
nampak putri dan Dave sangat akrab bahkan Susan bisa melihat ketulusan di mata Dave.
"apa kau sedang memperhatikan mereka berdua? tanya Harry
"iya mereka sangat cocok dan aku sangat menyukai nya di bandingkan dengan Adams."terang Susan.
"entahlah aku juga berpikir lebih baik mereka berpisah dari pada saling menyakiti karena mereka tidak ada cinta sama sekali dan yang paling di rugikan nanti nya putri."terang Harry.
"aku juga jadi tidak respect lagi sama Adams dan apa lagi dia coba bertemu dengan adik tirinya putri,semakin ngga paham jalan pikiran Adams tidak menjaga hati seorang wanita sama sekali!! kesal Susan.
"sudahlah jangan terlalu kau pikirkan nanti kau akan sakit."ucap Harry sambil membelai rambut Susan.
Dave banyak bertanya tentang putri karena Dave merasa putri seperti teman kecilnya dulu.
tapi sayangnya putri tidak bisa mengingat semua nya dan Dave coba terus membantu untuk mengingatkan semua kenangan putri yang hilang.
"Dave apa kau sangat mengenal putri? tanya Harry
"aku teringat teman kecil ku saat TK dulu tapi sayang nya putri tidak ingat sama sekali hanya dia mengingat pernah sekolah di tempat yang sama."terang Dave.
"ya sudah kita bantu untuk mengingatkannya pelan-pelan saja."ujar Harry.
malam pun semakin larut dan putri memutuskan untuk beristirahat begitu pun dengan Susan dan Harry.
sedangkan Dave masih di dalam kamar pun tidak bisa tidur dia masih memikirkan putri yang ternyata sudah menikah dengan Adams.
"jika sudah menikah kenapa mereka tidak bersama apa mereka sedang ada masalah atau mereka menikah karena di jodohkan!! aku akan mencari tahu."gumam Dave.
Sedangkan malam ini Adams kembali tidak bisa memejamkan matanya.
penyakit susah tidur nya mulai dia rasakan kembali tapi ketika putri ada walaupun tidur di sofa kenapa Adams langsung bisa istirahat.
"kenapa aku tidak mengingat Alexa sama sekali ya? kenapa jadi gadis itu yang selalu ada di kepala ku."gumam Adams.
pagi hari nya lintang dan pak Budi sudah bersiap-siap dengan aktivitas mereka begitu pun dengan deasy.
"mah aku ngga lihat kak putri ya? kemana mah? tanya deasy sambil menyantap sarapan pagi nya.
"sedang tidak mau di ganggu dia sedang menyusun skripsi nya."jawab lintang.
"oh aku pikir pergi kemana gitu? ujar deasy.
"iya dia pergi dengan Tante susan dan om Harry,"timpal pak Budi.
"kok aku ngga di ajak."protes deasy
__ADS_1
"kau kan sekolah dan mereka akan lama di sana."sahut lintang.
"oh iya nanti kalau libur apa boleh aku kesana mah? tanya deasy.
"habiskan sarapan mu karena akan telat kau ke sekolah."pinta lintang karena lintang melihat Adams turun dari atas.
"pagi semua."sapa Adams
"pagi..sarapan dulu."perintah lintang
Adams menatap satu persatu wajah keluarga nya yang masih menyantap sarapan nya.
"mah..pah? di mana putri menginap? tiba-tiba Adams menanyakan putri.
"biarkan dia menyendiri dulu,jangan kau ganggu."sahut lintang mama nya Adams.
"aku hanya ingin tahu saja? kesal Adams
"sebaiknya kau cari tahu sendiri karena dia harus nya tanggung jawab kau."kesal pak Budi.
"maka nya Adams bertanya dimana gadis itu."seru Adams.
deasy langsung pergi berpamitan ke mama dan papa nya dia enggan mendengar ocehan kakaknya.
"apa mama mau berangkat bersama papa? tawar pak Budi
"boleh pah, ayo? ajak lintang.
"kami berangkat duluan."suara tegas pak Budi
Adams hanya menganggukkan kepalanya saja dan dia akan meminta kiki mencari tahu kemana putri pergi.
Adams juga tidak menyimpan nomor ponsel putri yang hanya memiliki nomor ponsel putri adalah Kiki.
"aku kekantor sekarang."ucap Adams melalui panggilan telpon.
tidak lama Kiki pun datang menjemput Adams dan Adams langsung masuk kedalam mobil.
"coba kau hubungi istri ku!? ada dimana dia sekarang."pinta Adams.
"baik tuan saya akan hubungi nona."jawab Kiki.
panggilan telpon Kiki pun sudah yang ke tujuh kali pun tidak di angkat karena putri sengaja tidak membawa ponselnya.
"maaf tuan mungkin nona masih tidur jadi belum di angkat."tutur kiki.
__ADS_1
"baiklah nanti kau coba terus ya."pinta Adams
"baik tuan."ucap Kiki
Kiki pun langsung melajukan mobilnya menuju arah kantor.
selama perjalanan Adams merasa gelisah entah kenapa dia selalu memikirkan putri, apa lagi dia kemarin melihat putri sedang bicara dengan Dave.
hati nya semakin marah jika mengingat kemarin dan kenapa mama nya seolah sudah tidak mendukung lagi hubungan dia dan putri.
dia merasa mama nya akan menjodohkan putri dengan Dave.
Adams tidak sadar kalau sudah berada di parkiran kantor nya.
lamunannya Buyar ketika Alexa tiba-tiba saja masuk kedalam mobilnya dan duduk di samping nya.
"honey kau sekarang susah sekali di hubungi."rengek Alexa sambil mencium pipi Adams dan entah kenapa Adams menolak Alexa mencium nya.
"aku sedang banyak pekerjaan karena kantor ku sedang membutuhkan suntikan dana banyak."terang Adams sambil menjauhkan dirinya dari Alexa.
"kenapa kau menghindari ku? hmmm apa ada yang salah? tanya Alexa merasa aneh dengan tingkah laku Adams.
"iya aku bahkan akan menghancurkan mu."gumam Adams dalam hati.
"sebaiknya kau lakukan saja kegiatan mu dan jika aku tidak sibuk aku akan menjemput mu."pinta Adams
"tidak hari ini aku sedang tidak ada kegiatan,makanya aku mendatangi kantor mu."jawab Alexa.
"Adams jangan bilang kalau kau menyukai gadis itu."bentak Alexa.
"kalau aku menyukai nya!! apa ada yang salah? kau sendiri yang menolak ku."kesal Adams dan keluar dari dalam mobil meninggalkan Alexa.
Alexa terus mengejar Adams Sampai keruang Adams, dan Alexa duduk di hadapan Adams.
"apa lagi Alexa?? aku sibuk hari ini dan kau tahu kalau kantor ku akan bangkrut."ucapan Adams membuat Alexa terdiam dan yang adams ucapkan itu hanya kebohongan semata.
"baiklah aku tidak akan mengganggu mu dan aku harap kau menemuiku malam ini."Alexa pun meninggalkan Adams yang tadi nya Alexa berniat meminta uang untuk shopping pun di urungkan.
Adams dengan cepat meminta kiki memblokir kartu debit serta kartu kredit yang Adams berikan untuk Alexa.
karena Adams sudah tidak Sudi jika uang nya di gunakan oleh Alexa.
entah kenapa Adams mulai jijik melihat Alexa ,apa lagi dia melihat Alexa sedang bersetubuh dengan sahabatnya sendiri.
"Leo benar jika aku belum melihat sendiri mungkin aku akan terus merasa bodoh!! lirih Adams.
__ADS_1