
Mrs. Cyntia keluar dari ruang kerja Pak Bramasta sembari menoleh ke sana sini untuk memastikan aman tidak ada penguntit. Namun dia tidak menyadari sepasang mata memperhatikan tingkahnya.
Sepasang mata itu milik Richard. Dia sengaja mengikutinya setelah mendengar cerita Niken.
Ketika sampai di parkiran basement gedung, Richard mencegah Mrs. Cyntia masuk ke mobilnya. Richard menahan pintu mobil itu dengan tangan kekarnya.
"Kenapa kamu mengikutiku Rich?"
Mrs. Cyntia tergagap.
"Tepatnya bukan mengikuti, karena ini juga kantorku, yang aneh adalah kenapa Mrs berada di kantor ini, untuk kepentingan apa menemui Ayah. Jangan dikira saya tidak tau Tantang siapa dan bagaimana hubungan kalian."
Mata elang Richard menatap tajam pada Mrs. Cyntia. Richard memaksa Mrs. Cyntia ikut dengannya. Memasukkan Mrs. Cyntia ke dalam mobilnya dan membawanya sangat kencang menuju sebuah rumah yang masih terlihat bekas kebakaran. Mrs. Cyntia tertegun.
"Kenapa kamu membawaku ke sini Rich. Apa yang ingin ..."
Belum selesai dia berbicara, tiba-tiba pintu mobil Richard terbuka dan Niken masuk ke dalam mobil, Mrs. Cyntia tertegun, wajahnya seketika pias.
"Tante kami butuh penjelasan Tante tentang banyak hal, terutama tentang kebakaran rumah ini. Aku telah ingat tentang masa kecilku Tante."
Mrs. Cyntia hanya menunduk.
Richard mengatakan tak akan melepaskan Mrs. Cyntia dan akan menuntutnya telah merencanakan pembunuhan Niken, karena saat rekaman CCTV itu pulih semua rahasia akan terungkap. Mrs. Cyntia tiba-tiba tertawa kecil.
"Rich, Kamu akan menyesal andai kelak terungkap kenyataan pahit ini tentang siapa kamu sesungguhnya. Kamu percaya kalau kamu putra Mr. Bram? Adakah sedikit saja kemiripan kamu dengannya? Pernahkah kamu mencoba melakukan test DNA sendiri saat dewasa? Dan tentang ingatan kamu siapa yang menyiksamu adalah imajinasi mu semata, yang ditanamkan oleh psikiater yang dibayar seseorang untuk mengelabui ingatan kamu setelah penyiksaan itu, psikiatermu saat kamu masih kecil hingga remaja, kemana dia sekarang? kamu pasti tidak tahu karena dia sudah mati. kamu tahu siapa yang menyiksamu semasa kecil? Bukan Mr. Bram, tapi kakekmu ayah dari Ibumu, juga Om kamu yang munafik yang sekarang menguasai rumah ini!"
Richard mencengkram leher Cyntia sekuat tenaga sehingga wajahnya wanita itu memerah, Niken mencoba menyadarkan Richard, namun Richard kalap, terpaksa Niken menggunakan cara kasar untuk melepaskan cengkraman Richard pada Mrs.Cyntia. Richard tersandar di pintu mobilnya. Niken meminta maaf dan mengatakan Richard bisa menjadi pembunuh kalau sampai Mrs.Cyntia meninggal karena ulahnya. Niken meminta Richard tenang.
Richard mengatakan tak akan percaya pada perempuan ****** yang sudah merebut Cinta Ayah dari ibunya. Mrs. Cyntia tertawa sumbang, dia mengatakan bahwa bisa disebut merebut kalau Cinta itu milik Ibunya Richard, tapi kenyataannya Ibunya Richard yang memaksakan diri masuk ke dalam hubungan Mr. Bram dan Mrs.Cyntia. Hanya demi harta dan menyelamatkan perusahaan Ayahnya. Pernikahan bisnis yang merusak segalanya.
"Tanyakan pada Ibumu, siapa ayah kandungmu dan tanya kenapa ..."
__ADS_1
"Diaaaaam!" bentak Richard kalap. Mrs. Cyntia menatap Niken yang memeluk suaminya. Richard menutup telinganya, tubuhnya berkeringat dingin. Dan perlahan dia pingsan.
"Niken bawa dia ke psikiater ternama yang tak akan mungkin bisa dijangkau orang yang memanipulasi Richard, aku tahu ada ahli jiwa asal Jerman yang akan datang di Hotel Prisma Grup, temui dia, ajak Rich, banyak orang menunggu dia, kamu harus cari cara agar bisa mendapat kesempatan melakukan sesi konsultasi ekslusive, pusaran kejadian ini ada pada jati diri suamimu, maaf Tante tidak bisa bicara banyak sekarang, karena jujur hingga detik ini Tante pun bingung kenapa orang mengincarmu untuk di habisi. Padahal kamu putri dari Barata, kamu harus cari tahu kebenaran jati dirimu juga Niken, Tante akan bantu samampunya."
