Sweet Sin

Sweet Sin
Sweet Sin


__ADS_3

Perawat menyatakan kalau Arya benar-benar telah siuman dari tidur panjangnya dan Kinan menghela napas panjang, "Syukurlah"


"Anda benar-benar mampu membangunkan pasien yang sudah koma selama tiga bulan. Bener kata dokter. Kita tunggu dokter datang untuk memeriksa pasien lebih detail lagi" Sahut perawat tersebut.


"Baik, Sus. Terima kasih" Kinan tersenyum ke perawat tersebut.


Arya terus menatap wajah Kinan.


"Arkan kangen sama om" Arkan yang duduk di tepi ranjang, mengusap pipi Arya.


Arya menoleh pelan ke kiri dan berkata dengan suara yang masih terdengar, lirih, sedikit serak, dan lemas, "Om juga kangen banget sama kamu, jagoan kecil" Arya tersenyum lebar ke Arkan.


"Om Arya masih lemah dan butuh istirahat Sayang. Kita duduk di luar, yuk! Sambil menunggu dokter datang"


"Aku mohon jangan pergi! Kalian berdua tetaplah di sini! Aku takut kehilangan kamu dan Arkan lagi" Arya sontak mengangkat badannya untuk bangun.


Kinan sontak berlari mendekati Arya dan menahan dadanya Arya dengan pelan sambil berkata, "Jangan bangun dulu! Kita tunggu keterangan dari dokter dulu"


"Jangan pergi!" Arya menggenggam tangan Kinan.


"Iya. Aku dan Arkan akan menunggu di sini" Kinan berucap sembari duduk di tepi ranjang di sebelahnya Arkan.


Perawat duduk di sofa dan berkata, "Pasien sangat menyayangi Anda dan putra Anda, ya, Nyonya"


"Arkan dan Kinan adalah napas hidup saya, Sus" Sahut Arya masih dengan suara serak dan lemas.


"Arya!" Kinan mendelik ke Arya.


Perawat itu kemudian tersenyum dan memilih untuk diam membisu.


Dua jam kemudian, dokter melepas semua alat medis yang menempel di wajah dan dada Arya.


"Apa Arya sudah boleh bangun, Dok?"


"Boleh. Tapi, duduk dulu di ranjang. Kakinya juga nggak ada masalah. Arya bisa berjalan seperti semula, tapi harus pelan-pelan jangan dipaksakan. Harus dilakukan bertahap mulai dari langkah kecil dulu"


"Baik, Dok.Terima kasih"


Saat Kinan ingin mengantarkan dokter tersebut keluar, Arya menahan tangan Kinan dan berkata, "Jangan tinggalkan aku!"


Dokter tersebut tersenyum dan berkata, "Nggak usah mengantarkan saya, Nyonya. Jaga saja Arya"


Kinan menganggukkan kepala dan tersenyum malu.


"Arkan boleh tidur di samping Om Arya, Ma?"


"Jangan! Nanti Om Arya......"


"Boleh. Sini Om peluk" Sahut Arya.


Arkan langsung naik ke atas tempat tidur dengan antusias dan langsung merebahkan kepalanya di dada Arya. Arya memeluk Arkan dan tersenyum ke Kinan.


"Kalau gitu, aku ke dapur dulu bikin bubur, boleh? Kamu udah nggak dipasang infus. Kamu perlu makan dan minum obat"


"Hmm" Arya tersenyum ke Kinan dengan sorot mata penuh cinta.


Saat Kinan masuk kembali ke dalam kamar, ia melihat Arkan sudah tertidur pulas di dalam dekapannya Arya. Kinan meletakkan bubur di atas nakas dan merebahkan Arkan secara terlentang agar Arya bisa duduk bersandar ke ranjang.


Setelah membantu Arya duduk bersandar ke ranjang, Kinan memangku mangkuk bubur dan menyuapi Arya.


