Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 37


__ADS_3

"kenapa aku ngga bisa transaksi di semua kartu yang Adams berikan? kesal Alexa dan mencoba menghubungi Adams tapi tidak di angkat juga.


"apa benar-tidaknya dia mau jatuh miskin."lirih Alexa.


"bagaimana nona apa ada kartu yang lain? ini di tolak terus sudah 3 kali kami mencoba nya? tanya pramuniaga toko tas


"sebentar aku sedang hubungi pacarku dulu dan tunggu pasti aku bayar."jawab Alexa dengan nada yang ketus.


"kalau memang tidak bisa transaksi silahkan nona bergeser ke sebelah kanan dulu,biar yang lain bisa membayar."pinta pramuniaga tersebut.


Alexa pun menelpon Jhon agar bisa membantu untuk membayarnya kan tas yang sudah berada di meja kasir.


Jhon pun datang dan langsung membayar semua belanjaan Alexa.


"ini tidak gratis Alexa dan kau harus membayarnya dengan tubuh mu selama satu Minggu."ucap Jhon.


"aku tahu Jhon dan kau selalu puas dengan service ku kan."jawab Alexa


"sebenarnya sudah jenuh sih cuma mau bagaimana lagi kau yang selalu tahu apa yang aku mau." seru Jhon.


tanpa malu mereka berdua berciuman di dalam lift di sebuah mall.


Alexa tidak tahu kalau Adams memperhatikan mereka berdua.


"Jhon pasti sudah lebih tahu soal alexa,karena aku tahu selera Jhon."gumam Adams.


Kiki hanya mengikuti apa yang bos nya perintahkan saja.


"apa putri sudah bisa di hubungi? Adams bertanya ke Kiki assisten nya.


"belum tuan dan apa ponsel nya sengaja nona tinggal mungkin di rumah."ujar Kiki


"sepertinya!! nanti aku akan lihat."jawab Adams.


"kita kembali kekantor atau pulang tuan? tanya Kiki.


"kita pulang saja,aku sedikit kurang enak badan."ujar Adams.


Kiki pun mengantarkan Adams kembali kerumah sedangkan di villa nampak sekali putri sedang tertawa karena Dave sedang melucu.


Susan dan Harry sedang mempersiapkan barbeque karena akan ada lintang dan Budi datang.


"apa kau sangat suka tempat sepi seperti ini."tanya Dave


"yeah aku suka karena aku bisa fokus belajar."jawaban putri sudah bisa di tebak kalau hubungan dia dan Adams sedang tidak baik-baik saja.


Dave mengambil sebuah gitar dan coba memainkan gitar tersebut.


"apa kau suka bermain gitar? tanya putri.


Dave hanya memberikan senyum untuk putri dan putri pun tersenyum malu.


Didalam harap ku


*Dan ingin ku


kau ada disana

__ADS_1


setiap langkah ku


dan mimpi ku


kau ada di sana


mungkin suatu saat nanti


kau dan aku bersama


berdua kita jalin kasih


dalam satu ikatan cinta


Tuhan tolong jaga dirinya disana


aku disini kan menunggu


hingga diri ku dan diri nya


indah pada waktunya


kau lah hasrat ku dan cinta ku


kau lah segalanya


ijinkan diri ku,bersama mu


karena sesungguhnya


ku rindukan dekapan mu


berdua kita jalin kasih dalam satu ikatan cinta


tuhan tolong jaga dirinya disana*


dave masih terus bernyanyi dan putri sangat menyukai suara merdu Dave.


Harry hanya memperhatikan kedua anak muda tersebut karena Harry tahu dari wajah Dave yang menyukai putri.


"seperti nya mereka sudah jatuh cinta."bisik Susan.


"iya sepertinya Dave yang sudah jatuh hati duluan dan semoga ada jalan yang terbaik untuk mereka berdua."ucap Harry.


ternyata di luar lintang,Eril dan pak Budi sudah sampai mereka sedang menurunkan barang-barang yang mereka beli tadi di jalan.


