
Putri Semakin tidak mengerti apa yang Adams inginkan, karena selalu di mata Adams putri salah.
"terserah kau saja karena aku hanya mengikuti aturan mu." kesal putri.
putri pun berjalan meninggalkan Adams lalu dia menuju tempat menjahit.
putri melupakan kekesalanku nya dengan menjahit dan menyulam.
Tuti memperhatikan majikan nya itu tapi tidak berani bertanya.
"aku ini sebenarnya hidup dengan manusia atau monster sih!! nanti baik besok nya jahat!! lirih putri.
"maaf nona bicara apa? tanya Tuti
"oh maaf tidak aku hanya bicara sendiri saja."jawab putri
"nona apa ini boleh aku pajang? tanya Tuti
"boleh kau coba gantung di sana ya!? tunjuk putri.
tuti pun mendisplay semua hasil jahitan putri dan yang sudah di sulam dengan Tuti di rapihkan bahkan sudah di masukkan dalam plastik.
"apa kita bikin terima jasa jahit saja ya!! canda putri
"nona bisa saja!! Tuti ikut tertawa.
"apa kau senang membantu ku.?tanya putri.
"saya sangat senang sekali nona dan saya bisa belajar lagi."sahut tuti.
"mulai besok setiap kau membantu ku akan ada tambahan gaji untuk mu karena mulai besok kerjaan kita semakin banyak."terang putri.
"nona saya membantu tulus bukan untuk meminta uang."ucap Tuti.
"kau tahu Tuti dulu aku seperti dirimu dan yeah apa salahnya aku membagi rejeki dengan mu sekarang ini."ungkap putri.
"baiklah nona!! jawab Tuti.
"ini untuk tambahan biaya adikmu sekolah ya?? sayangi dia karena hidup sendiri itu tidak enak."terang putri.
"nona kau sangat baik sekali!! aku sangat berterima kasih padamu."ucap Tuti tulus.
"aku bukan orang baik karena aku melakukan ini karena dasar hati dan aku ingin semua orang bisa merasakan hidup layak."jelas putri.
Tuti semakin tidak paham dengan ucapan putri dan Tuti yakin kalau putri Wanita yang sangat tulus.
setelah pekerjaan nya selesai putri kembali kekamar untuk mengambil buku-bukunya.
dia mulai menyusun skripsi nya dan dia akan coba mencari bahan-bahan skripsi dari butik saja.
tidak perlu repot-repot lagi dan bisa sambil bekerja.
__ADS_1
"putri apa kau sibuk!? seru lintang
"iya mah!? ada apa? apa ada yang bisa aku bantu? tanya putri
dan lintang terdiam karena melihat menantu nya sedang belajar.
"oh tidak ada hanya ingin mengajak mu keluar saja!! tapi nanti saja kalau kau sudah selesai ya!? lanjutkan saja."ujar lintang dan menutup kembali ruangan tersebut.
Tuti masuk membawakan minuman dan juga cemilan karena tuti lihat putri belum makan siang.
"nona maaf aku mengganggu!! ini aku simpan minuman di atas meja nakas ya!! seru Tuti.
"oh Tuti apa bisa kau bawa keruang menjahit saja!! maaf dan aku akan belajar di sana!! ujar putri karena takut nanti Adams datang dan akan marah melihat ruangan kamar penuh makanan.
"baik nona akan saya bawakan kesana."jawab Tuti.
"Tuti..makasih ya!! ucap putri tulus.
tidak lama putri merapihkan buku-bukunya dan membawa turun ke ruang menjahit.
"disini jauh lebih tenang dan aku bisa belajar disini."ucap putri agar Tuti tidak bertanya.
"baik nona jika ada yang di perlukan lagi tinggal panggil saya atau yang lain."pamit Tuti.
setelah Tuti keluar, putri kembali fokus dengan materi skripsi nya lagi.
putri tidak ingin memikirkan nasib rumah tangga nya karena Adams yang meminta menjauh.
tapi dengan cara apa karena Adams orang yang sangat keras.
bahkan Adams sangat dingin ketika melihat putri.
"oh Tuhan aku ingin putri selama nya jadi menantu ku."gumam lintang.
"kau sedang berpikir apa? tiba-tiba Susan mengagetkan lintang.
"kau ini seperti hantu saja!! bikin aku kaget."ucap lintang sambil mengusap dadanya.
"hahhaha biasanya juga begitu."seru Susan.
"awas saja tunggu pembalasan ku!! ancam lintang.
"wow aku takutt nanti susuk mu rontok semua."ledek Susan.
"hahhaaha sialan susuk apa coba? tawa lintang.
"susukan sate ayam."timpal Susan
"itu tusukan bukan susukan Oneng."canda lintang
"aku lagi mikir kok ya anak ku bodoh banget gak suka sama putri atau memang sudah buta akan cinta Alexa si Adams tuh."ujar lintang.
__ADS_1
"kau tahu kalau putri menjaga jarak karena itu permintaan dari Adams sendiri dan putri mengikuti aturan tersebut."ungkap Susan.
"apa sudah gila ya si Adams!! biarkan saja dan aku yakin pasti dia akan menyesal."kesal lintang.
"sudah lah biar mereka menemukan jalannya masing-masing saja."ucap Susan.
"ya ngga gitu!! aku ingin tetap putri menjadi menantu ku saja.!! ayolah Susan bantu aku."seru lintang
"ngga bisa lintang!! yang nggak-nggak deh"seru Susan.
sementara di kantor Adams kedatangan tamu siapa lagi kalau bukan cella yang akan merebut Adams.
"selamat siang Adams!! sapa cella
"oh iya siang!! maaf apa anda sudah buat janji dengan saya!! tanya Adams dingin.
"oh maaf kakak ipar apa kau lupa dengan wajah ku!? hmmm hahahaha oh iya pasti lupa karena Kau pekerja keras!! aku cella adik ipar mu."seru cella.
"ehemm ada apa kau datang ke kantor ku? tegas Adams.
"hanya ingin mengunjungi kakak ipar saja karena setelah menikah baik kakak ku atau kau tidak ada yang datang kerumah!! ucap cella pura-pura sedih.
"terus kenapa tidak kau cari putri dan kenapa harus aku? tanya Adams.
"karena aku ingin mengajak makan siang sekalian perkenalan dan biar kita semakin akrab."ujar cella.
"jika aku tolak ajakan mu? tanya Adams
"oh aku harap kakak ipar ku yang tampan ini mau menerima tawaran makan siang ku."ujar cella dengan muka sedihnya.
"apa keuntungan nya jika aku percaya makan siang dengan mu? selidik Adams.
pertama Adams membuat cella merasa Adams mulai menyukai bentuk tubuhnya itu.
"apa pun yang kau mau? jawab cella.
"apa pun? apa pun itu? tanya Adams
"iya Adams apa pun itu akan aku penuhi dan kau akan merasa melayang nanti."ujar cella dengan wajah centil nya.
"ya Tuhan kenapa makhluk seperti ini yang datang dan kenapa dia berbeda dengan kakak nya."gumam Adams.
"oke baiklah aku akan penuhi undangan mu dan aku akan mengajak assisten ku."tutur Adams
membuat cella terlonjak kegirangan bahkan dia ingin segera membawa Adams ke dalam kamar.
cella pun pergi dari kantor Adams dan akan bertemu lagi besok untuk makan siang.
cella sangat yakin kalau Adams sudah jatuh cinta dengan nya dan akan menendang putri secepat nya.
seperti dulu mama nya yang sudah menghancurkan rumah tangga kakak tirinya sendiri.
__ADS_1