"Aku akhirnya bisa makan masakan kamu lagi, Kinan. Terima kasih"

__ADS_1


"Kamu harus habiskan kalau gitu. Terus minum obat"


"Hmm. Aku akan lakukan apapun asalkan kamu senang"


"Mas Christian sudah menikah lagi dengan wanita yang punya anak itu. Yang dulu pernah menemuiku"


"Berarti kamu bisa menikah denganku besok. Kamu, kan, sudah bercerai dan aku sudah putus dengan Ayu"


"Jangan bercanda! Menikah tidak semudah itu. Kita belum minta restu sama Papaku, sama kakek kamu dan kita belum kasih tahu Ayu tentang kita"


"Aku siap melakukan semua itu sekarang juga" Arya memajukan dadanya karena ia ingin turun dari atas tempat tidur.


"Arya! Jangan bercanda!" Kinan menahan dada Arya sembari meletakkan mangkuk bubur yang telah kosong ke atas nakas.


"Sekarang yang harus kamu lakukan adalah minum semua obat kamu" Kinan membantu Arya meminum semua obat yang diberikan oleh dokter tadi.


"Sekarang kamu tidur"


Arya menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Aku nggak mau tidur. Aku takut pas bangun nanti, kamu dan Arkan menghilang lagi"


"Aku akan tetap di sini. Kamu perlu istirahat"


"Aku masih ingin menatap wajah cantik kamu, Kinan"


Kinan menghela napas panjang. Lalu, ia berkata, "Baiklah. Tataplah terus wajahku.


"Aku pengen mandi. Apa kamu mau membantuku mandi? Aku ingin berada di di bawah shower dan mengguyur ujung kepalaku dengan air hangat. Aku kangen mandi"


"Baiklah. Aku akan papah kamu ke kamar mandi"


Setelah berhasil memapah Arya sampai di bawah shower, Kinan melangkah keluar dan Arya langsung menahannya


"Arya!"


"Tapi, kalau aku memandikan kamu baju aku bisa basah. Aku tidak bawa baju ganti"


"Maka lepas saja baju kamu dan bantu aku melepas bajuku"


"Arya!" Kinan sontak merona malu.


"Kenapa? Malu? Kita sudah saling melihat diri kita. Aku bahkan masih hapal setiap lekuk tubuh kamu dan ........"


Kinan langsung membungkam mulut Arya dan berkata, "Baiklah! Aku akan lepas baju dan mandi bersama kamu. Tapi, jangan lakukan hal yang aneh-aneh!"


"Hmm!"


Arya tersenyum melihat tubuh polosnya Kinan, lalu ia berkata, "Tolong lepas semua bajuku! Aku belum bisa melepasnya sendiri"


Setelah melepas semua bajunya Arya, Kinan bertanya, "Lalu, aku harus ngapain dulu?"


Arya yang masih menempelkan kedua telapak tangannya di tembok kamar mandi langsung berkata, "Bantu aku gosok gigi"


Setelah Kinan selesai membantunya gosok gigi, Arya langsung menghidupkan shower dengan cepat menggunakan tangan kanan dan karena terkejut, Kinan refleks memeluk tubuh Arya. Wanita itu takut terpeleset dan jatuh.


Arya terkekeh geli saat Kinan menepuk pelan dadanya.


Lalu, Kinan mengambil sabun dan menyabuni Arya dan juga dirinya. Arya yang masih menempelkan kedua telapak tangan di tembok kamar mandi langsung memagut bibir Kinan saat Kinan mendongakkan wajah.


Arya mengajak Kinan bericuman dengan telapak tangan masih menempel di tembok.


Arya mengajak Kinan berciuman cukup lama dan mengumpat kesal saat ia harus menarik bibirnya dari bibir Kinan. Lalu, pria tampan itu berkata, "Aku masih terlalu lemah saat ini untuk bisa memakan kamu, Kinan"

__ADS_1


Kinan terkejut geli dan langsung mengeringkan tubuh Arya dengan handuk lalu. memakaikan jubah mandi ke Arya.


Setelah memakai kembali semua bajunya, Kinan memapah Arya kembali ke tempat tidur dan berkata, "Jangan tidur dulu! Rambut kamu masih basah. Aku akan keringkan dulu. Kamu kuat, kan, duduk di tepi ranjang?"


"Kuat"


Arya memangku Kinan saat Kinan mengeringkan rambut Arya dengan handuk dan Kinan membiarkan tangan Arya yang bergerilya di balik dressnya. Karena sejujurnya dia sangat merindukan sentuhan itu. Entah kenapa sentuhan Arya selalu mampu membuatnya merasa rileks dan nyaman.


