Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 14


__ADS_3

"malam om..apa kabar!! sapa putri sambil mencium tangan kanan pak Budi.


"baik putri..Ayo duduk."pinta pak Budi.


"apa papa sudah lama disini? tanya lintang


"sudah mah..tadi habis bertemu dengan pak Rahman jadi papa enggan ke restoran yang lain."terang pak Budi


"pak Rahman? lintang menunjuk ke arah putri


dan pak Rahman membenarkan dengan menganggukan kepalanya.


"ayo pesan makanan dan juga ice cream nya."tawar pak Budi.


"aku ikut Tante saja dan om."sahut putri sambil matanya melihat ke semua penjuru restoran.


mata putri pun bersiborok dengan mata Eril dan putri mencoba mengingat nya.


"oh pelanggan yang tadi di restoran."gumam putri.


lintang melihat ada eril di table lain dengan koleganya.


lintang hanya melambaikan tangan saja dan eril membalas dengan anggukan kepala sopan.


Eril menjadi penasaran kenapa Tante lintang bersama putri.


apa Tante lintang tahu soal putri atau soal dimana Tante nya berada.


Eril ingin segera mencari tahu lewat Tante lintang keberadaan keluarga nya itu.


makanan yang di pesan pak Budi sudah tersedia di meja dan sudah tertata rapih.


putri memperhatikan cara penyajian waiters tersebut karena dia juga seorang waiters.


"makanlah selagi masih panas karena jika sudah dingin rasanya akan berbeda."ucap lintang.


"baik, Tante dan om mari makan."seru putri dengan sopan.

__ADS_1


dari kejauhan Eril terus menatap wajah putri yang hampir mirip dengan wajah papa nya eril dan ada wajah Tante Linda juga perpaduan kedua adik kakak tersebut.


"pah apa Eril tahu Kalau putri adalah anak Linda."bisik lintang.


"sepertinya dia tidak tahu,mah!!"jawab pak Budi


putri tidak mendengar percakapan Antara pak Budi dan lintang karena dia fokus dengan makan malamnya saja.


dan benar dugaan pak Budi kalau Eril tidak mengetahui putri.


"malam om Budi dan tante lintang,, senang bisa bertemu disini!? apa kabar? tanya eril.


"malam juga nak Eril? apa kabar papa mu? apa mau gabung untuk makan malam."tawar pak Budi.


"papa baik om dan tahu sendirilah kalau dia pekerja keras.. oh tidak terimakasih untuk tawaran makan malamnya.. om!! apa bisa besok saya mampir kekantor om.. jika om tidak sibuk."ujar Eril


"datanglah di jam makan siang, aku tahu apa yang akan kau tanya kan."ujar pak Budi


"wah om seperti cenayang saja."canda Eril.


"oh iya Eril kenalkan ini putri dan putri ini Eril sahabat Adams."terang Tante lintang.


putri hanya menganggukan kepala nya saja dan tersenyum.


Eril pun menatap putri dan beralih ke kalung yang putri pakai.


Eril menatap tidak percaya dan ingin rasa nya memeluk sepupu nya itu tapi dia harus menahan nya.


karena dia mau tahu penjelasan dari Budi atau pun lintang.


seusai Eril berpamitan datanglah Adams dengan asisten nya.


"malam pah dan malam mah."sapa Adams.


"apa kau sudah makan malam? tanya pak Budi.


"sudah pah."sahut Adams.

__ADS_1


"ada apa kau kesini? tidak menunggu kami di rumah saja."tanya lintang.


"aku ada perlu dengan putri mah.. apa boleh putri pulang bareng aku!! pinta Adams


"silahkan dan ingat antar sampai rumah."tegas pak Budi.


"baik pah..dan kami permisi dulu."ucap Adams


begitu pun dengan putri dia ikutan pamit dari hadapan lintang dan Budi.


putri mengikuti langkah kaki Adams menuju parkiran begitu pun dengan assisten nya.


"masuklah ..pinta Adams


putri pun masuk dan duduk di bangku belakang begitu pun dengan Adams dia duduk di sebelah putri.


mobil pun dijalankan oleh assisten nya dengan kecepatan sedang.


"kita mampir ke cafe yang tidak jauh dari kompleks perumahan yang aku berikan alamatnya tadi."perintah Adams


"baik tuan."jawab assisten Adams.


"apa yang ingin kakak bicarakan lagi? sebaiknya didalam mobil saja tidak usah ke cafe."pinta putri tanpa menatap Adams.


Adams pun menoleh ke arah putri yang masih menatap jendela kaca mobil.


"nanti kita menepi di sebelah taman sebelum masuk perumahan."seru Adams


"baik tuan."jawab assisten tersebut.


putri sudah menebak pasti dia sudah membuat surat kontrak yang dia bilang kemarin.


apa pun itu isinya aku ngga perduli ucap putri dari dalam hati nya.


membuat susah sendiri saja padahal tidak usah pakai kontrak juga aku paham kok."lirih putri.


Adams tidak mendengar karena putri sangat pelan sekali mengatakan itu semua.

__ADS_1


__ADS_2