.


Sebagian ikut bahagia dan memuji betapa cantik istri Richard, namun sebagian lagi merasa iri dan mempertanyakan latar belakang istri Richard.


Bahkan ada beberapa netizen membuat kalimat


"Cinderella zaman now."


Selama beberapa hari berita itu menjadi headline di semua berita.


Ersa menemui Pak Bramasta dan menyatakan ayahnya sangat kecewa pada keputusan Richard.


"Ayah mencabut dukungan kepada Om, atas semua hal yang menimpa om di masa lalu, ingat om ayah masih memiliki rekaman dan file kasus kebakaran itu, ayah ..."


Pak Bramasta tertawa sumbang.


"Dan jangan lupa saya juga punya banyak sekali bukti jalan hitam ayahmu, korupsi dan dukungan dari black Corporation, semua masih saya simpan, hanya tinggal satu klik di layar hand phone saya dan beberapa orang kepercayaan saya, karir ayah mu tamat!"


Ersa berlalu dengan wajah tersaput mendung, dia memang tidak benar-benar mencintai Rich, dia hanya mengikuti alur permainan ayah dan Pak Bramasta. Namun sedikit banyak dia merasa sangat malu karena wanita yang mengalahkannya adalah orang yang dikenalnya sebagai tukang rias bayaran.


Ersa berpapasan dengan Mrs. Cyntia di lorong menuju ruangan Mr. Bramasta.


Ersa tidak menyadari tatapan tajam dari Mrs. Cyntia.


To be continue Bab 17

__ADS_1


__ADS_2