Tangan Arya asyik bermain di dada Kinan saat Kinan masih mengeringkan rambutnya dan sesekali Arya menyusupkan wajahnya ke leher Kinan untuk menciumi leher itu dengan penuh kelembutan dan berbisik, "Aku sangat merindukan kamu, Kinan"


Tanpa Kinan sadari, ia menyahut, "Aku juga"


Arya mengerang frustasi dan langsung memagut bibir Kinan dengan tangan yang masih menempel di dada Kinan dan bermain asyik di sana.


Arya lalu mengarahkan tangannya ke bawah dan bermain asyik di lembah kenikmatan. Kinan terkejut dan sontak menggigit bibir bawah dan memejamkan kedua matanya. Arya kemudian berbisik di telinga Kinan, "Aku senang melihat ekspresi wajah kamu yang seperti ini, Kinan"


Lalu, Arya kembali mengajak Kinan berciuman.


Tiba-tiba terdengar suara, "Astaga! Apa yang kalian lakukan?"


Kinan langsung menarik tangan Arya dari roknya dan bangkit berdiri dari pangkuannya Arya. Kinan tersentak kaget, "Ayu?"


Ayu melihat dada Kinan yang terbuka dan melihat Arya dengan sorot mata nanar.


Arya langsung berkata, "Benar. Aku mencintai Kinan. Wanita itu adalah Kinan"


Ayu langsung menatap Kinan dengan sorot mata tidak percaya. Kedua pelupuk matanya langsung tergenang air mata.


Kinan mengancingkan Kembali kancing dress nya dengan tangan gemetar wanita itu berkata, "Ayu, dengarkan dulu penjelasan Kakak"


"Apalagi yang perlu dijelaskan, hah?! Kakak tega mengkhianati aku. Kakak tega merebut Arya dariku! Kakak tega mengambil pria yang sangat aku cintai. Kakak tahu aku dan Arya akan menikah,kan? Kenapa Kakak tega merayunya? Dasar menjijikkan. Kalian berdua menjijikkan!"


Kinan langsung bersimpuh lemas di atas lantai dan Arya langsung merosot turun untuk merangkul bahu Kinan. Pria itu kemudian berkata, "Kinan tidak merayuku. Aku yang terus mengejar Kinan. Aku jatuh cinta sama Kinan sejak Kinan menjemputku di bandara"


"Kalian berdua munafik! Aku benci kalian berdua!" Ayu memekik kencang dan wajahnya sudah dipenuhi dengan air mata.


"Ayu jangan berteriak! Kakak mohon. Arkan tidur"


Ayu langsung berputar badan dan keluar dari dalam kamar itu dengan derai air mata.


Tiga bulan kemudian


Arya memeluk Kinan dari arah belakang dan berkata, "Selamat pagi Istriku. Selamat pagi anakku" Arya mengusap perut Kinan yang membuncit dan selamat pagi jagoan Ayah yang tampan!" Arya berteriak ke Arkan yang tengah asyik bermain ayunan.


"Pagi Ayah! I Love You!" Pekik Arkan dengan wajah semringah.


"I Love You Too" Pekik Arya yang masih memeluk Kinan dari arah belakang.


Arya dan Kinan akhirnya menikah. Mereka mengabaikan cibiran banyak orang. Yang terpenting adalah Papa Kinan dan kakeknya Arya memberikan restu mereka.


Papanya Kinan berkata ke Ayu, "Relakan Kakak kamu menikah dengan Arya. Cinta tidak bisa dipaksakan. Lagian biarkan mereka menebus dosa mereka dengan pernikahan yang suci"


Ayu hanya diam membisu dan memilih untuk kembali terbang ke Amerika.


Sweet sin yang Arya dan Kinan lakukan akhirnya ditebus dengan pernikahan yang suci.


"Kenapa Tuhan menghukum semua dosa kita dengan manis seperti ini, Arya"


"Karena dosa kita adalah Sweet Sin. Yang namanya Sweet Sin buahnya pasti juga manis" Sahut Arya dengan asal.


Plak! Kinan memukul kesal lengan Arya yang tergelung di perut buncitnya.

__ADS_1


Arya langsung memutar badan Kinan untuk mengajak Kinan berciuman.


...❤️❤️❤️❤️❤️Tamat❤️❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2