Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 15


__ADS_3

Sampai lah mereka di sebuah taman kompleks yang tidak jauh dari rumah Putri.


"ini bacalah dan tanda tangani jika ada yang mau di tambahkan kau tinggal kasih tahu saja di point berapa? ucap Adams sambil memberikan map yang berisi surat Kontrak pernikahan mereka.


putri mengambil dan lalu membacanya banyak point-point yang menurut putri sangat tidak penting.


"tolong tambahkan saja kalau aku boleh bekerja dan melakukan apa saja serta tidak boleh mengganggu privasi masing-masing dan dilarang ada kontak fisik mau apa pun itu."tegas putri.


Adams sempat terdiam dan merasa sedikit di rendahkan oleh gadis seperti putri.


"baik nona akan saya tambahkan."sahut assisten Adams dalam hatinya ingin tertawa Baru kali ini ada gadis yang menolak tuannya.


"sini aku tanda tangani dulu."putri pun langsung menandai kontrak tersebut.


"apa ada lagi tuan!!! tanya putri ke Adams


"tidak ada dan ini berlaku mulai besok."ujar Adams.


"terserah kau saja, aku sudah menjalani nya sebelum kau menyerah kan kertas tersebut jadi kau tak perlu khawatir aku akan mengganggu mu jika bertemu bahkan aku akan menghindari itu semua."terang putri.


Adams mengepalkan tangan nya sampai buku tangan nya memutih mendengar ucapan putri.


"baiklah kalau sudah tidak ada lagi yang akan di bicarakan, aku akan undur diri karena sudah sangat malam."putri pun keluar dari dalam mobil dan berjalan kaki sambil bersenandung riang.


"sialan dia pikir dia siapa!! teriak Adams


"tuan kenapa kita tidak antar nona sampai kerumah nya."seru Kiki assisten Adams.


"kau kejarlah dia, aku menunggu mu disini."ujar Adams.


Kiki pun mengejar putri dan memanggil nya, putri menghentikannya langkah kaki nya.


"ada apa tuan? tanya putri.


"nona mari saya antar kan pulang ."seru Kiki.


"ngga usah dan itu rumah ku."tunjuk putri


"oh baiklah nona kalau begitu saya pamit."ucap Kiki.


putri pun melanjutkan jalan kaki nya dan masuk kedalam rumah nya


seperti biasa dia akan melalui pintu belakang, ketika membuka pintu ternyata mbok Ningsih sudah menunggu nya.


"mbok bikin kaget saja."ujar putri sambil mengelus dadanya..


"maaf non,, tuan sama nyonya belum pulang sebaiknya non langsung masuk kamar saja ya!! pinta mbok Ningsih.

__ADS_1


"baiklah mbok dan aku sudah makan ya mbok jadi mbok tidak perlu khawatir lagi."terang putri.


"baiklah non kalau begitu,mbok istirahat dulu ya!! pamit mbok Ningsih.


putri pun langsung naik kekamar nya untuk membersihkan diri dan ingin langsung tidur.


"hari ini sangat melelahkan sekali."gumam putri.


tinggal beberapa hari lagi hari pernikahan nya dengan Adams dan putri masih bersikap biasa saja.


bahkan berkali-kali Adams membuat dia jengkel tetap saja putri menanggapi nya dengan datar saja.


bahkan seolah tidak perduli dengan sifat Adams yang di nilai sangat sombong.


hanya hitungan menit mata putri langsung terpejam dan sudah ada di alam mimpi.


putri bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang wajahnya hampir mirip dengan nya.


dia meminta putri memanggil diri nya bunda, mimpi itu sering hadir dan putri pun terbangun dengan keringat di kening nya.


"siapa wanita itu? apa dia ibu kandung ku,"lirih putri.


"apa firasat ku benar kalau ibu itu bukan ibu kandung ku!! aku harus cari tahu ini semua, karena aku benar-benar tidak mengingat nya..ya mbok ningsih pasti tahu."putri pun segera bangun dan mandi setelah mandi putri langsung turun ke bawah sambil membawa tas ransel nya.


