Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 47


__ADS_3

Putri merasa hati nya sedang tidak baik-baik saja,karena sampai waktu pulang pun justru Adams tidak memberi kabar apa pun.


putri menunggu Reni selesai berganti pakaian karena dia akan ikut reni untuk menjenguk ibu nya reni.


"tumben muka di tekuk saja."ledek Reni


"masa!! memang bisa ya? kalau bisa boleh dong masuk dalam tas dulu ini muka."canda putri.


mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak dan sambil menunggu angkot yang lewat.


Putri menolak di antar sopir karena dia ingin menjadi diri nya yang sangat senang jalan kaki atau naik kendaraan umum apa pun.


"apa tidak kenapa-kenapa naik angkot." tanya Reni.


"loh memang kenapa? dulu kan kita memang naik angkot."sahut putri.


"bukan sekarang kan sudah beda."seru Reni.


"ngga ada yang beda!? semua tetap sama saja."jawab putri.


mereka asyik bercerita bahkan menyempatkan turun di taman kota dan duduk sebentar sambil memesan cemilan.


setelah itu mereka berdua melanjutkan dengan berjalan kaki kerumah Reni.


berkali-kali putri melihat ponsel nya tapi tidak ada satu pesan pun yang masuk dari suami nya.


"mengapa aku jadi berharap lebih, bodoh nya aku."gumam putri di dalam hati nya.


sampai di depan rumah Reni, terlihat ibu nya reni sedang menutup warung nya.


melihat putri, wajah ibu nya reni sangat senang sekali bahkan langsung memeluk putri.


"kamu kemana saja? sampai tidak pernah mengunjungi ibu lagi."tanya ibu nya reni


"aku sibuk menyelesaikan skripsi Bu dan sebentar lagi aku akan wisuda."sahut putri.


mereka bergandengan tangan masuk kedalam rumah Reni sedangkan Reni sudah masuk duluan.


"sebentar ya!! ibu akan siapkan makan malam untuk kita makan bersama."ujar ibu Reni.


"Bu tidak usah repot-repot ya," seru putri.


"makanan sederhana saja tidak akan membuat ibu repot kok."sahut ibu Reni

__ADS_1


ibu Reni masuk kedalam dapur untuk menyiapkan makan malam.


putri menatap aquarium, tapi entah pikirannya di mana.


sampai Reni duduk di samping nya pun dia tidak menyadari nya.


sampai Reni mencoba menepuk bahu putri baru dia tersadar.


"jika hati mu sedang tidak baik-baik saja, sebaiknya kau menginap saja di sini."pinta Reni.


"ngga kok aku ngga apa-apa."sahut putri sambil membuang pandangannya ke arah jendela.


"aku mengenal mu dan sangat hapal dengan mu."ujar Reni.


"yah itu..hmmm."jawab putri gugup


tidak lama ibu nya reni memanggil putri dan Reni untuk ke dapur karena makanan sudah siap.


"wah harum banget dan sudah lama banget ya!! kangen masakan ibu deh."seru putri yang terus saja mencium semau masakan.


Putri, Reni dan juga ibunya sudah menyelesaikan makan malam sedangkan adik Reni sudah terlebih dahulu makan malam sebelum Putri datang.


"kalau begitu aku pamit dulu ya Bu!! dan makasih banyak untuk makan malamnya."ucap Putri lalu mencium tangan ibu nya Reni.


"aku harus ijin dahulu, nanti aku kabarin ya."sahut Putri


Putri memilih menaiki angkot karena dia ingin menikmati suasana malam.


sampai di lampu merah tanpa sadar mata nya tertuju pada mobil yang sangat dia hapal.


mata Putri langsung melotot tajam ke arah dalam mobil tersebut.


Adams sedang berciuman dengan seorang wanita, bahkan ciuman tersebut sangat panas.


Tanpa sadar airmata Putri pun menetes lalu dengan cepat putri menghapus air mata nya.


"apa sesakit ini ya kalau jatuh cinta terus melihat dia tidak mencintai kita."gumam Putri.


sebelum lampu merah berubah hijau, Adams sempat menoleh ke arah jendela mobil nya.


mata nya langsung bersitatap dengan mata Putri,.dengan cepat putri membuang wajahnya seolah tak mengenali Adams.


panik yang saat ini Adams rasakan dan dia tidak tahu kenapa melihat wajah istrinya ada perasaan bersalah dan takut.

__ADS_1


Adams mengusap wajah nya dengan kasar, mengingat janji nya hari ini dia ingkari hanya karena kehadiran Jenn mantan pacar nya dulu.


Adams sangat terbuai bahkan rayuan Jenn Adams tidak bisa hindari.


ketika Adams mau turun dan mengejar Putri, ternyata putri sudah tidak ada lagi.


Putri sudah berlarian ke arah taman kota, entah kenapa hati Reni tidak tenang.


Reni mencoba keluar dan mencari putri karena angkot di rumah nya jam 9 malam akan lama sekali.


Dari kejauhan dia melihat sahabatnya sedang menangis lalu berlari.


Reni mengejar putri dan benar dugaan Reni pasti putri ada di taman kota.


wajah putri tertunduk sambil menangis, Reni langsung memeluk sahabatnya tersebut.


tangis putri pun pecah bahkan dia sampai menangis sejadi-jadinya.


"dia telah membohongi ku!! aku yang bodoh berharap dia mencintai ku tapi ternyata hiks..hiskss..dia mempermainkan perasaanku saja."ujar Putri sambil tersedu-sedu.


"aku paham karena ini pertama kalinya kau jatuh cinta dan aku harap kau bisa berpikir jernih, jangan hanya masalah hati kau jadi putus asa dan bukan menjadi diri mu lagi."terang Reni.


putri pun berhenti menangis dan diam tapi matanya menatap ke langit seolah dia sedang berdoa.


"apa aku boleh nginap dirumah mu? tanya Putri


"ayo kita pulang sekarang saja,takut hujan dan tidak usah bertanya boleh atau tidak nya ,"ajak Reni


Putri kembali tersenyum dan Reni tahu hati nya pasti sedang sakit banget.


"kau harus menjaga jarak put!! kita tidak tahu hati suami mu seperti apa."seru Reni sambil menggandeng tangan putri.


"akan aku lakukan dan aku akan menelpon kak Eril."sahut putri.


"Eril? tanya Reni.


"oh dia kakak sepupu ku dan akan aku kenalkan kau nanti dengan nya dan siapa tahu kalian jodoh."canda putri.


"nama nya seperti nama teman ku dulu tapi dia sudah tinggal di luar negeri dan mana ingat dengan sahabatnya yang miskin ini."terang Reni.


"kalau dia tulus tidak akan mempermasalahkan miskin atau kaya, berteman itu yang penting kita bisa saling memahami."ujar putri.


mereka berdua sampai di teras rumah Reni tidak langsung masuk.

__ADS_1


mereka berdua masih asyik bercerita tentang pribadinya masing-masing.


__ADS_2