Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 10


__ADS_3

Hari ini seperti biasa lintang menjemput putri untuk mengundurkan diri dari cafe tapi putri menolaknya dia masih ingin bekerja di cafe tersebut.


bagaimana pun cafe tersebut yang membuat dia bisa sampai kuliah, akhirnya lintang pun menyerah.


"aku akan menjemput mu nanti setelah pulang kuliah."ujar lintang.


"baik Tante dan maafkan putri ya Tante."seru putri.


"tidak masalah kau gadis yang punya prinsip jadi aku harus menghargai itu."jawab lintang sambil tersenyum.


putri pun langsung masuk kedalam cafe untuk segera bekerja.


lintang pun memberitahukan ke suami nya kalau putri masih bekerja di cafe tersebut.


"kenapa kita tidak kembangkan bakat dia yang pintar memasak itu mah? tanya pak Budi melalui sambungan telpon.


"apa dia mau pah? karena dia mau nya berusaha sendiri,ngga mau merepotkan atau memanfaatkan kita,dia sama dengan ibunya pah."terang lintang.


"ya sudah kalau begitu mah..biarkan saja dia dengan kemauannya selama tidak membuat dia lelah. kalau begitu papa tutup dulu telpon nya karena mau rapat."jelas pak Budi.


lintang pun mematikan sambungan telponnya dan menuju butiknya.


Lintang mempunyai butik hanya saja dia tidak langsung mengelolanya,dia percayakan kepada karyawannya itu.


selama perjalanan ke butik, lintang berpikir bagaimana caranya bisa menarik putri untuk mengelola butik nya.


karena putri sangat pekerja keras dan lintang yakin akan sukses di tangan putri.


sedangkan di cafe putri bekerja sangat giat bahkan dia tidak berbesar kepala kalau akan nikah dengan seorang yang sangat kaya.


"putri..coba table 3 ya!! perintah seniornya


"baik kak!! sahut putri dan langsung menuju table 3


"pagi tuan dan nona..maaf ini daftar menu kami."sapa sambil menyerahkan buku menu.

__ADS_1


Alexa hanya melihat sebentar dan dia hanya mau kopi saja.


sedangkan Adams seperti biasa dia memesan sandwich isi daging dan kopi hitam.


"baik tuan dan nona di tunggu ya!! apa ada tambahan lagi? tanya putri dengan sopan.


"tidak ada pergilah dan cepat ya."sahut Alexa dengan sombong nya.


"baik dan permisi."pamit putri.


Adams sedikit heran kenapa putri tidak tersinggung sama sekali atau marah.


tapi gadis ini malah tidak memperdulikan Adams yang ada di depan nya.


bahkan putri bersikap biasa saja tidak menatap Adams,dia bekerja seperti biasa dan melayani sama dengan pelanggan lainnya.


"kau kenapa honey? tanya Alexa


"tidak ada? jawab adams dingin.


"untuk apa? itu tidak penting sama sekali."sahut Adams.


"oh ayolah honey?? aku harus tahu seperti apa wanita itu..hmmm?? rengek Alexa


"berhentilah seperti itu Alexa, kau sangat berbeda tidak seperti Alexa yang aku kenal dulu."ungkap Adams kesal.


putri sedang membawakan dua cangkir kopi dan juga sandwich ke arah table 3.


"silahkan tuan dan nona,, selamat menikmati."ujar putri dan berlalu begitu saja karena harus melayani table tujuh.


Adams sempat menatap wajah gadis itu yang sangat alami.


tapi ada Alexa di hadapannya jadi dia tepis perasaan memuji putri.


"kapan kau akan menikah? tanya Alexa

__ADS_1


"satu Minggu lagi."jawab adams santai


"kau janji tidak akan menyukai wanita itu kan!! kesal Alexa


"kau tau aku seperti apa? tapi kau sendiri yang tidak mau menikah."sahut Adams


"aku akan menikah dengan mu tapi tunggu di tahun depan ya!! manja Alexa.


"setiap pembicaraan menikah selalu kau Jawab tahun depan, terserah kau saja Alexa."kesal Adams.


"maafkan honey..ayolah aku sangat mencintaimu."bohong Alexa.


Adams menatap wajah Alexa,entah kenapa Adams sudah tidak menemukan cinta lagi di mata itu.


"setelah ini aku akan langsung ke studio ya!? ujar Alexa


"ya..ya..entah kapan kau ada waktu lagi untuk ku."kesal Adams.


"apa nanti malam aku akan ke apartemen mu? Alexa tidak ingin Adams semakin menjauh karena dia masih membutuhkan uang Adams juga.


"tidak usah karena aku ada meeting dengan klien nanti malam."terang Adams


"baiklah kabari aku jika kau sudah tidak sibuk ya? ujar Alexa.


Adams hanya menghela nafas saja dan menatap wajah Alexa yang juga sedang menatapnya.


"pergilah jika nanti aku tidak sibuk akan menghubungi mu dan menjemput mu."ucap Adams


Alexa pun memeluk dan mencium Adams, lalu dia meninggalkan Adams begitu saja.


"kenapa aku semakin membenci Alexa ya? oh tidak..tidak mungkin karena aku sedang kesal saja."gumam Adams.


putri sebenarnya memperhatikan Adams dari jarak jauh karena dia penasaran dengan wanita yang bersama Adams.


putri yakin kalau itu adalah pacarnya Adams.

__ADS_1


__ADS_2