Sweet Sin

Sweet Sin
Sadar


__ADS_3

Ayu terhenyak lemas di kursi penunggu yang ada di depan ruang ICU setelah ia mendengar keterangan dari dokter, "Calon suami Nona mengalami koma. Entah sampai berapa lama kita nggak tahu. Luka di sekujur tubuhnya cukup parah. Tulang rusuk patah tiga dan tulang kaki yang sebelah kanan juga patah. Pendarahan di otak juga cukup parah. Kami akan terus pantau pasien"


Ayu menunduk dan menangis sesenggukan, "Kenapa ini terjadi di keluargaku? Kak Kinan dan Arkan hilang. Sekarang Arya koma. Lalu, Mas Christian juga belum pulih benar. Kenapa? Huhuhuhu"


Papanya Ayu datang dan duduk di sebelahnya Ayu untuk memeluk dan menenangkan Ayu. Namun, tangisnya Ayu semakin deras.


Papanya Ayu mengelus punggung putri tercintanya sambil berkata, "Arya anak yang kuat. Dia mampu berjuang untuk tetap hidup"


Tiga bulan kemudian.


Christian sudah bercerai dengan Kinan dan belum menemukan keberadaannya Kinan dan Arkan.


Papanya Kinan dan Ayu bagikan tersambar petir mendengar kabar perceraiannya Christian dan Kinan. Papanya Kinan bahkan menampar Christian saat pria itu tahu menantu kebanggannya kerap berselingkuh bahkan memiliki seorang anak di luar nikah.


"Tanggung jawablah, Chris! Jangan kau tambah lagi dosa kamu dengan menelantarkan anak kandung kamu. Nikahi wanita ini!" Papanya Kinan menunjuk ke wanita yang hadir sebagai saksi di persidangan perceraiannya Kinan dan Christian.


Akhirnya satu Minggu setelah perceraiannya dengan Kinan, Christian menikahi wanita yang sudah melahirkan anak kandungnya di luar nikah.


Arya dibawa pulang dan dirawat di kediaman kakeknya Arya dengan peralatan medis yang lengkap menempel di tubuh Arya dari wajah sampai ke dada. Kedua punggung tangan Arya juga terpasang infus.


Ayu yang sudah bekerja selalu meluangkan waktu menjenguk Arya untuk mengelap badan Arya dan mengajak Arya mengobrol. Arya biasanya hanya diam, namun di hari ini, Ayu tersentak kaget saat ia merasakan jari jemari Arya bergerak pelan, kemudian menggenggam erat tangan Ayu.


Ayu sontak tertawa senang dan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Arya untuk berkata, "Sayang, ini aku? Buka mata, Sayang!"


Ketika Ayu melihat bibir Arya bergerak-gerak pelan, Ayu relfeks melepas moncong oksigen yang terpasang di wajah Arya untuk mendengar degan jelas apa yang Arya gumamkan. Ayu mendekatkan telinganya dan ia mendengar Arya menggumamkan, "Kinan, Kinan" Dengan nada lirih dan lemah.


Ayu tersentak kaget dan langsung menegakkan wajahnya. Dia menatap wajah Arya dan sembari memasang kembali moncong oksigen, Ayu bergumam, "Kenapa Arya memanggil Kak Kinan? Apa dia masih penasaran di alam bawah sadarnya karena pas dia mengalami kecelakaan, Kak Kinan,kan, belum berhasil ditemukan" Ayu kemudian menghela napas dan berkata, "Bahkan sampai detik ini pun, Kak Kinan dan Arkan belum berhasil ditemukan"


Ayu kemudian berlari keluar dari dalam kamar untuk memanggil perawat yang tinggal di rumah kakeknya Arya. Perawat itu ditegaskan memantau kondisinya Arya setiap hari.


"Sus! Tangan Arya bergerak, sempat menggenggam erat tangan saya beberapa detik, kemudian ia bergumam. Tolong periksa, Sus!"


Perawat tersebut segera berlari ke kamera Arya sambil menelepon dokter yang menangani Arya.


Beberapa jam kemudian, dokter dan perawat itu menatap Ayu dan berkata, "Pasien masih koma. Dia menggumamkan apa? Apa Anda mendengar gumamannya?"


Ayu langsung menurunkan bola matanya dan merengut. Di kecewa karena kondis Arya ternyata masih tetap sama. Lalu, wanita manis menatap dokternya Arya dan berkata, "Iya. Dia menggumamkan nama Kakak saya" Sahut Ayu.


Dokter yang menangani Arya langsung berkata, "Sebaiknya Anda membawa Kakak Anda ke sini. Saya rasa hanya Kakak Anda yang bisa membuat Arya bangun dari komanya"

__ADS_1


"Masalahnya, Dok, Kakak saya pergi dan semuanya tidak tahu di mana Kakak saya sekarang ini"


"Lebih baik cari Kakak Anda dan bawa ke sini. Hanya kakak Anda yang mampu membuat pasien bangun dari komanya.


Sepeninggalnya dokter tersebut, Ayu menelepon pengacara pribadi kakaknya dan bertanya, "Apa betul kau benar-benar tidak tahu di mana Kak Kinan dan Arkan berada saat ini?"


"Hmm" Sahut pengacara tersebut.


"Kau tidak sedang membohongi kami semua, kan? Kau adalah sahabatnya Kak Kinan. Wajar kalau aku curiga kamu sebenarnya thu di mana Kak Kinan dan Arkan berada saat ini"


"Kenapa emangnya? Ada masalah apa sampai kau mencurigai aku seperti ini dan mendesak aku untuk mengatakan kebenarannya?"


