Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 53


__ADS_3

Putri meminta waktu untuk berpikir karena dia tidak bisa memutuskan begitu saja,apa lagi dia harus banyak pertimbangan.


Hati itu sangat sensitif jika sudah sakit entah menyembuhkan nya butuh waktu yang cukup lama.


Adams kembali ke kota dan berharap di saat dia kembali ke kota, Putri bisa menyusul nya atau memberi kabar gembira.


Sudah tiga hari bahkan putri belum memberikan kabar apa pun.


"ingin tahu saja!! sesabar apa dia menunggu ku."gumam putri.


Putri pun enggan mengirim pesan atau membalas pesan dari Adams.


"kemana sih dia? sampai pesan dan telpon ku saja tidak di angkat!! gerutu Adams


setiap putri tidak membalas pesan atau tidak mengangkat telepon pasti dia akan marah-marah dan semua orang kena dampaknya.


Kiki hanya bisa mengikuti apa yang Adams perintahkan walau kadang dia menggerutu dalam hati nya.


"sebaiknya tuan datang langsung ke nona dan tanya kan kembali Karena saya yakin jika nona sedang menguji kesabaran tuan."terang Kiki.


"apa maksud dari menguji? tanya Adams


"dia ingin tahu apa tuan akan sabar atau tuan akan kembali dengan mantan tuan."ujar Kiki.


Adams pun berpikir dan memang putri sedang menguji batas kesabaran diri nya.


Bahkan Adams merasa putri belum percaya sepenuhnya dengan nya.


"apa aku harus membuktikan lagi."lirih Adams sambil tersenyum kecut.


"hanya tuan yang bisa jawab dan mungkin nona masih ada rasa takut saja dan tuan tinggal buktikan kesungguhan tuan saja."tutur kiki


lalu Kiki pun pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Adams pun mulai membenahi diri nya dan hanya mengirimkan pesan sekedar mengingatkan putri untuk makan dan jaga kesehatan.


walau pun hanya di baca setidaknya bentuk perhatian kecil bisa membuat hati putri sedikit luluh.


Satu bulan dan Adams semakin bersabar bahkan mulai ada kemajuan karena putri mulai membalas pesannya.


Adams hidup dengan normal dan menjaga jarak juga hati nya.


walau mantan pacarnya datang dan memohon pun, sekarang adams sudah mulai tegas.


"apa kau sudah makan siang? jangan lupa makan siang dan jaga kesehatan mu juga."isi pesan masuk dari putri


dan Adams pun langsung terlonjak kegirangan.


baru kali ini pujaan hati nya yang mengirimkan pesan duluan.


Dengan semangat nya dia meminta kiki mengantarkan nya untuk membeli cincin.


Adams ingin melamar putri dan kali ini dia melamar sesungguhnya.

__ADS_1


karena kali ini dia benar-benar sudah jatuh cinta bahkan tidak ingin kehilangan lagi.


Sementara putri sebenarnya ingin sekali bicara dan mengungkapkan keinginannya.


Tapi putri merasa Adams sudah bisa memahami dirinya.


"apa aku harus benar-benar membuka hati dan mencintai dirinya? gerutu putri.


"tapi hati ngga bisa bohong kan kak."timpal tuti


"entahlah aku menyukai dirinya atau apa? aku belum paham masalah hati."sahut putri.


Adams sudah membeli cincin dan dia akan berencana mengunjungi putri.


wajah nya selalu tersenyum bahkan terlihat sangat bahagia sampai karyawan pun terlihat bingung.


"semoga nona mau menerima nya dan mereka bisa bahagia."ucap Kiki.


karena jika di tolak,entah akan ada bencana apa yang akan melanda kantor ini.


Lintang dan Susan sangat bahagia bahkan mereka berdua berharap putri mau memberikan kesempatan untuk Adams.


"kita berdoa yang terbaik saja ya."ucap Hary


"iya semoga ada jalan untuk mereka berdua."timpal pak Budi


keesokan harinya nampak Adams dengan setelan santai nya dan Kiki juga sudah menunggu Adams.


