
Jam sembilan malam dan keberadaannya Kinan yang pergi dengan membawa Arkan, belum juga ditemukan oleh siapa pun.
Papanya Kinan mengajak semuanya bertemu di rumahnya dan akhirnya pria tampan itu memanggil detektif untuk mencari keberadaan putri dan cucu tersayangnya dan menyuruh semuanya pulang setelah pembahasan pencarian Kinan dan Arkan diserahkan ke detektif tersebut.
Christian langsung pulang dengan pikiran yang kacau balau. Dia ingin segera menemukan Kinan dan Arkan karena dia tidak menginginkan perceraian. Dia juga ingin segera menemukan Kinan meminta maaf dan dirinya ingin benar-benar bertobat.
Ayu menahan lengan Arya saat pemuda tampan itu hendak pergi meninggalkan rumah papanya, "Aku ingin bicara serius dengan kamu saat ini juga"
Arya menarik kasar lengannya dan sambil menautkan kedua alisnya dia berkata, "Bukankah kita sudah break. Nggak ada yang perlu kita bicarakan lagi"
"Tapi, aku nggak ingin putus sama kamu Arya. Aku nggak ingin putus. Aku sangat mencintai kamu. Aku sudah dapat perkejaan. Kita menikah bulan depan, oke?"
Arya menghela napas panjang dan berkata, "Maafkan aku! Aku harus jujur sama kamu. Makin ke sini aku makin sadar kalau ternyata aku tidak mencintai kamu. Aku tidak pernah mencintai kamu"
"Bohong! Bagiamana dengan keceriaan kita? Aku lihat kamu selalu tertawa tulus dengan guyonanku dan aku bisa merasakan kalau kamu mencintaiku di malam penyatuan raga kita pertama kali"
"Itu hanya rasa kagum. Maafkan aku kalau aku sudah membuka segel kesucian kamu. Aku akan ganti rugi. Aku bahkan sudah lunasi semua biaya rumah yang kita beli atas nama kita berdua. Uang dari kamu sudah aku transfer kemarin. Kamu sudah terima, kan? Kamu minta berapa lagi, aku akan kasih. Berapa pun yang kamu minta, aku akan kasih ke kamu dan.........,"
"Plak!" Ayu menampar sangat keras pipi Arya.
Dan dengan derai air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi, Ayu menatap nanar wajah tampannya Arya dan berkata, "Kau ternyata pria brengsek Arya! Aku menyesal telah memercayai kamu selama ini. Aku juga menyesal telah memberikan kesucianku, tubuhku, jiwa dan seluruh cintaku untuk kamu. Aku menyesalinya, Arya!!!!!"
"Kau boleh pukul aku, tampar aku, atau kasih aku hukuman apa saja, tapi maafkan aku. Aku tidak bisa menikahimu"
"Apa ada wanita lain?"
"Iya"
__ADS_1
Ayu langsung meremas dadanya saat ia merasakan dadanya terasa sakit seperti dihantam gada besar saat ia mendengar Arya mengakui ada wanita lain.
"Kapan?"
"Entahlah. Kapan aku mulai mencintai wanita itu. Tapi, aku belum pernah merasakan cinta yang seperti ini. Maafkan aku. Aku sangat mencintai wanita itu"
"Apa kamu selingkuh selama ini Arya?"
Arya hanya bisa diam membisu dan mematung di depan Ayu.
Ayu terisak menangis dan bertanya, "Apa kekuranganku? Apa aku kurang cantik, kurang menarik, kurang seksi? Apa kekuranganku, Arya?"
"Kamu nggak ada kurangnya. Kamu sempurna. Kamu cerdas, ceria, manis,.dan seksi"
"Lalu, kenapa kamu melirik wanita lain dan selingkuh?!" Ayu mendelik tajam ke Arya di balik genangan air matanya.
"Entahlah. Cinta hadir tanpa memilih waktu. Aku tidak bisa menghindari cinta itu. Aku sangat mencintai wanita itu. Nggak bisa aku jelaskan kenapa. Dan itu bukan karena kamu ada kekurangan. Nggak sama sekali! Kamu sempurna Ayu"
"Kau tidak perlu tahu namanya. Tidak penting juga kalau kau tahu namanya. Untuk apa?"
"Kalau kamu berkata seperti itu aku jadi curiga. Apakah aku kenal wanita itu?" Ayu terus bertanya masih dengan derai air mata.