"Arya sempat menggerakkan tangannya, menggenggam erat tanganku beberapa detik, namun ia menggumamkan nama Kak Kinan sebanyak dua kali. Dia tidak menggumamkan namaku. Kata dokter hanya Kak Kinan yang mampu membuat Arya sadar dari komanya. Tolong kau beritahu Kak Kinan so ini kalau kamu bisa terhubung dengan Kak Kinan"


"Hmm" Sahut pengacara itu.


Kinan yang tinggal di Jerman berdua saja dengan Arkan, selalu berkomunikasi dengan pengacaranya pribadinya yang sekaligus adalah sahabat baiknya. Dengan pengacara pribadinya itu, Kinan mengakui perasaannya pada Arya dan dari pengacara pribadinya, Kinan selalu mendapatkan kabar terbaru kehidupan Christian, Ayu, papanya, dan Arya.


Kinan menghela napas panjang dan tanpa ia sadari ia menitipkan air mata saat sahabatnya mengatakan bahwa Arya menggumamkan namanya sebanyak dua kali dan kata dokter hanya dia yang mampu membuat Arya sadar dari komanya.


"Demi kemanusiaan, pulangnya! Lagian suami kamu juga sudah menikah lagi. Kamu dan Chris juga sudah bercerai. Aku rasa kamu dan Arya bisa......."


"Tidak! Aku tidak tega menyakiti Ayu. Aku tidak bisa mengatakan kalau aku dan Arya punya hubungan istimewa di masa lalu. Tidak! Aku belum siap"


Kinan mendekap erat telepon genggamnya setelah ia mematikan sambungan teleponnya dengan sahabatnya itu. Lalu, wanita yang berwajah sangat cantik dan keibuan itu menangis sejadi-jadinya di dalam kamarnya.


Dua hari kemudian.


Kinan muncul di kediamannya kakeknya Arya di pagi hari dengan menggandeng tangan mungilnya Arkan. Kakeknya Arya yang tengah menjalani terapi di Amerika tidak menyambut kedatangannya Kinan dan Arkan. Perawat yang merawat Arya yang menyambut Kinan dan Arkan.


"Anda siapa?" Tanya perawat tersebut.


"Saya kakaknya Ayu. Nama saya Kinan"


"Oh! Ternyata Anda yang bernama Kinan. Anda cantik sekali. Anda memiliki paras yang sangat berbeda dengan Nona Ayu. Jadi, maaf kalau saya tidak bisa langsung mengenali kalau Anda adalah kakaknya Nona Ayu"


"Iya. Ayu mirip dengan Papa saya dan saya mirip dengan almarhum Mama saya" Sahut Kinan dengan senyum ramah.


"Ini Putra Anda?"

__ADS_1


"Iya. Nama saya Arkan" sahut Arkan.


"Wah! Putra Anda sangat tampan dan pintar"


"Terima kasih. apa saya bisa menjenguk Arya sekarang?"


"Bisa. Pasien terus menggumamkan nama Anda. Saya rasa, pasien akan sangat senang mendengar suara Anda. Silakan Anda masuk ke dalam! Saya akan menjaga Putra Anda di ruang keluarga"


"Terima kasih, Sus"


Kinan melangkah pelan mendekati ranjang setelah ia menutup pintu dan menguncinya. Dia menggenggam tangan Arya dan seketika itu ia mendengar Arya bergumam, "Kinan, Kinan"


Kinan melepas moncong oksigen dari wajah Arya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Arya untuk berkata, "Aku di sini Arya. Aku pulang menemui kamu. Bangunlah!"


Tiba-tiba Kinan merasakan tangan Arya menggenggam erat tangan Kinan dan kedua kelopak mata Arya mengerjap beberapa kali lalu terbuka secara perlahan.


Kinan tersentak kaget dan refleks Kinan tersenyum sambil berkata, "Hai!" Dengan canggung.


Arya langsung mengangkat tangannya untuk mengelus pipi Kinan dan berkata, "Aku sangat merindukan kamu, Kinan. ini bukan mimpi, kan?"


Kinan tersenyum dan di titik air mata yang kedua, wanita cantik itu berkata, "Ini bukan mimpi. Bangunlah! Jangan tidur lagi! Aku ada di sini sekarang"


"Untuk apa kamu berada di sini?" Tanya Arya dengan suara lemas dan sorot mata redup. Tangan Arya terasa bergetar di pipi Kinan. Kinan langsung menggenggam tangan itu dan tersenyum dengan derai air mata.


"Jawab Kinan! Untuk apa kamu berada di sini?"


"Untuk kamu"


"Apa ini artinya kamu akan mengakui cinta kita berdua kepada semua orang? Kamu akan menikah denganku?"


Kinan langsung membenamkan wajahnya yang penuh air mata di dada Arya dan hanya mampu mengeluarkan isak tangis.


"Aku akan bangun dan menunggu jawaban kamu. aku jadi punya semangat hidup karena aku menunggu jawaban dari kamu"


Kinan kemudian mengangkat wajahnya dari dada Arya lalu berkata, "Aku akan panggil suster untuk memeriksa kondisi kamu dulu" Kinan mengusap air mata di wajahnya dan terkejut saat Arya menarik tengkuknya dan mengajaknya berciuman.


Kinan menarik paksa bibirnya dan langsung mendelik ke Arya dan berkata, "Arya! Kau masih lemah kenapa menciumku?"


"Karena kamu adalah napas hidupku. Aku perlu mencium kamu biar jantungku kuat kembali sebelum diperiksa oleh dokter"

__ADS_1


Kinan merona malu dan berkata, "Bisa-bisanya kau bercanda di saat seperti ini"


Dan di saat Arya hendak menarik tengkuk Kinan lagi, Kinan bergegas bangkit berdiri dan berlari keluar untuk memanggil perawat.


__ADS_2