
semua rencana Adams untuk menjebak cella sudah tersusun rapih dan di bantu oleh Kiki assisten nya.
cella meminum minuman yang sudah di campur dengan obat perangsang.
cella seperti kehilangan akal sehatnya dia terus saja meracau bahkan dia sudah telanjang bulat.
"Adams ayooo sayang kesini."desah cella
Adams sedang duduk memperhatikan dari sofa nya dan laki-laki yang sudah di siapkan pun sudah masuk dan Adams langsung keluar dari ruangan tersebut.
"apa kau sudah siapkan kan untuk merekam semua nya? biar dia tidak macam-macam dengan ku!! jika dia berani berbuat macam-macam akan kita sebar rekaman tersebut."terang Adams dan Kiki pun menganggukkan paham.
"sudah saya simpan beberapa kamera di setiap sudutnya jadi setelah melakukan tugas nya,dia akan mengambil semua kamera itu."jawab Kiki.
"baguslah dan akan kita lihat akhir dari pertunjukan tersebut."seru Adams.
Adams kembali kerumah sorenya sedangkan Kiki masih menunggu hasil rekamannya.
sampai di rumah nampak sepi dan Adams langsung masuk kedalam kamar karena dia merasa jijik badan nya segera di bersihkan.
Adams membersihkan badannya sampai berkali-kali memakai sabun mandi.
sampai satu jam lebih akhirnya dia menyudahi mandi nya itu.
keluar kamar dan langsung masuk ke walk in closed adams mencari baju santainya.
entah kenapa dia seolah mencari seseorang dan tidak dia temukan juga.
Adams mencoba membuka balkon biasa nya akan melihat putri duduk di gazebo tapi tidak terlihat.
lalu Adams masuk kedalam dan melihat di sofa sudah tidak terlihat buku-buku putri.
Adams turun menyusuri tangga dan melihat kebawah lalu mencoba masuk keruang kerja mama nya yang di pakai putri pun kosong.
"sore tuan? apa ada yang bisa saya bantu."sapa Tuti.
"Di mana putri istri saya? tanya Adams
"nona putri pergi tuan tapi tidak bilang mau kemana!! seperti nya akan kembali Minggu depan."ujar Tuti.
"ya sudah,kau bisa kembali bekerja."usir Adams
Tuti pun pamit lalu kembali melanjutkan pekerjaannya dan Adams memilih duduk di ruang tengah.
Adams coba mencari tahu tapi dia merasa gengsi, dia coba menghubungi Kiki dan menunggu hasil nya.
dia coba tidak menunjukkan keinginan tahu nya tentang kemana pergi nya putri.
lalu mama nya duduk berhadapan dengan Adams seolah bersikap biasa saja.
__ADS_1
"tumben jam segini sudah di rumah."tanya lintang.
"iya mah, lagi cape banget ini badan."jawab Adams.
"oh,ya sudah istirahatlah dan jangan terlalu lelah!! ucap mama nya sambil menatap wajah anak nya.
lalu lintang melirik ponsel nya ternyata Susan yang melakukan panggilan video call dengan nya.
"hai bestie!? wah asyik nih liburan?? seru lintang
"kau sudah pulang dari butik rupanya."ujar Susan
"iya nih baru sepuluh menit yang lalu."Jawab lintang.
"apa hari ini omzet bagus? hmmm."tanya Susan
"tentu dan semakin naik angka nya!! di mana anak ku? tanya lintang.
lalu Susan mengganti kamera nya menyorot putri yang sedang konsultasi dengan Dave.
"itu Dave? tambah cakep saja dan sudah menggantikan papa nya? seru lintang.
"iya dia sedang dengan putri dan putri seperti nya sangat nyaman bicara dengan Dave."tutur Susan.
"siapa yang tidak akan terpesona dengan wajah Dave!! aku yakin putri sedang terpesona dengan wajah itu."lintang berkata seperti itu sambil melirik Adams yang mulai gelisah.
seperti nya Susan dan lintang sudah merencanakan itu semua.
"apa Dave akan menginap juga? tanya lintang
"aku belum tanya dan semoga dia mau menemani putri di sini."terang Susan.
"aku setuju jika mereka bisa saling suka!! kau tahu aku akan mendukung nya."ujar lintang.
"siapa mah? siapa yang akan kau dukung? tanya pak Budi.
"ini putri sedang konsultasi dengan Dave pah?? lihatlah mereka sangat serasi ya pah? seru lintang sambil mengedipkan mata nya.
"aku sangat setuju dan Dave sangat menghargai wanita karena dia mencintai ibu dan adiknya."ungkap pak Budi.
Adams semakin terbakar cemburu bahkan Adams langsung meninggalkan ruang tersebut dan memilih keruang kerjanya.
"Susan berhasil."seru lintang
"tapi aku ngga yakin kalau Adams menyukai putri? Susan agak sedikit khawatir.
"kita kan baru mau mencoba Susan!! jadi coba deh jangan merasa gak berhasil dulu."pinta lintang
"baiklah kalau begitu aku temani Putri dan Harry dulu ya? dan aku tutup dulu telpon nya."Susan langsung menutup panggilan video call nya.
__ADS_1
lintang pun menarik nafas panjang nya dan tersenyum getir.
"kau harus bisa berbesar hati mah!! karena jika memang bukan jodohnya kita mau berkata apa? ucap pak Budi.
"iya pah!! aku paham dan semoga putri selalu bahagia."ucap lintang.
"apa nanti jadi menyusul ke villa karena aku sudah info eril."tanya pak Budi.
"jadi lah pah!! besok sore kan? ujar lintang.
"iya besok sore kita akan pergi sama-sama, ayo kita membersihkan diri dulu."ajak pak Budi.
lintang dan pak Budi pun berjalan kekamar nya, lalu Lintang lebih memilih berbaring di kasur nya sedangkan pak Budi langsung masuk kekamar mandi.
sedangkan di villa putri sedang berkonsultasi dengan Dave dan Dave mengambil sample darah putri.
waktu mama nya meninggal putri tidak mengingat sama sekali.
bahkan sedari dulu dia tahu nya ibu Dwi adalah ibu kandungnya.
dari kecil putri sudah di atur mulai dari tidur,makan dan bersekolah.
Dave meminta assisten nya untuk membawa sample darah tersebut.
besok baru mengabarkan hasil nya dan Dave tertarik dengan putri.
"apa kau akan bermalam disini,Dave? tanya Harry.
"apa tidak merepotkan? tanya Dave balik.
"tentu tidak jadi kita bisa menambah ramai di sini."seru Susan.
"iya lagi pula ini sudah malam."timpal putri.
"baiklah aku akan bermalam disini."jawab Dave.
Susan pun meminta pelayanan di villa nya menyiapkan makan malam untuk empat orang.
"mah harus nya biarkan putri yang memasak saja."ujar putri.
"besok kau bisa memasak dan biarkan malam ini para pelayan yang memasak."terang Susan.
mereka berempat pun mulai berbincang-bincang masalah hobi bahkan masalah apa pun sampai makan malam siap.
Dave menyukai cara putri berbicara seperti ada sesuatu yang aneh di rasakan Dave.
"kenapa jantung ku menjadi deg-degan begini."gumam Dave dalam hati.
wajah cantik alami putri sudah membuat Dave jatuh cinta pada pandangan pertama.
__ADS_1
"ayo kita makan malam dulu dan nanti bisa kita lanjutkan lagi."ajak Susan
putri pun berdiri dan dilanjutkan oleh Dave yang mengikuti putri dari belakang.