
"dimana kamu nak? tanya lintang melalui panggilan ponsel nya ke putri.
"ini sudah di jalan mah!? lagi isi bensin dahulu, sudah dekat kok!!jawab putri.
"hati-hati!! mama tunggu ya?"seru lintang melalui sambungan telponnya.
"iya mama lintang."ucap putri.
lalu sambungan telpon pun di matikan dan putri mulai mengantri untuk mengisi bensin.
selesai mengisi bensin putri kembali menjalankan motornya ke arah butik.
di lampu merah putri berhenti dan sebuah mobil pun berhenti di samping motor nya.
ketika Adams menoleh ke arah jendela sebelah kiri dia melihat sosok wanita yang dia kenal sangat baik.
"tuan bukannya itu nona putri? seru Kiki.
"iya dia istri ku."sahut Adams.
putri tidak menoleh sama sekali,matanya fokus melihat kedepan.
ketika lampu merah berubah menjadi hijau, putri langsung tancap gas.
membuat Adams menggelengkan kepalanya dan kaget istrinya ternyata membawa motor cukup kencang.
"apa gadis itu tidak takut celaka!! gumam Adams.
"kita perlu ikuti nona atau langsung kekantor tuan? Kiki membuat Adams menatap tajam kepada nya.
"baik tuan kita ikuti saja."ujar Kiki.
mereka mengikuti putri sampai di depan butik, di lihat putri masuk ke parkiran dan membuka helm nya.
sampai putri masuk kedalam lobby, baru Adams meminta kiki melanjutkan perjalanan untuk kembali kekantor.
"selamat siang semua."sapa putri ke semua karyawan.
"selamat siang nona putri."sahut semua karyawan begitu pun dengan Reni dia paling kencang membalas sapaan putri.
putri terkekeh geli melihat Reni dan Reni pun membalas dengan senyuman.
"saya naik dulu ke ruangan ya!! seru putri yang berlalu menuju lift.
putri berjalan ke arah ruang kerja Tante Susan yang di dalam sudah ada ada lintang dan juga deasy.
"apa kau sudah makan siang ? tanya Susan
"belum Tan,apa mama dan deasy juga Tante Susan sudah makan siang? tanya balik putri.
"belum kita nunggu kamu kok!! seru lintang
"mau makan apa? biar putri pesankan!! seru putri
"makan di luar saja yuk!! rengek deasy.
"kita makan disini saja nanti setelah rancangan putri sudah bisa kita lihat baru kita keluar."ujar Susan.
__ADS_1
lintang dan putri menyetujui nya dan mereka pun memesan makanan yang siap saji saja.
30 menit makanan Sampai mereka langsung melahapnya.
dan benar saja belum selesai para penjahit baju rancangan putri sudah datang.
orang yang paling tidak sabar adalah Susan dan lintang, mereka langsung berdiri dan melihat hasil nya.
dan hasilnya sangat memuaskan bahkan mereka sampai terkesima ternyata sangat cantik dress yang putri design.
"wah ini sih bisa-bisa banjir pesanan."ujar lintang.
"siap-siap saja kalian bikin stok untuk size nya."tutur Susan ke penjahit pakaian..
"siap nyonya dan ini sangat bagus sekali."jawab si penjahit.
"apa aku bisa membantu menjahit juga?? tapi aku bisa menyulam dengan tangan."tutur putri.
"apa kau mau buat design baju yang ada sulaman seperti Payet gitu? timpal susan.
"aku akan mencoba design dan bisa kalian nilai,sebentar aku coba gambar sekarang."terang putri.
dengan cekatan putri menggambar dress yang sudah ada di otaknya.
pas dijalan dia mendapatkan ide tersebut langsung dia tuangkan di dalam buku gambarnya.
hanya hitungan menit saja langsung terlihat hasilnya.
"tolong ibu infokan untuk bahannya atau bisa bawakan ke aku bahannya biar aku kerjakan dan ibu tinggal ikuti contoh yang aku berikan nanti."tutur putri.
si penjahit hanya menatap wajah putri dengan takjub dan sangat pintar.
"untuk bahannya apa saja Bu? tanya putri sangat sopan.
"akan saya ambilkan bahannya nona dan nona tinggal pilih saja."ujar si penjahit sambil pamit.
"Tante Susan untuk warna tolong pilihin dong!! seru putri.
"apa mama juga ada ide warna!! tanya putri.
"kau sangat membuat kami terkejut dan apa di tubuh mu ini ada bunda mu?? pertanyaan lintang membuat putri dan deasy tertawa.
"ya ampun mama lintang ada-ada saja deh!! putri sambil menggeleng kan kepalanya.
"kak apa Kakak bisa menjahit."tanya deasy penasaran.
"sedikit bisa maka nya aku mau mencoba nya."sahut putri.
"baiklah aku ingin melihatnya."ujar deasy penasaran
karyawan bagian jahit pun sudah kembali dan memberikan bahan yang akan putri pilih.
putri pun memilih bahan dengan teliti dan warna Susan yang memilih.
setelah jatuh pilihan serta warna pun sudah mereka tentukan.
putri mulai mengukur badan Tante Susan yang kecil dan ramping.
__ADS_1
setelah itu putri langsung memotong pola nya dan dilihat tangan nya seperti sudah biasa menjahit.
"dimana aku harus menjahit.? tanya putri.
"oh ayo silahkan nona ikut saya."ujar si penjahit
putri pun turun kelantai dua dan masuk kedalam ruangan produksi.
tidak lupa putri menyapa para karyawan bagian produksi dengan ramah.
putri mulai menjahit Pola yang tadi dia sudah buat, dengan jari-jari nya Pola tersebut sudah mulai terbentuk.
butuh waktu seharian putri membuat satu dress yang simple tapi terlihat mewah.
karena putri akan menambahkan Payet dia dress tersebut atau sulaman tangan yang putri buat sejak kecil.
"mah kok kak putri lama sih!! deasy mulai bosan
"tunggulah kakak mu pasti akan selesai sebentar lagi."ucap lintang.
yang di tunggu akhirnya datang juga dan dress sudah jadi dan akan di bawa pulang untuk putri pasangkan sulamannya.
"ini aku bawa pulang mah!! karena aku akan menyulam nya di rumah."terang putri.
"kau menyulam sendiri? Susan sangat penasaran
"iya Tante."jawab putri.
"lakukanlah dan besok kita lihat hasil nya."ujar lintang.
"aku titip di mama ya!! kan aku bawa motor."tutur putri
"iya sini mama akan bawa."pinta lintang.
"kak aku ikut kakak ya?? boleh ya? rengek deasy.
"tentu dong!! tapi pakai helm ya?? pinta putri.
"oke siap !! seru deasy.
"kalian berdua hati-hati ya!! jangan ngebut."seru Susan.
"besok kau sarapan di rumah ku ya!! biar kita lihat hasil sulaman putri."pinta lintang.
"baiklah aku besok pagi akan kerumah mu!! jawab Susan.
lintang pun turun dari ruangan nya karena akan pulang kerumah.
sedangkan putri dan deasy sudah terlebih dahulu pulang.
dijalan mereka berdua bernyanyi dan tertawa bahkan deasy sangat bahagia bisa naik motor.
"Kakak kita keliling yuk!? seru deasy.
"kita ketaman kota,apa kau mau? tanya putri
"mau kak!! aku mau.."teriak deasy.
__ADS_1
putri hanya tertawa saja dan melajukan motor nya ke arah taman kota.
disana cukup ramai putri mengajak deasy jalan-jalan sbentar di taman kota sebelum kembali kerumah.