Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 24


__ADS_3

Hari pernikahan putri dan Adams tinggal menunggu esok pagi.


malam ini putri duduk di depan Jendela kamarnya, dia merasa hampa malam ini.


bahkan dia hanya memandangi langit hitam yang tanpa bintang.


semua pernikahan ini hanya sebuah rencana bukan impian seperti pasangan lain.


"semoga aku bisa menjalani ini semua dan aku bisa keluar dari masalah ini."lirih putri dan dia pun menutup jendela kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang yang sempit.


putri mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas.


pagi harinya mbok ningsih sudah ada dikamar putri dengan seorang penata rias..


di tangan mbok Ningsih ada setelan kebaya milik putri yang di pilihkan Tante lintang.


"apa aku bisa membersihkan diri dulu?? 10 menit saja."ujar putri


"silahkan nona dan mbok akan siapkan sarapan untuk nona."pamit mbok Ningsih..


putri hanya diam dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


dia membersihkan diri dengan cepat karena putri tidak suka orang menunggu nya.


"nona sangat cantik jadi saya tidak perlu memoles nya dengan tebal jadi masih banyak waktu untuk sarapan dulu."ujar si MUA


"kalau begitu mbak-mbak juga ayo sarapan bareng aku? mbak mau kopi atau teh? tawar putri.


"apa saja nona bebas."sahut salah satu MUA yang sedang merapihkan alat-alat makeup nya.


"baru kali ini kami merias di suguhkan sarapan."tutur si mbak yang satu lagi.


"sarapan lah karena bekerja juga butuh tenaga."ujar putri.


mereka bertiga pun sarapan bersama di balik pintu kamar putri, ayahnya mendengarkan percakapan anaknya itu.


putri sangat persis dengan ibu nya sangat baik dengan siapa pun tapi kebaikan nya justru di manfaatkan dengan orang lain.


setelah sarapan,putri langsung di rias. tidak ada wajah bahagia yang terlihat dari wajahnya.


putri bersikap biasa saja bahkan dia merasa sedang bermain sandiwara.


setelah selesai di makeup putri memakai kebaya yang sangat pas dengan tubuhnya itu..


putri terlihat sangat cantik siapa pun akan terpesona menatap wajah pengantin wanita tersebut.


acara segera di mulai dan putri pun turun dari atas untuk duduk di samping Adams.


tibalah putri berhadapan dengan Adams dan Adams menyambut tangan calon istrinya itu dan memberikan nya duduk.


sesaat Adams terpesona dengan wajah alami putri yang sangat cantik.

__ADS_1


sampai Adams tidak melepaskan tangan putri kalau tidak putri berusaha untuk melepaskan nya.


"maaf.."ucap Adams dan duduk di sebelah putri.


mereka pun memulai acara ijab Kabul tersebut dan dalam hitungan menit putri sudah sah menjadi istri Adams.


Adams memasangkan cincin di jari manis putri dan begitu juga dengan putri.


lalu putri mencium tangan kanan Adams dengan takzim.


banyak ucapan selamat yang mereka terima dari para keluarga dan juga sahabat Adams.


sedangkan putri hanya mengundang Reni dan ibunya saja.


Reni pun baru tahu kalau putri adalah anak orang berada tapi sikap putri yang sederhana membuat Reni tidak mengetahuinya.


"selamat ya putt!! ucap Reni sambil memberikan pelukan untuk putri


"terima kasih sudah mau datang ya."jawab putri.


putri pun mencium tangan ibunya Reni dan mengajak mereka mencicipi hidangan.


sedangkan dari kejauhan ada yang menatap sinis ke arah putri.


siapa lagi kalau bukan bu Dwi dan Cella bahkan cella sudah mulai menyusun rencana untuk mendekati Adams.


