Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 21


__ADS_3

Rahmania putri seorang gadis Yang sangat sederhana tapi otaknya luar biasa, sifat mandiri dan pekerja keras turun ke dirinya.


Lintang terus saja terkagum-kagum oleh hasil gambar design putri.


dia yakin semua akan menyukai model terbaru dari buruknya.


Susan segera mengeksekusi gambar tersebut dengan mencari bahan serta warna yang cocok.


"kau sangat hebat, aku bangga dengan mu nak!! seru susan.


"aku berharap kau tetap menjadi diri mu sendiri jangan mudah terlena oleh harta."ujar lintang.


"Tante aku sudah terlatih menjadi aku yaitu aku yang tak pernah gelap mata dengan harta, aku yang suka dengan kerja, aku yang ingin menjadi diri sendiri jadi aku tidak akan terlena dengan harta bunda ku."ungkap Putri.


"baguslah nak..aku sangat bangga dengan mu."Susan pun memeluk putri.


"ayo Tante kita harus semangat dan bantu aku juga agar bisa lulus kuliah.hahaha."canda putri.


tentu dong kita akan selalu mendukung dirimu."seru Susan


"eh kita kerja nih hari ini ya? timpal lintang


"kerjalah Lintang jangan ngayap terus..ledek Susan.


"iya iya ini kerja kok!! kesal lintang.


"Tante apa mau aku buatkan design t-shirt? kalau mau akan aku coba.. kira-kira yang lagi tren di kaula anak muda atau kita punya style sendiri? tanya putri.


"kalau bisa sih kita punya gaya tersendiri saja jadi tidak sama dengan merk lain. coba kau gambar dulu nanti aku coba tambahkan."tutur Susan.


"baiklah akan aku coba gambar dulu ya Tan!! seru putri


"putri jangan terlalu di paksakan ya!! harus dalam keadaan senang jika mengerjakannya apa pun itu."ujar lintang..


"putri suka kok,tan dan ini hobi putri kalau sedang ada waktu luang untuk menggambar."terang putri.

__ADS_1


"baiklah putt kalau kau memang tidak terganggu dan kita tidak mau memaksakan ya!! ujar lintang.


"iya Tante..kan tadi putri sudah jelaskan."jelas putri


"maklum Tante lagi senang jadi takut kau tidak suka."terang Tante lintang.


"lintang kau mau makan siang apa? atau mau makan di luar? tanya Susan


"putri kita makan di luar Yuk? itu bisa di lanjutkan nanti.."ajak Susan..


"aku ikut saja deh,Tan"seru putri.


"ya sudah yuk..kita makan di luar saja."ajak lintang.


lalu mereka bertiga pun keluar dari ruang kerja dan turun menggunakan lift.


sampai di bawah banyak sekali karyawan yang menyapa nya.


putri hanya tersenyum manis bahkan sesekali menjawab ucapan mereka.


putri yang mendengarkan hanya tersenyum saja, karena dia juga tidak tahu rupa wajah bunda nya.


"kau sangat ramah sekali sama dengan bunda mu!! kebanyakan senyum."ledek lintang.


"hahahaha Tante bisa saja..terus putri harus bagaimana Tan? ucap putri.


"bagus kok ramah dengan karyawan jadi pertahankan terus."timpal Susan.


"iya Tante karena aku pernah di posisi mereka kok."sahut putri.


"ayo naik kita ketempat biasa saja ya?? tanya lintang ke Susan karena putri pasti jawabannya akan sama saja.


"iya sudah baiknya lah saja lah."sahut Susan


"habis makan coba kita diskusi untuk kedepannya..karena sudah lama kita tidak launching produk baru."ujar lintang.

__ADS_1


"iya nyonya lintang, daku paham.."sahut Susan.


"design kamu putri Yang akan kami buat model terbaru nya dan kalau bisa harus sesuai gaya butik kita itu."terang lintang.


"nah aku mau tau,Tan sebenarnya butik ini mengusung tema apa? karena aku juga belum paham."tanya putri.


"baik akan Tante jelaskan nanti karena ini juga ide bunda mu."sahut lintang.


"awalnya juga cuma iseng-iseng berhadiah saja buka butik dari sekedar hobi belanja dan bunda mu sangat suka mendesign baju jadi cocoklah modal nekat kita buka butik.. yahh sampai akhirnya bisa sukses."ungkap Susan.


"semua butuh pengorbanan dan juga kerja keras karena pesaing kita cukup banyak."timpal lintang.


"aku sampai tidak berani mimpi untuk masuk ke butik itu Tan tapi ternyata aku bisa menjadi bagian dari butik tersebut."ujar putri.


"aku juga kalau bukan ayah mu datang tidak akan tahu kalau kau sudah dewasa dan aku pikir semua baik-baik saja jadi hasil dari butik setiap bulan kami transfer ke rekening Linda uang ternyata dipegang ibu tiri mu itu."terang lintang.


"ayo turun..sudah sampai kita lanjutkan di dalam saja."ajak Susan.


putri pun turun mengikuti langkah kaki lintang dan tanpa sadar dia menabrak seseorang.


"maaf tuan,, sekali lagi maaf."pinta putri yang agak sedikit takut tapi sang pria hanya menatap wajah putri tanpa berkedip.


"cantik.."gumam pria tersebut.


"hallo Tuan..tuan.."panggil putri sambil melambaikan tangan nya ke wajah pria tersebut.


"oh maaf nona, tidak apa-apa kok!? sahut pria tersebut.


"putriii ayo cepat."teriak Susan


"tunggu sebentar Tante."seru putri.


"maaf tuan kalau begitu aku permisi dulu, dan sekali lagi minta maaf."ucap putri tulus.


"baik nona dan Sampai berjumpa lagi di lain waktu."sahut pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2