Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 44


__ADS_3

Alexa menunggu Adams kembali keruangan nya tapi sudah hampir satu jam lebih Adams tidak muncul juga.


"kemana Adams? apa dia rapat? gumam Alexa.


Alexa pun berdiri dan berjalan keluar ruangan,mencari sekretariat Adams.


"dimana Adams? apa dia di ruang meeting? tanya Alexa.


"tuan Adams meeting diluar dengan client."sahut Kiki lalu meninggalkan Alexa begitu saja.


Kiki sangat tidak menyukai Alexa yang sangat sombong bahkan tidak ada sopan santun nya.


Alexa pun mengambil tas nya lalu pergi meninggalkan kantor Adams.


nanti malam dia ingin datang kerumah Adams karena Adam mulai susah untuk di temui.


sementara putri dan Adams menuju rumah karena putri ingin melanjutkan pekerjaan nya di rumah.


sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja tanpa berbicara satu sama lain.


Adams melirik ke arah putri dan wanita itu hanya menatap jendela mobil saja.


"apa kau ingin membeli sesuatu? tanya Adams.


"tidak ada!! aku ingin pulang saja."sahut putri tanpa menoleh ke wajah Adams.


"kita sudah sampai sebaiknya kau membersihkan diri dulu baru lanjutkan pekerjaan mu lagi."pinta Adams dan putri pun hanya bisa mengikuti saja.


mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, mama lintang sedikit heran karena tidak biasa nya Adams mau pulang di jam tiga.


paling cepat Adams pulang jam enam sore itu pun kalau badan nya kurang sehat.


"tumben sekali sudah pulang? atau mau balik kekantor lagi? tanya mama lintang.


"aku lanjut pekerjaan di rumah saja mah!! ada Alexa yang mengganggu jadi aku lebih baik ajak putri pulang.


"oh iya mah..jika Alexa sampai mencari ku kesini tolong usir saja."pinta Adams lalu dia pun pamit untuk naik kekamarnya.

__ADS_1


"hmmm dia baru tahu kelakuan Alexa yang seperti wanita murahan."gerutu lintang


lintang kembali mengecek pekerjaannya sedangkan putri sudah selesai mengganti pakaiannya dan akan turun keruang kerjanya.


"aku keruangan jahit dulu karena mau membuat pola."ujar putri.


"apa kau bisa design kemeja atau jas untuk ku? kalau bisa tolong buatkan untuk ku."pinta Adams.


putri berpikir sejenak lalu menyanggupi yang Adams pinta.


"akan aku buatkan untuk mu,beberapa design dan kau nanti tinggal memilihnya saja."sahut putri lalu dia pun keluar dari kamar dan langsung turun menuju ruang jahit.


ternyata Tuti sudah menunggu putri di dalam ruangan, bahkan sudah menyelesaikan satu baju dan putri hanya tinggal mengecek nya.


"bagus sekali kau semakin ada kemajuan,tinggal aku sulam saja nanti."seru putri.


"iya makasih ini juga kan atas ajaran nona jadi aku bisa menjahit lagi."ucap Tuti


"bukan karena kau mempunya skill jadi terus kembangkan."terang putri sambil menggunting pola.


Tuti pamit untuk membuatkan putri teh dan juga cemilan


dia sudah kangen dengan sambal terasi juga lalapan serta sayur bening.


menu sederhana mengingat kan putri dengan sosok si mbok.


ingin menjenguk tapi dia sangat enggan bertemu dengan Bu Dwi dan Cella.


suara pintu terbuka pikir Putri itu adalah Tuti, putri asyik meminta pendapat tanpa melihat siapa yang masuk.


karena tidak ada sahutan akhirnya putri pun menoleh dan yang di lihat adalah suami nya.


"kau!! aku pikir Tuti."ujar putri


"apa kau sangat akrab dengan para maid? tanya Adams


"iya aku sangat dekat karena mereka manusia bukan hantu jadi mereka juga harus kita hargai walaupun pekerjaan nya kadang di pandang hina."jelas putri sambil tersenyum.

__ADS_1


"aku tidak pernah memandang hina hanya saja mereka yang membatasi diri mereka."sahut Adams


tidak lama masuk lagi mama lintang dia masuk dengan Susan.


"put!! mana yang bisa aku lihat? tanya mama Susan.


"sebentar aku ambilkan."sahut putri.


Susan melihat ada dress yang baru selesai di jahit.


"ini siapa yang menjahit? sangat rapih sekali jahitan nya."tanya mama lintang.


"oh itu Tuti mah."sahut putri sambil menyerahkan beberapa dress dan juga kemeja yang sudah selesai untuk di buat contoh.


"keren ini kemeja!! lihat Susan? seru mama lintang sambil mencoba kemeja tersebut.


"iya bagus banget!! aku buatkan dong sesuai size aku."rengek Susan.


"biar nanti Tuti yang ukur mama Susan ya? tutur putri


Tuti pun masuk dengan empat cangkir teh serta kudapan nya.


"nah itu Tuti? tunjuk putri


"Tuti tolong kamu ukur mama Susan ya? dan nanti buatkan kemeja seperti ini."terang putri


"maaf nyonya Susan pakai ukuran apa? maaf kalau boleh saya tahu."tanya Tuti.


"aku pakai size M apa kau bisa tanpa mengukur nya? tanya Susan penasaran.


"sebentar saya ambil pensil dulu."sahut Tuti


lalu Tuti mulai mencoba membuat pola tanpa mengukur tubuh Susan lagi.


dia coba mengikuti cara kerja putri dan ingin dia kembangkan.


lalu Tuti akan menjahitnya besok seusai pekerjaan nya selesai.

__ADS_1


Susan sangat tidak sabar mau hasil nya secepat nya karena jahitan Tuti sangat rapih sekali.


__ADS_2