"tertawalah dan bahagialah hari ini karena besok kau akan menangis..hahahaha"ujar cella


bu Dwi pun ikut tertawa dan menatap tajam ke arah putri


begitu pun dengan ayahnya , sengaja membuat jarak walau sebenarnya putri ingin memeluk ayahnya.


setelah acara nikah selesai putri pun di bawa lintang untuk tinggal di rumahnya.


Adams menatap terus wajah putri sampai Tante Susan menyenggol lengan Adams.


"apa kau melihat dia lebih cantik dari pacar mu? ledek Susan.


"biasa saja dan dia tidak spesial di hatiku."jawab adams


"yakin mau tidak akan jatuh cinta dengan putri."seru Susan.


"sayangnya tidak akan aku jatuh cinta dengan nya, Tan!? berhentilah meledek ku!! kesal Adams.


Adams kesal karena melihat putri lebih dekat dengan Eril.


Adams belum mengetahui kalau Eril adalah sepupu dari putri.


"ayo putt kita pulang sekarang."ajak Tante lintang.


"baik Tante.."jawab putri.

__ADS_1


mata putri mencari seseorang yaitu mbok Ningsih dan akhirnya putri menemukan juga.


"mbok!!! putri pergi dulu ya?? mbok harus bisa jaga kesehatan dan jangan cape-cape."seru putri sambil meneteskan air mata .


karena selama ini yang membela putri dan memberi putri makan adalah mbok ningsih walau harus sembunyi -sembunyi.


"iya non..jaga diri juga ya?? sering-seringlah mengunjungi mbok disini."sambil terisak mbok Ningsih memeluk putri.


"kau bisa menjenguknya Kapan saja kau bisa."bisik Susan.


"atau nanti akan kau bawa saja si mbok untuk menemani mu nanti."timpal lintang.


"baiklah Tante.."ujar putri.


putri pun akhirnya keluar dari rumah yang penuh kenangan dan dia akan kembali kerumah ini dengan merebut kembali harta milik ibu nya.


selama perjalanan putri terdiam dan merenung kan nasibnya.


sesekali dia melirik ke arah Adams,.seolah pria tersebut tidak ada sama sekali basa basinya.


"putt,, apa kau masih sedih? tanya Tante lintang


"tidak Tante, aku baik-baik saja."ucap putri sambil menatap Jendela kaca mobil.


"syukurlah karena aku pikir kau masih sedih dan panggil aku mama Jangan panggil aku Tante lagi!! cebik lintang.


"baiklah mama lintang.."canda putri


pak Budi pun ikut tersenyum dan memikirkan bagaimana caranya agar Adams bisa menerima putri.


"apa om juga mau di panggil papa? hmmmm."tanya putri


"tentu dong!! dulu saja kau waktu umur 2 tahun memanggil ku papa."ungkap pak Budi.


"iya..iya om aku akan memanggil om Budi dengan papa Budi."jelas putri.


putri enggan bertanya dengan Adams dia lebih memilih diam.


benar-benar putri di buat kesal oleh Adams, bahkan sifat Adams sangat dingin.


"pah apa boleh kami tinggal di apartemen? tiba-tiba Adams bertanya.


"nanti kalau sudah satu bulan karena putri mau ujian skripsi selain itu kita mau launching produk baru, dan putri yang akan menggantikan bunda nya."jelas lintang.


"baiklah mah!! karena aku lebih suka di apartemen di Banding tinggal di rumah."jelas Adams.


putri hanya mendengarkan saja karena putri tahu kalau tinggal di rumah orang tuanya pasti lambat laun akan ketahuan juga.


"akan aku ikuti permainan mu,tuan!! gumam putri sambil tersenyum samar.


tidak lama mereka pun sudah sampai dan ketika turun dari mobil sudah di sambut oleh Susan dan Harry.

__ADS_1


bahkan ada seorang gadis yang baru putri lihat hari ini.


"mamaaaa...papaaaa!! kenapa gak bilang kalau kak Adams akan menikah!? ucap gadis tersebut sambil memajukan bibirnya.


__ADS_2