"mbok ada yang ingin aku tanyakan."bisik putri.


"apa ibu bukan ibu kandung ku."bisik putri.


"karena sudah beberapa kali wanita itu hadir di mimpi ku dan meminta aku memanggil nya bunda."terang putri


mbok Ningsih pun meneteskan air mata nya dan memberikan jawaban lewat anggukan kepalanya.


"datanglah nanti malam ke kamar mbok akan mbok ceritakan."bisik mbok ningsih.


putri pun memasak sarapan pagi dengan cepat dan yang dia hidangkan hanya roti isi dan juga ada nasi goreng.


"aku berangkat sekarang ya mbok,takut telat karena sudah di tunggu teman ku."pamit putri


"hati-hati non,semoga hari ini menyenangkan ya."seru mbok ningsih dan putri hanya menjawab lewat senyuman saja.


putri berangkat seperti biasa lewat pintu belakang dan putri sempat berpapasan dengan cella yang baru pulang entah dari mana.


terlihat cella di antar dengan seorang pria yang terlihat berumur 40 tahun.


putri berlalu begitu saja tanpa menegur adiknya karena percuma yang ada putri kena caci maki cella.


putri berjalan dengan sedikit berlari dia enggan mendengar makian cella.

__ADS_1


"dasar adik gila mana ada perempuan pulang pagi, apa dia tidak melihat jam sangat memalukan!! gumam putri


tak berasa putri sudah sampai di depan kompleks perumahan dan dia langsung memberhentikan angkot yang lewat dan tujuan nya hari ini adalah kepasar dahulu baru kerumah Reni.


sampai di pasar putri hanya belanja sayuran dan juga ayam lalu dia segera membayar dan langsung menuju rumah Reni.


"masuklah aku juga baru bangun."ajak Reni.


"aku sudah belanja dan sebaiknya aku masak sekarang ya."seru putri.


"baiklah..ayo kita ke dapur."ajak Reni


"dimana ibu mu? tanya putri


"oh sedang mengantarkan makanan ke warung-warung."sahut Reni sambil mencuci mukanya.


"putri itu ada kue dan kau buat teh sendiri ya!! teriak Reni dari kamar mandi.


"iya tenang saja ini aku buatkan buatmu juga."seru putri..


putri mengolah bahan makanan dengan cepat bahkan ayam sedang dia rebus.


"kau masak apa sampai harum banget loh!! ujar Reni


"ayam rica-rica dan capcay."jawab putri.


"sambal nya putt ngga bikin!! tanya Reni


"siap nyonya beserta lalapan kok."sahut putri yang sudah selesai membuat capcay.


putri memasak agak banyak karena dia akan membagi dengan ibu dan adiknya reni juga.


Reni anak yatim sejak kecil dan hidupnya sama seperti putri sangat memprihatikan walaupun putri anak orang berada tapi belum pernah merasakan kekayaan nya itu.


"wah harum banget pasti nak putri nih yang masak."teriak ibu nya reni.


"maaf Bu.. putri pinjam dapurnya dulu."ijin putri.


"silahkan nak, dan itu teh nya di minum dulu."pinta ibunya putri.


putri selesai menyelesaikan ayam dan sambal langsung ikut duduk di meja makan.


"oh iya Ren, nanti kita ke butik dulu lalu ke tempat les. di butik ada lowongan kerja sebagai SPG apa kau mau. dan untuk gaji UMR serta ada uang makan dan transport kok."terang putri


"wah yang bener,, aduh ibu kita akan dapat gaji lumayan lagi..doain ya Bu bisa di terima."ucap Reni sambil memeluk ibunya.


"iya nak.. Kau tahu!! ibu selalu mendoakan untuk kalian berdua semoga bisa sukses."sahut ibu Reni.

__ADS_1


"makasih Bu."ucap Reni dan Putri bersamaan.


__ADS_2