Arya meraup wajah kasarnya lalu berkata sambil berbalik badan untuk berjalan menuju ke mobilnya, "Aku tidak akan pernah kasih tahu ke kamu siapa wanita itu"
Ayu lalu menahan tangan Arya sambil berteriak histeris dan derai air mata, "Jangan pergi! Aku tidak mau putus! Semua persiapan pernikahan kita sudah matang. Aku tidak ingin kamu pergi dan membatalkan pernikahan kita Arya!"
Arya berkata, "Maafkan aku" Sambil menarik tangannya
__ADS_1
Ayu nekat memeluk tubuh Arya dari belakang dan membenamkan wajahnya di punggung Arya sembari berkata, "Jangan pergi! Aku sangat mencintai kamu Arya. Aku bahkan rela kau jadikan yang kedua. Aku mau jadi Istri kedua kamu kalau kamu mau menikahi wanita itu, Arya. Aku mohon jangan pergi, huhuhuhuhu"
Arya mengurai gelungan tangan Ayu di perutnya sambil berkata, "Maafkan aku. Aku tidak mau punya dua wanita. Aku hanya mencintai dia dan tidak mencintai kamu. Maafkan aku" Pria tampan itu bergegas berlari masuk ke dalam mobilnya saat Ayu terjatuh di atas rumput.
Melihat Arya masuk ke dalam mobil, Ayu bergegas berlari masuk ke mobilnya. Dengan menekan peda gas cukup dalam, Ayu mengejar laju mobilnya Arya sambil bergumam, "Kamu akan menemui wanita itu, kan? Aku akan terus mengikuti kamu. Aku ingin lihat wanita itu seperti apa, Arya"
Arya melongok ke rear-mirror vision dan langsung mengumpat kesal, "Sial! Kenapa dia mengikuti aku? Dasar Ayu gila!"
"Ma, kita pindah ke sini sampai kapan?" Tanya Arkan.
"Mungkin selamanya, Nak" Sahut Kinan sambil mengusap kepala Arkan.
"Papa akan menyusul kita ke sini, Ma?"
Kinan menggeleng lemah, "Nggak, Nak. Papa sudah nggak peduli sama kita. Kita akan hidup di sini berdua saja. Kamu nggak keberatan, kan, Arkan?"
Arkan yang masih berumur lima tahun hanya bisa memeluk erat tubuh ramping mamanya dan berkata, "Asalkan ada Mama, Arkan mau tinggal di mana pun, Ma"
Kinan memeluk erat tubuh Arkan dan menciumi pucuk kepalanya Arkan dengan derai air mata.
Kinan mengedarkan pandangannya ke rumah megah peninggalan kakeknya yanh bergaya Eropa. Kakeknya adalah seorang pelukis besar dan di rumah megah itu juga ada galeri lukisnya. Kinan memutuskan untuk melanjutkan bisnis galerinya dari rumah itu. Rumah tersebut ada di Jerman.
Kinan juga berencana akan membuka toko kue di sana, jadi dia bisa menjaga Arkan sembari bekerja. Dia tidak akan mengandalkan laki-laki lagi. Bahkan dia juga akan melupakan Arya untuk selamanya. Dia yakin kalau Arya akan menerima Ayu kembali kalau dirinya menghilang dari kehidupannya Arya. Dia ingin Arya hidup bahagia dengan Ayu.
Ayu berhak atas Arya. Ayu berhak bahagia bersama dengan Arya. Aku yang salah telah mencuri cinta Arya dari Ayu. Aku akan menebus kesalahanku pada Ayu dengan cara seperti ini. Menghilang seperti ini supaya Arya bisa fokus ke Ayu kembali, menikahi Ayu dan melupakan aku. Batin Kinan.
"Sial! Kenapa Ayu belum menyerah juga? Kenapa dia masih mengikuti aku dalam kecepatan di atas rata-rata seperti ini? Sial! Ini berbahaya untuk aku dan Ayu dan.......Aaaaaaaa!!!!!!"
__ADS_1
Karena terus melongok ke rear-mirror vision dan melajukan mobil dalam kecepatan tinggi, Arya menerjang lampu merah dan Arya tidak bisa menghindari mobil Truck Mixer atau biasa juga disebut dengan truk molen yang muncul dari arah samping kanan.
Ayu seketika mengerem laju mobilnya dan berteriak histeris saat ia melihat mobilnya Arya menabrak truk molen itu dengan sangat keras. "Tidaaaakkkk!!!!!!" Ayu berteriak histeris dari dalam mobilnya.