
Pagi nya putri sudah terbangun dan sudah rapih dia sengaja tidak membuat kan sarapan seperti biasanya.
putri sudah di jemput sopir nya Eril dan dia langsung pergi hanya pamitan dengan mbok Ningsih saja.
mbok ningsih masih mengingat Eril bahkan sangat senang putri ada yang jaga.
"apa benar kau akan menikah dengan Adams? tanya eril
"iya kak."sahut putri
"apa kau yakin mau menikah dengan nya? selidik Eril.
"hanya itu yang bisa aku lakukan agar bu Dwi percaya dengan ku.dan setelah itu aku bisa terbebas dari kak Adams dan bu Dwi."terang putri.
"baguslah jangan sampai kau mencintai Adams, aku akan membantu mu untuk bisa bangkit dan mengambil hak mu."ungkap Eril.
putri pun terdiam dan hatinya terasa sakit ketika di bilang jangan mencintai.
dia sendiri juga memang tidak akan mencintai Adams dengan sifat nya yang sombong.
apa dirinya tidak sepantas itu kah sampai tidak boleh mencintai dan di cintai.
"ayo turun sudah sampai makam bunda mu, dan menurut om Budi sudah ada ayah mu juga."ujar Eril
"ayah? bukan nya tadi belum bangun? gumam putri.
"tidak ayah mu sudah dari pagi berada di makam dan memang setiap hari Jumat dia selalu hadir di makam bunda mu."terang Eril.
putri hanya diam seolah dia tidak percaya kalau ayahnya menutupi semuanya.
putri pun turun dari mobil di ikuti oleh Eril, mereka mengikuti langkah sopir yang tadi menjemput nya.
terlihat dari jauh ada om Budi, Tante lintang,Tante Susan dan ayahnya putri.
"mereka itu sahabat bunda mu semua jadi kau harus terbiasa dengan mereka yang akan membantu mu."bisik Eril.
tanpa sadar putri menggandeng lengan Eril karena dia merasa gugup.
"apa kau gugup? tanya eril.
"iya aku ngga menyangka bunda ku sudah meninggal dan ibu yang aku anggap ibu kandung ku ternyata bukan, pantas dia selalu memaki diriku! terang putri.
ada rasa sakit hati yang putri rasakan ketika makian serta tamparan yang sering dia terima dari Bu Dwi.
__ADS_1
bahkan untuk makan saja putri tidak boleh harus mencari uang sendiri.
sedangkan dia dan cella menikmati harta bunda nya, putri ingin marah tapi untuk saat ini dia tidak bisa apa-apa.
"selamat pagi om Rahman? apa masih mengenal ku."sapa Eril
pak Rahman langsung memeluk Eril dan menangis di pelukan Eril.
"bawalah adik mu tolong bawalah dia pergi jauh, om mohon."pinta pak Rahman sambil menangis.
"sudahlah pak Rahman sebaiknya kita jalani saja rencana ini jadi tidak perlu khawatir lagi."ucap pak Budi.
"ayah..apa ayah bisa jelaskan? tentang semua ini."tanya putri.
"sebaiknya kau sapa bunda mu dulu, baru nanti kita cari tempat yang aman untuk berbicara. karena aku takut ada orang suruhan Dwi yang mengikuti Rahman."terang lintang
putri pun langsung menghampiri sebuah makam yang tertulis nama Linda white ternyata bunda nya masih orang keturunan Inggris.
banyak sekali bunga anggrek putih di dekat makam tersebut.
bunga itu juga kesukaan putri dan putri pun terisak di makam tersebut.
"bunda ini putri,maaf kalau putri baru tahu kalau bunda adalah ibu ku..karena setiap bunda hadir dalam mimpi ku aku masih ragu, tapi kali ini aku akan sering mengunjungi mu."ucap putri sambil tersenyum dan menyeka sisa airmata nya.
aku janji akan datang kesini setiap aku ada waktu ya Bun!! putri pamit pulang dulu ya Bun."ucap putri seolah sang bunda sedang ada dihadapannya.
ingin sekali cerita banyak tapi hujan mulai turun jadi putri pun mengakhiri cerita nya itu.
"ayo putt..nanti keburu hujan deras."ajak Tante Susan.
"iya Tante, ayo.."seru putri.
mereka pun setengah berlari dan masuk kedalam mobil masing-masing.
mereka janjian di rooftop butik lintang yang juga milik Linda dan Susan.
mereka sahabatan dari sekolah menengah pertama jadi sudah seperti adik dan kakak.
sesampai di butik mereka semua langsung turun, satpam yang menghadang putri kemarin pun kaget melihat tampilan putri yang sekarang.
"perhatian semua kenalkan ini Rahmania putri dia adalah atasan kalian yang baru dan itu berlaku di hari ini karena butik ini pun milik dirinya jadi kalian harus bisa bekerja sama dengan ibu putri."seru Susan memberikan informasi ke semua karyawan yang ada di butik.
satpam pun langsung lemas dan dia hendak mengejar putri untuk meminta maaf tapi putri sudah di tarik Eril untuk naik ke lantai atas.
__ADS_1
"Tante kenapa bicara begitu? biar saja aku kerja jadi SPG dulu.baru aku handle kerjaan Tante."protes putri.
"ngga bisaa begitu, Tante sudah ingin pensiun."sahut Susan
"ya ampun Tante mau ninggalin putri sendiri urus ini butik."ujar putri.
"iyalah masa ngga kan kamu masih muda."ledek lintang
"yahh ini sih nama nya ngga adil."cebik putri.
"di antara kita bertiga siapa yang lebih muda? tanya Susan.
"aku yang paling muda."tunjuk putri
"ya sudah kau lah yang akan bekerja."timpal Susan.
"iya deh aku ngalah.."cebik putri.
mereka pun sampai di lantai atas dan mulai duduk di kursi masing-masing.
"kalian mau minum apa? tanya Susan
"kopi saja dan jangan lupa air mineral juga ya? ucap pak Budi.
"putri apa kau mau jus atau coklat panas? tawar Susan.
"coklat boleh deh Tan."seru putri.
"ya sudah tunggu ya dan nanti aku pesan kan cemilan juga."Susan pun melangkahkan kaki nya menuju telpon untuk memesan kopi dan yang lain-lainnya.
"putri mendekatlah sini duduk di samping ayah."panggil pak Rahman.
putri pun mendekati ayahnya dan duduk di samping nya.
sebenarnya Linda meninggal bukan kecelakaan tapi memang di celakai mobil yang di tumpangi Linda di sabotase.
hanya putri yang selamat dari kecelakaan tersebut bahkan Linda masih sempat tertolong walaupun koma tapi ada seseorang yang masuk ICU dan menyuntikkan obat ke tubuhnya.
"lalu datanglah Dwi dia mengancam akan membunuh putri jika aku tidak menikah dengan nya.
hidup ku penuh di bawah ancaman Dwi bahkan dia menguasai harta almarhumah Linda, aku seperti di hipnotis hanya mengikuti saja.
bahkan anak ku tidak di beri makan, anak ku di tindas aku hanya diam saja..hati ayah yang mana tidak sedih dan sakit jika anak kandungnya di perlakukan seperti ini."tangis Rahman pun pecah
__ADS_1