
Adams terus saja mencari tahu keseharian mantan istrinya.
Putri semakin dewasa bahkan terlihat sangat cantik, walau gadis ini tidak pernah berdandan seperti kebanyakan wanita lain.
penampilan yang sederhana tapi tetap terlihat elegan, bahkan siapa pun yang menatap wajah gadis itu akan langsung jatuh cinta.
"apa aku sudah jatuh cinta dengan putri? kenapa aku ngga bisa lupa dengan dia."gumam Adams.
Terlihat putri keluar dengan sepeda motor matic nya,sambil membonceng Tuti.
mereka asyik bercerita sambil tertawa dan motor tersebut berhenti di pasar tradisional.
Putri memarkirkan motor nya lalu jalan masuk ke dalam, putri hanya memesan sayuran,daging,ayam dan keperluan untuk rumah makan nya.
Barang tersebut akan di antar langsung ke rumah makan nya.
Setelah memesan semua barang yang di perlukan, putri melanjutkan perjalanan ke rumah makan.
Di rumah makan sudah nampak ramai, Putri langsung masuk kedalam.
"biar aku yang berjaga di kasir dan kau bantu yang lain nya."pinta putri
"baik Bu."sahut karyawan nya.
Putri duduk di meja kasir sambil membuat pembukuan karena akan gajian hari ini karyawan nya.
walau hanya berjumlah delapan orang tapi mereka sangat senang bisa bekerja di rumah makan tersebut.
bahkan mereka tidak khawatir untuk makan karena dapat makan serta transport jika harus lembur pun putri tidak pelit untuk langsung memberi uang lembur.
"hari ini gajian dan aku akan ke bank dulu ya? untuk ambil cash."terang putri.
"aku berharap kalian membuka rekening jadi aku hanya tinggal transfer saja, apa mau aku panggil marketing kesini dan membuatkan kalian rekening? tanya putri
"boleh bu dan biar ibu ngga repot-repot lagi harus ambil uang ke bank karena sangat beresiko Bu."jawab karyawan bagian masak.
"baiklah dan aku akan menelpon marketing nya ya? kalian siapkan KTP saja."terang putri
putri pun menelpon salah satu staff bank untuk datang ke rumah makan nya.
karena pembuatan rekening sekarang bisa online jadi Putri tidak usah repot-repot lagi harus ambil uang cash ke bank.
Jam makan siang mulai nampak penuh karena rumah makan kecil yang putri buka, mulai banyak yang tahu.
Soal harga sangat terjangkau bahkan sangat menyesuaikan kantong karyawan.
__ADS_1
bahkan anak sekolah juga banyak yang sepulang sekolah nongkrong di rumah makan putri.
Adams memakai kaca mata hitam nya dan jadi pusat perhatian pengunjung..
seperti biasa dia duduk di paling pojok agar tidak terlihat mantan istrinya itu.
"dimana dia? kenapa tidak terlihat."gumam Adams.
Kiki memesan makanan untuk Adams dan berpapasan dengan Putri.
"nona apa kabar? sapa Kiki
"senang bisa bertemu di sini dan apa nona mau gabung untuk makan dengan saya."ajak kiki.
"hai pak Kiki, baik pak dan ayo duduk."ajak putri yang selalu sopan dengan siapa saja.
"ini rumah makan aku pak dan aku buka kecil-kecil saja. ternyata sambutan nya sangat positif sekali."terang putri
lalu menyediakan makanan di meja untuk dia dan Kiki makan bersama.
"silahkan pak Kiki coba ya? ini menu andalan di rumah makan ini."tutur putri.
Kiki seolah terhipnotis oleh pesona putri seakan dia lupa akan majikan nya yang sedang menatap tajam ke arahnya..
"ayo di makan!! Kok malah bengong."ajak putri.
"apa pak Kiki sendirian di sini? tanya putri.
membuat Kiki langsung tersedak dan mengingat Adams di meja paling pojok.
"maaf nona, saya dengan tuan!! maaf kan saya kalau saya lupa."jawab Kiki
spontan putri tertawa terbahak-bahak bahkan sampai sakit perut.
"pak Kiki lucu!! masa sampai lupa sama tuan nya."sejenak putri terdiam dan baru menyadari siapa tuan nya Kiki.
"ehemm silahkan di lanjutkan makan nya pak."pinta putri.
perasaan putri semakin gelisah dan tidak menentu bahkan dia ingin menghindari tapi itu tidak mungkin.
akhirnya putri yang menyapa Adams duluan dan mengajak bergabung untuk makan.
"kalian berapa hari di sini? tanya putri
"hanya tinggal tiga hari lagi di sini dan apa boleh aku order untuk sarapan, makan siang dan makan malam? tutur Adams.
__ADS_1
"boleh saja dan untuk berapa orang? tanya putri.
"untuk empat orang saja."sahut Adams.
putri pun meminta salah satu karyawan untuk mencatat alamat hotel Adams dan akan di antar oleh karyawan nya.
"kalau begitu aku pamit dulu ya? karena masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."ucap putri yang sudah berdiri karena sudah ada marketing dari bank datang.
putri meninggalkan Adams dan mempersilahkan staf dan marketing bank untuk masuk keruangan putri.
satu persatu karyawan masuk keruangan putri bergantian untuk membuat ATM.
tugas Tuti mencatat nomor rekening karyawan yang sudah membuat rekening karena putri akan mentransfer nya nanti sore.
Adams masih ingin menunggu mantan istrinya Tapi pekerjaan sudah menantinya.
Kiki dan Adams pun meninggalkan rumah makan putri.
entah kenapa dia tidak ingin jauh dari mantan istrinya itu, bahkan adams ingin kembali dengan putri dan menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
sedangkan Bu Dwi dan Cella sedang merasakan kehidupan yang dulu putri rasakan.
pak Rahman berpura-pura sudah bangkrut jadi dia sudah memblokir smua kartu debit atau kartu kredit Bu Dwi dan cella.
pak Rahman juga baru tahu jika cella bukan lah putri kandung nya.
kecewa yang pak Rahman rasakan dan dia sudah tidak ingin satu atap dengan dwi lagi.
seperti siang ini drama di mulai, rumah disita pihak bank dan cella serta ibu nya harus keluar dari rumah peninggalan ibunya putri.
sedangkan pak Rahman sudah menghilang dan tinggal di apartemen milik Eril.
semua rencana Sandiwara sudah di mulai dan akan berakhir.
cella dan ibu nya sedang menangis bahkan tidak rela kehilangan harta mereka.
namun pihak bank sudah meminta rumah tersebut di kosongkan.
"sialan kau Rahman ."teriak Bu Dwi
"kita kemana mah? aku ngga mau jadi miskin."rengek cella
"memang kau pikir dirimu saja yang tidak mau miskin."kesal Bu Dwi.
"apa kita pulang kerumah Adams saja mah? kita minta uang dan rumah tinggal dengan si putri dan bila perlu kita tinggal di sana saja mah."ujar cella.
__ADS_1
Bu Dwi pun berpikiran sama dengan cella karena putri akan kasihan jika melihat mereka hidup susah.