
"aku sudah tidak kuat lagi dan aku pun mendatangi pak Budi karena aku tahu Bu Lintang adalah sahabat Linda.
sakit yang aku rasakan sampai aku berbohong kalau perusahaan sudah akan bangkrut,dan aku menjodohkan putri dengan Adams agar putri bisa keluar dari rumah tersebut.
karena sikap Dwi semakin kejam terhadap putri.
jadi semua sandiwara ini sedang berjalan dan semoga bisa berhasil."pak Rahman bercerita sambil beruraian Air mata.
siapa yang tidak sakit melihat perlakuan kejam kelakuan Dwi.
tapi membalas dendam dengan Dwi sangatlah tidak mudah karena dia wanita yang sangat licik.
"mungkin inilah salah satu alasan kenapa papa ku memilih meninggalkan Jakarta, baru aku tahu. harta yang Tante Dwi incar dan dia di liputi dengan rasa iri dan dengki."ujar Eril.
"untuk pernikahan putri sudah tinggal menghitung hari, dan aku harap semua bisa mendukung pernikahan ini."seru lintang.
"iya Tan aku akan mendukung nya."sahut Eril.
"apa kau sudah siap putt? tanya Susan.
"sudah tan, anggap saja sedang ujian negara."ujar putri.
mereka semua pun tertawa karena ucapan putri sambil menikmati kopi dan juga cemilan.
"kalau begitu aku pamit dulu kembali kekantor."pak Rahman pun berdiri dari duduknya.
"putri..kau tahu kalau ayah melakukan ini semua karena ayah sangat sayang dengan mu."ujar pak Rahman.
__ADS_1
"iya ayah..maafkan putri yang sudah salah paham."sahut putri.
lalu putri pun memeluk ayahnya ini pertama kali putri bisa memeluk ayahnya.
setelah pak Rahman pamit di lanjut oleh Eril dan juga pak Budi.
tinggallah putri, lintang dan Susan. banyak sekali yang putri dengar tentang ibu nya.
putri sangat senang sekali bahkan dia pun tertawa mendengar ceritanya.
"aku akan mengajarkan mu tentang design!! semoga ilmu ibu mu menurun kepadamu ya!! karena design baju-baju disini adalah design ibu mu."ungkap lintang
"kau tahu kita Belum mendapat model terbaru lagi dan bagus kau Sudah hadir disini jadi aku harap kau mempunyai ide-ide yang bagus."timpal Susan.
"bagaimana kalau aku meminta pensil dan juga kertas, aku akan mencoba nya karena kalau sedang menunggu aku suka membuat sketsa."terang putri.
putri mengambil kertas kosong tersebut dan mulai membuat gambar.
dia mulai dari dress mulai untuk anak gadis sampai wanita yang sudah berumur.
tangan nya sangat lihai ketika sedang menggambar bahkan seperti sudah terbiasa.
"wah ini keren."seru Tante lintang.
"untuk warna bagusnya pilih warna apa put? tanya Susan.
"anak muda sebaiknya warna pastel saja Tan,, untuk wanita dewasa lebih ke warna hijau atau merah."terang putri.
__ADS_1
"hmmmmm boleh juga kita hanya ambil dua warna dan hanya ada beberapa size saja, jadi seperti limited edition.."ujar lintang.
"berarti untuk dress gadis wrn hijau pastel dan pink baby ya? seru Susan.
"untuk warna aku serahkan ke Tante saja ya!! jawab putri.
"oke kita yang akan tentukan warna nya."tutur Susan.
lintang terus memperhatikan tangan putri yang sangat cekatan menggambar seperti sudah lama melakukan nya.
"apa kau sering menggambar? tanya lintang penasaran
"iya Tante hampir sering."sahut putri dengan mata yang masih fokus dengan kertas gambarnya.
"ini sudah jadi dan beberapa gambar saja.. mungkin Tante bisa pilih mana yang bagus."putri menyerahkan 10 lembar gambar hasil tangan nya.
"wow ini sih bingung mau pilih yang mana? hahahaha"canda Susan.
"memang kenapa Tan? ucap putri
"bagus semua nya..wah bisa langsung di buat nih tinggal menentukan warna dan bahan nya saja."timpal lintang.
"benar-benar keren kau putri!! seru Susan.
"ayolah Tante jangan berlebihan memuji itu ngga bagus untukku."cebik putri.
kenapa dengan Susan, putri sangat terbuka bahkan lebih dekat.
__ADS_1
padahal mereka baru bertemu satu kali tapi buat Susan dia sudah sering menggendong putri dari putri bayi.