
Adams pulang kerumah sudah sangat larut malam, bahkan penghuni rumah sudah sepi sekali.
Adams langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.
sampai di kamar Adams langsung membersihkan dirinya dan melirik ke arah sofa.
putri masih setia tidur di sana tanpa protes apa pun, hanya malam ini putri tidur terlihat gelisah.
putri mengigau bahkan sampai keluar keringat di dahi nya.
Adams berjalan mendekati sofa yang putri sedang tiduri.
Adams memegang dahi nya dan ternyata putri demam.
dengan cepat mengangkat tubuh istrinya untuk di pindahkan ke ranjangnya.
Adams mengambil air untuk mengompres Putri karena suhu badan putri semakin panas tinggi.
Adams mencari kotak obat untuk memberikan putri Paracetamol.
setelah meminumkan obat, berangsur-angsur panas nya pun turun juga.
Adams tertidur sambil duduk di samping putri dan pagi nya putri merasa berat di dahinya.
"aku kenapa ya? kok bisa ada di kasur nya."putri sedikit panik karena ada di kasur adams.
putri coba beranjak untuk turun pelan-pelan dari tempat tidur tapi gerakan tersebut justru membangunkan Adams.
"apa kau sudah baikan? Adams menempelkan bahu tangan nya di jidat putri.
"sebaiknya kau beristirahat akan aku minta maid membawakan sarapan untuk mu."Adams pun berdiri dan berjalan mendekati telpon.
setelah meminta maid membawakan sarapan pagi untuk putri, Adams langsung mandi walau sebenarnya dia masih sangat mengantuk.
tapi Adams juga harus bekerja hari ini ada meeting penting.
putri terus saja memperhatikan gerak gerik Adams yang di lihat putri sedang lelah.
__ADS_1
"sebaiknya kau istirahat karena kau terlihat sangat lelah."ujar putri.
"aku sibuk dan akan beristirahat di kantor saja, kau makanlah." ucap Adams
"apa perlu aku suapin!! suara bariton Adams membuat putri langsung menyantap sarapan nya dengan cepat.
"bagus, setelah itu minum obat yang ada di atas nakas lalu istirahat lah. semalam kau berisik sekali sampai aku tidak tidur."ujar adams.
"iya maaf dan aku terima kasih kau sudah merawatku."ucap putri.
tanpa menjawab adams pun langsung pergi begitu saja.
"baik nya itu bisa di hitung pakai timer."gerutu putri
sehabis meminum obat tiba-tiba matanya ngantuk kembali dan putri pun tertidur kembali.
"yah dia sudah tidur."seru mama lintang lalu mengecek suhu badan putri.
"semoga habis bangun tidur dia akan sehat kembali."mama lintang pun keluar dari kamar tersebut.
"putri sakit? trus sekarang gimana? susan panik ketika di beri kabar jika putri sakit.
"sedang tidur dan kita tunggu dia bangun saja!! kalau belum ada perubahan baru kita panggil kan Dave."terang lintang dan Susan pun setuju.
mereka berdua akhirnya masuk lagi kedalam kamar dan menunggu di sofa kamar Adams.
"semalam Adams merawatnya dan dia tidak membangunkan siapa pun."jelas lintang
"aku tahu dan paham banget Jika Adams menyukai putri hanya saja dia masih mempertahankan ego nya."ucap Susan
"kau benar sekali!! Adams terlalu egois "kesal lintang.
lama mereka menunggu putri bangun dan yang di tunggu pun akhirnya bangun juga.
"mama kok pada kumpul di sini? ada apa? dengan suara serak nya putri mencoba duduk.
"apa yang kamu rasakan? apa masih demam? Susan langsung mendekati putri
__ADS_1
"aku sudah baik-baik saja kok." jawab putri.
"sebaiknya banyak lah istirahat jangan memaksa jika badan mu belum sehat."pinta lintang
"iya mah tapi aku sudah baik-baik saja."ujar putri.
"apa kau mau makan sesuatu? tawar Susan.
"aku hanya ingin teh manis dan roti saja,mah."jawab putri.
"sebentar aku akan minta maid menyiapkan nya."ujar lintang.
putri pun duduk di balkon bersama lintang dan juga Susan.
selain roti yang di bawa maid ada juga buah-buah, Susan terus menyuapi putri buah.
"mama apa bisa stop dulu!! aku kenyang ."rengek Putri
"sedikit lagi ya biar tubuh mu ada isi nya." ujar Susan.
sedangkan di kantor Adams ingin mengetahui kondisi istrinya tapi dia bingung mau bertanya ke siapa.
"Ki tolong kau cari tahu makanan kesukaan putri dan kau kirimkan dia makanan."pinta Adams
"baik tuan!! apa ada lagi tuan? tanya Kiki
"tidak itu saja."jawab Adams.
Kiki pun langsung menelpon deasy untuk mencari tahu makanan apa yang jadi favorit istri nya Adams.
"baiklah nona makasih ya."ucap Kiki kepada deasy.
dengan cepat Kiki langsung memesan makanan untuk putri.
"sungguh sangat sederhana sekali nona putri hanya menyukai martabak telor dan martabak keju."seru Kiki
"semoga saja mereka berdua bisa saling jatuh cinta." ucap Kiki.
__ADS_1