"apa semua sudah siap? tanya Adams.


mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan langsung menjalankan mobil tersebut.


sw


selama perjalanan kerumah kediaman putri, terlihat wajah ceria Adams.


dia benar-benar berharap putri dapat menerima nya walau pun Adams tahu Jika putri belum mencintai diri nya.


beberapa jam akhirnya mereka tiba dan hari sudah malam.


Adams putuskan untuk istirahat dulu di hotel dan besok pagi akan kerumah putri.


Rasa tidak sabar adams ingin menemui kekasih nya Sangat membuat Kiki kesal.


"ini masih terlalu pagi tuan "ujar Kiki.


"ngga masalah kan aku mau memberikan surprise."sahut Adams


Dengan mata yang masih ngantuk dengan terpaksa Kiki mengikuti apa yang Adams perintahkan.


mereka berdua menuju kediaman putri, sedangkan putri baru bangun dan akan membuat sarapan pagi.


ketika sedang asyik di dapur, ada suara orang mengetuk pintu..

__ADS_1


"siapa ya pagi-pagi bertamu."gumam putri lirih.


putri pun membuka kan pintu dan di buat kaget oleh kedatangan Adams dan Kiki.


"Kak Adams? ada apa ? ayo masuk."putri mempersilahkan Adams masuk sedangkan Kiki lebih memilih menunggu di teras.


"apa sudah sarapan ? aku sedang membuat sarapan jadi kita sarapan sama-sama ya."ujar putri.


"baiklah kalau begitu,"jawab Adams dan putri meninggalkan adams dan juga Kiki karena akan menyiapkan sarapan.


tidak berapa lama sarapan pun jadi, mereka sarapan bertiga.


selesai sarapan nampak adams sedikit gugup karena putri menatap nya.


"kakak ada apa? dan kenapa tidak mengabarkan dulu."tanya putri.


"aku ingin melamar mu secara benar dan dengan cinta."ucap Adams tanpa basa basi.


putri Langsung menatap wajah Adams seolah Adams ini sedang bercanda.


"aku serius Rahmania putri dan aku berjanji tidak akan mengecewakan untuk kedua kali nya."janji Adams


"aku bingung harus menjawab apa dan aku hanya kaget saja."sahut putri


"kita jalani dulu dan kita juga saling terbuka jangan ada yang di tutupi agar hubungan kita tetap terjaga walaupun ada orang yang datang ingin membuat kita hancur. kita bisa saling menguatkan."terang Adams


Putri bingung menjawab apa, dia hanya melihat ke kanan dan ke kiri.


"kau mau bertanya dengan siapa? ini masalah hati kita bukan hati orang."ujar Adams


"bukan aku hanya kaget itu saja.dan kau tidak ada romantis nya juga."ledek putri.


"tenang saja yang penting aku sangat sayang dan cinta dengan mu jadi ngga perlu yang romantis."canda Adams.


"ayo jawab jangan aku menjadi karatan menunggu mu."desak Adams


"baiklah akan aku coba menjalani hidup dengan mu dan aku harap tidak ada kesempatan kedua atau ketiga jadi.. ayo kita bangun semua ini dengan dasar saling percaya,cinta dan sayang yang tulus."jawab putri.


"kau ini benar-benar aku di terima."seru Adams.


"Kiki sini cepat bawa barang itu."teriak Adams


Putri nampak bingung apa yang di maksud Adams.


Adams menyerahkan sebuah cincin yang sangat indah dan memasangkan nya di jari putri.


"terimakasih mau memberi kan aku kesempatan lagi."ucap Adams lalu mengecup kening putri.


kebahagian yang mereka rasakan ikut di rasakan oleh keluarga nya juga.


harapan mereka yang berharap untuk putri dan adams bersatu pun terwujud sudah.


...****************...

__ADS_1


SELESAI.


__ADS_2