Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 46


__ADS_3

Putri menyiapkan hasil rancangannya dan dia akan di jemput Susan untuk berangkat sama-sama ke butik.


Lintang akan menyusul karena ada urusan dengan suami nya.


Putri sangat ingin bertemu dengan Reni sudah lama Sekali mereka jarang bertemu apa lagi pergi ke taman.


"apa semua sudah kau bawa semua? atau masih ada yang tertinggal? tanya Susan


"sudah semua mah!! dan ini kemeja hasil jahitan tuti yang mama Susan ingin kan dan semoga pas di tubuh mama ya."ujar putri.


"ayo kita sarapan dahulu."ajak Adams.


"oh aku tidak terima kasih, aku mau cek baju-baju ini saja dan kalian silahkan sarapan."seru Susan.


"baiklah mah, aku sarapan dahulu ya."putri pun mengikuti langkah kaki Adams ingin ke meja makan.


mereka kali ini hanya sarapan berdua dan putri hanya membuat nasi goreng dengan telor ceplok.


wajah Adams sangat senang melihat ada nasi goreng dan telor ceplok.


putri melihat Adams yang makan sangat lahap sekali dan putri menduga pasti ini menu kesukaan nya.


"kau tahu!! aku sudah lama sekali tidak makan nasi goreng dengan telor ceplok dan terimakasih sudah membuat nya." ucapan Adams entah mengapa hati putri sangat senang sekali.


"lain kali pasti akan aku buatkan nasi goreng untuk mu."timpal putri.


mereka sarapan pagi sambil berbagi cerita tentang masa kecil mereka.


"aku tidak ingat kecil ku seperti apa dan sebagian aku lupa."seru putri


"apa kau masih konsultasi dengan Dave? tanya Adams


"sudah beberapa Minggu ini dokter Dave pergi keluar negeri."sahut putri


"mungkin dia liburan atau mengunjungi orang tuanya."terang Adams


"aku akan menjemput mu nanti setelah pekerjaan ku selesai."


"ayo kasihan Tante Susan menunggu mu."ujar Adams.


putri membereskan semua bekas dia dan Adams sarapan, lalu berjalan keruang tamu di mana sudah ada mama lintang dan mama Susan sedang mengomentari hasil jahitan putri dan Tuti.

__ADS_1


bahkan mereka sangat ingin memakai semua baju-baju tersebut.


"kita mau berangkat kapan mah? tanya putri.


"apa kau sudah selesai? tanya mama lintang.


"sudah mah."jawab putri.


"ayo kita berangkat sekarang saja."ajak Susan.


Adams menghampiri putri dan mencium kening istrinya lalu mengusap lembut rambut istrinya.


"aku akan menjemput mu ya dan hati-hati."ujar Adams


"iya aku tunggu dan kalau kau mau makan siang di butik kabari saja."jawab putri.


"akan aku usahakan ya."seru Adams.


putri,mama lintang dan mama Susan pun masuk kedalam mobil mereka segera bergegas ke butik untuk memberikan contoh baju-baju yang sudah putri jahit.


selama perjalanan putri mencoba menggambar kemeja dan juga jas untuk Adams.


Susan melirik ke arah putri dan merasa sedikit penasaran.


"iya mah!! Adams meminta ku untuk mendesign baju kerja nya."jawab putri sambil tersenyum.


"senang deh!! kau bisa mendesign baju pria juga dan pasti papa mu akan iri jika kau membuat kan untuk Adams saja."ledek lintang.


"hahahahaa akan aku coba buatkan untuk papa Budi dan juga papa Harry dan semoga mereka cocok dengan design ku."tawa putri sambil kembali mendesign.


"ayo sayang turun sudah sampai."ajak lintang


"mah boleh aku bertemu dengan Reni dulu."ijin putri


"boleh silahkan!! kalian sudah berapa bulan ya? lama ngga bertemu."sahut lintang.


"terima kasih mah "ucap putri yang masuk kedalam butik dan langsung mengedarkan pandangannya mencari sahabat nya itu.


terlihat reni sedang sibuk mendisplay baju-baju, putri tersenyum karena teman nya sungguh berubah menjadi cantik.


"eheemm mba? apa bisa aku di ambilkan setelan kerja? tanya putri yang sedang meledek Reni.

__ADS_1


"oh tunggu sebentar nona."seru Reni tanpa melihat lagi siapa yang mau membeli.


setelah mengambil beberapa stel baju kerja, Reni kembali dan memberikan ke customer yang mau membeli.


"ini nona ada beberapa stel pakaian kerja dan nona bisa pilih."Reni menyodorkan pakaian itu ke putri.


lalu putri menoleh dan tersenyum, Reni pun terlonjak kaget bahkan dia sangat bahagia bisa bertemu dengan putri yang sudah merubah kehidupan keluarga nya.


"apa kabar sahabat? canda putri


"kau ini makin cantik saja dan aku pikir kau sudah lupa dengan ku."cebik Reni.


"aku rindu dengan ibu dan juga kau? apa ibu baik-baik saja? terus warung nya bagaimana? apa lancar."tanya putri.


"terimakasih berkat kau ibu ku sudah tidak keliling lagi dan warung nya sangat ramai dan kapan kau akan mampir kerumah ku? pasti ibu akan senang melihat mu datang."terang Reni.


"aku akan usahakan malam ini aku mampir ya? dan semangat ya."seru putri.


"iya nona putri."ledek Reni


putri pun hanya terkekeh geli dan berlalu meninggalkan Reni yang harus kembali bekerja.


putri naik ke lantai di mana khusus ruangan Susan dan lintang.


dulu bunda nya pun bergabung di ruangan tersebut sekarang putri yang menggantikan nya.


"apa sudah temu kangen nya? tanya Susan


"dia karyawan yang sangat rajin dan dia mau lembur mengganti kan teman-temannya yang lain."terang lintang.


"Reni butuh uang untuk membantu biaya adik nya sekolah dan juga untuk biaya berobat adik nya juga mah."terang Putri.


"wah bisa jadi contoh yang baik ya."seru Susan.


"jarang loh!! anak-anak sekarang mau membantu ekonomi keluarga,mereka mementingkan gaya hidup mereka."ujar Susan.


"tidak semua mah!! mungkin kalau yang kekurangan seperti aku dan Reni akan bekerja untuk makan dan sekolah."tutur putri.


"kau sih di perbudak oleh dwi maka nya membuat kau susah."cebik lintang.


tidak terasa sudah masuk makan siang dan Adams tidak ada kabar berita nya untuk datang ke butik.

__ADS_1


putri memutuskan untuk ikut mama lintang dan juga Susan untuk makan di luar saja.


tidak lupa dia juga ingin membagi makanan untuk para karyawan nanti.


__ADS_2