'kau masuk duluan mah? biar aku dan eril yang akan membawa masuk."pinta pak Budi.


"hallo semua nya!! teriak lintang seperti biasa selalu akan menciptakan ke hebohan.


"mamaa lintang."seru putri yang berlarian langsung memeluk lintang.


"sayang apa kau baik-baik saja disini? apa kau di berikan makanan yang layak? apa kau bisa tidur dengan nyenyak? tanya lintang yang menyindir Susan.


"aku hanya memberikan putri rumput dengan toping coklat dan keju."timpal Susan.


"Harry apa dia istri mu? tanya lintang

__ADS_1


"hahahahaha ayolah kalian selalu saja seperti ini jika bertemu."ujar Harry.


Harry memeluk saudara nya tersebut dan lintang pun hanya tertawa saja.


"itu Eril kan ? tunjuk Harry


"iya kau masih mengenal bocah itu."ucap lintang.


"tentu dong!! apa kabar Eril? dimana papa mu?hmmmm."sapa harry.


"uncle Harry kangen aku rasanya sudah lama kita tidak balap sepeda lagi!! papa masih dengan nyaman nya di kota kelahirannya."terang Eril.


"hai putri apa kau baik-baik saja."sapa Eril


"baik kak dan kek Eril kenapa baru mengunjungi ku lagi."rengek putri.


"kakak mu ini sibuk jadi baru ini ada waktu menjenguk mu."ucap Eril.


Dave hanya melihat interaksi keluarga tersebut, Eril pun melirik ke Dave.


"Eril.!! seru Dave


"Dave?? apa benar Dave? aku pikir kau sudah di makan ikan paus."ledek Eril.


"sialan kau masih ingat saja."Dave tertawa mengingat liburan dia hampir tenggelam dulu waktu diuar negeri.


"lama ya kita tidak saling komunikasi dan aku harap kau menjadi dokter spesialis yang handal."ucap Eril


"aku sudah menggantikan papa ku dan itu semua sudah aku kabulkan."sahut Dave.


"kalau mau reunian sebaiknya kalian sambil mencicipi daging yang sudah aku bakar tadi."teriak Harry yang sedang membantu putri menyiapkan makan malam.


sedangkan pak Budi sedang bicara serius dengan Susan, jangan di tanya lintang sibuk membuat jus.


"yah begitulah jadi dari Linda meninggal putri sudah di berikan obat dan entahlah aku lupa nama obat itu, jadi sebagian memori nya hilang dan Dave mencoba mengingatkan nya lagi."terang Susan.


"sangat keterlaluan sekali ya!! benar-benar tidak habis pikir apa sih yang dwi cari? harta kan atau memang mau menjadi l


pembunuh."kesal pak Budi.


"pah minumlah !! jangan terlalu emosi."lintang memberikan segelas jus segar untuk suami nya.


"apa sudah ada hasil nya? tanya lintang ke Susan


"sudah dan putri mau berobat dia akan coba terapi setiap hari Senin di tempat praktek Dave."tutur Susan.


"baiklah dan tugas kita menemani putri nanti."sahut lintang.


"semoga kejadian keluarga Linda tidak terulang lagi, karena aku lihat anak nya Dwi mencoba menjebak Adams.tapi Adams sudah bisa membaca nya."ungkap pak Budi.


"apa lagi sih yang mereka mau."kesal Harry.


"maaf mungkin cella dan aku tidak pernah akur dan bahkan cella sangat membenci ku."ungkap putri.


"mereka itu memang harus mendapatkan malu dan kita lempar di jalanan."kesal Susan.


"apa Adams tahu soal itu semua? selidik Harry.

__ADS_1


"Adams belum tahu semua nya dan hanya saja Adams tidak menyukai gaya nya cella."terang Budi.


mereka pun sampai larut malam bercerita dan membagi tugas.


__ADS_2