Niken mengangguk, walaupun nampaknya Niken tidak begitu saja percaya pada wanita yang dulu pernah merawatnya hingga remaja, namun wanita ini pula yang pernah membohongi dirinya tentang masa lalunya.
Niken membiarkan wanita yang telah dianggapnya ibunya itu pergi dari mobil Richard. Niken membawa mobil Richard menuju tempat konsultasi mereka. Walaupun cerita Tante Cyntia tentang Psikiater masa kecil dan remaja Richard telah memanipulasi memory suaminya, setidaknya psikiater yang sekarang tak melakukan hal yang sama. Terbukti Niken berangsur pulih.
Saat Richard tersadar, dia mendapatkan penanganan secara khusus oleh ahli jiwanya, Richar diberi sebotol obat penenang dalam bentuk tablet, Niken menyembunyikan obat itu dari Richard. Dia tak akan memberikan lagi obat-obatan itu sebelum berhasil bertemu dengan dokter Smith.
Dia bertekad harus bisa menemui Dokter Smith yang menurut informasi lusa akan datang. Niken menggunakan segala cara untuk bisa membuat janji temu. Dia bahkan rela melakukan konsultasi secara online terlebih dahulu dan menceritakan riwayat singkat penyakit suaminya kepada asisten ahli jiwa itu. Niken diminta menunggu hingga esok notifikasi balasan apakah disetujui atau tidak.
Setelah Richard cukup kuat untuk berdiri, Niken membawa suaminya pulang.
Sesekali Niken menatap wajah suaminya yang terlelap dikursi penumpang. Hingga sampai ke pekarangan rumah Richard baru terbangun.
**************************
Tak ada nama pada obat Richard pun tak ada pada label di botol itu.
Niken gelisah dan dengan sedih dia berbaring di sisi suaminya. pembaringan
"Honey, jangan mudah percaya pada siapa pun. Bagi kita sekarang semua orang berpotensi sebagai aktor utama."
Richard mengingatkan Niken, karena dia khawatir Niken percaya ucapan Cyntia.
"Ingat dia membesarkan kamu dalam kebohongan besar, apa yang mungkin diucapkannya juga mungkin dusta."
Niken menggeleng lemah dan menanangkup wajah suaminya dengan kedua telapak tangannya.
"Sayang untuk membuktikan dia bohong atau tidak, bukabkah cara termudah adalah nwmbuktikan? Test DNA mu dan kita akan tahu seluruh kebenaran itu berawal dari hasilnya."
__ADS_1
Di luar dugaan, ternyata Richard setuju. Dia bahkan akan melakukan secepatnya, kalau bisa esok pagi, karena dia sangat ingin tahu kebenaran yang tersimpan.
Niken yang sedang menunggu pemberitahuan dari asisten Dokter Smith gelisah dan tak bisa tidur. Ketika gawainya bergetar dia segera memeriksa nya dan dia tersenyum lebar ketika membacanya.
Niken menatap suaminya dan mengatakan bahwa dia membuat janji temu dengan psikiater kelas dunia yang sedang mengunjungi Indonesia. Richard lagi-lagi hanya mengikuti. Wajahnya terlihat agak sedikit lebih merona dari pada sebelumnya.
"Sayang, dari Psikiaterku tadi siang diberikan obat? apakah kamu menyimpannya?"
Niken menggeleng.
"Maaf sayang sepertinya tertinggal di ..."
Richard mengangguk dan memilih masuk ke dalam pelukan istrinya.
"Aku hanya ingin lelap dalam pelukan kamu sayang. Obat bukan segalanya."
Niken memeluk erat suaminya. Saat seperti ini Richard selalu terlihat sangat rapuh tak setegar kelihatannya.
Ketika mentari hangat menyentuh mayapada, Niken yang bangun sangat pagi menyiapkan putra mereka untuk ditinggal pada Baby sitter kepercayaan mereka. Bahkan Evan di awasi oleh tiga body guard yang tak henti mengawasi bocah berharga itu.
Niken dan Richard meluncur untuk diam-diam memeriksa DNA Richard setelah diam-diam Niken mencuri sikat gigu dan sisir Mr.Bram. sedangkan Richard mencuri rambut Bu Minati.
Keduanya tertawa tergelak diperjalanan menuju Rumah sakit.
"Kita berdua berbakat menjadi pencuri ya." seloroh Richard geli sembari membusai rambut istrinya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya memegang setir.
Setelah selesai test DNA, mereka meluncur ke Hotel Prisma Group untuk menemui Dokter Smith.
*********To Be Continue****
Apa hasil temuan dokter Smith atas Richard? Temukan jawabannya di bab 20
__ADS_1
Jangan lupa, setelah baca tinggalkan like nya.