Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 42


__ADS_3

Sejak saat itu Adams lebih banyak perhatian ke putri dan putri merasa Adams menyukai dirinya.


tapi putri tidak mau terbuai dulu, dia coba menjalani ini semua dulu.


mereka lebih sering pergi bersama, kadang Adams menunggu opie selesai mengajar less.


kadang mereka main basket atau putri menemani Adams untuk lari pagi.


putri pun sering mengirim kan makan siang kekantor Adams.


putri belum mau untuk datang kekantor Adams karena dia tidak ingin berurusan dengan Alexa.


Susan dan lintang sedikit senang tapi mereka tidak mau terlalu berharap banyak karena mereka berdua pintar bersandiwara.


Harry dan pak Budi pun sama hanya ingin bisa melihat sampai sejauh mana hubungan mereka.


siang ini Adams mengundang ayah mertua nya untuk makan siang di sebuah restoran.


Adams pun mengajak putri untuk bertemu dengan ayahnya dan berbagi kebahagiaan karena dia sudah lulus dan hanya tinggal menunggu wisuda saja.


"siang ayah."sapa putri berbarengan dengan Adams


"oh siang!! kalian sehat kan? lama tidak bertemu ya? seru pak Rahman.


"maaf ayah aku dan kak Adams sibuk sekali bahkan aku sudah selesai skripsi dan hanya tinggal menunggu wisuda saja."terang putri

__ADS_1


"aku selalu bangga dengan mu nak!! kau selalu menjadi anak yang baik,"ucap pak Rahman.


"ini semua juga berkat doa ayah."timpal putri.


"tidak itu hasil kerja keras mu, dan yang membuat ayah bangga adalah kau bisa mengeluarkan produk butik hasil design mu sendiri dan kau tidak mau orang mengetahui jika itu design mu."ujar pak Rahman.


mereka pun Duduk sambil menunggu pesanan makanan mereka jadi.


Adams dan pak Rahman banyak bicara soal kelanjutan bisnis mereka.


sampai putri merasa bosan dan memainkan ponsel nya saja.


sudah lama putri tidak bertemu dengan sahabatnya Reni.


"ayo makan makanan mu dulu!! baru main ponsel lagi."Adams memotong-motong steik lalu di berikan ke Putri.


dia merasa putri sudah ada yang melindungi, hati nya merasa tenang.


namun makan siang mereka terganggu karena kedatangan cella.


cella melihat Adams,putri dan juga ayahnya sedang makan siang bertiga.


"siang semua nya!! kok makan siang ngga ngajak-ngajak aku sih!! sapa cella.


"duduklah cella!! ayah tidak sengaja bertemu dengan nak Adams dan juga kakak mu."terang pak Rahman.

__ADS_1


cella mengabaikan ucapan pak Rahman, karena cella hanya menatap Adams.


"dan kau Adams!? kenapa akhir-akhir ini susah sekali di hubungi? apa kau melupakan kejadian waktu itu."perkataan cella hanya memancing reaksi dari putri.


tapi sayang nya putri lebih memilih menghabisi makanan nya saja.


tanpa ingin menimpali perkataan cella, ancaman cella dan ibu nya sedang di jalani itu yang putri rasakan.


"kejadian apa ya? aku rasa kita tidak pernah ada kejadian apa pun!! kau mengajak ku makan siang waktu itu dan kau mengajak aku ke hotel tempat Biasa kau menghabiskan waktu mu dengan pria-pria pujaan mu.tapi kau malah bercinta dengan pria asing di hadapan ku."penjelasannya Adams membuat cella marah karena ini sangat memalukan.


"apa maksud perkataan mu? bentak cella


"cella jaga kesopanan mu dengan Kakak ipar mu sendiri?? bentak pak Rahman.


"tidak apa-apa pak Rahman jadi saya bisa membedakan mana anak yang benar-benar sekolah di sekolah dan mana anak yang sekolah di club malam."sindir Adams


pak Rahman semakin merasa tidak enak karena memang jauh berbeda cara hidup cella dan putri.


"sebaiknya saya permisi dulu nak!! terimakasih banyak."pamit pak Rahman sambil menarik tangan cella


cella ingin melepaskan cengkraman ayahnya tapi semakin kencang.


"lepaskan.."bentak cella ke pak Rahman


"kau hanya bisa membuat ku malu saja?? kau bicara seolah kau gadis yang sangat terbaik tapi kau sama saja menggali kuburan mu sendiri."terang pak Rahman.

__ADS_1


"sebaiknya kau berpikir dulu sebelum kau menjebak seorang Adams!! yang ada kau akan di buat malu."terang pak Rahman


lalu meninggalkan cella di parkiran sendiri di parkiran.


__ADS_2