
masakan hasil putri pun di hidangkan dia meja makan, harum masakan tersebut sampai menyeruak kedalam ruangan keluarga.
"harum sekali siapa yang masak mah? tanya pak Budi
"oh itu sepertinya putri sudah selesai masak makan siang.. apa papa sudah lapar? terang lintang istrinya.
"mana Adams mah? tanya pak Budi
"nanti juga turun pah,,ayo kita ke meja makan pah!"ajak istrinya
pak Budi pun berdiri dan mengikuti istrinya yang sudah berjalan lebih dulu.
"wah beneran Kamu yang masak ini? harum sekali dan sudah lama kita ngga makan menu seperti ini ya pah? seru lintang karena hidangan putri sangat menggugah selera.
"iya Tante dan om..semoga suka dengan masakan putri."ujar putri.
dan terdengar langkah kaki turun dari lantai atas, Adams berjalan menuju meja makan.
dia melihat makanan yang memang sudah lama mereka tidak memakannya.
lalapan,ikan goreng, tempe, tahu, capcay, bistik,sambal terasi dan juga ada ikan gurame asam manis.
Adams langsung duduk di kursinya tanpa menoleh ke arah putri sama sekali.
"ayo putri,kita makan sama-sama."ajak pak Budi.
"oh putri nanti saja om, silahkan di makan."ujar putri
"kamu harus biasakan makan bareng kami dan jika kau sudah menjadi istri ini salah satu kebiasaan keluarga kami."seru pak Budi.
"duduklah put,, ayo kita makan."ujar lintang
akhirnya putri pun membuka apron nya dan duduk di kursi yang agak jauh dari Adams.
putri sadar betul akan dirinya dan dia tidak mau berharap banyak tentang pernikahan nya.
mereka makan sangat lahap bahkan baru kali ini pak Budi makan sampai nambah.
begitu pun dengan lintang mereka sangat menyukai masakan putri.
__ADS_1
putri makan sangat hati-hati dan ini kali pertama dia makan di meja makan.
bisa menikmati makanan yang jarang sekali dia makan kecuali mbok Ningsih yang memisahkan masakan untuk putri baru dia bisa makan ikan.
"wah kalau tiap hari seperti ini bisa-bisa berat badan ku bisa naik mah!! seru pak Budi sambil terkekeh geli
"iya pah..dan kamu putri belajar masak dimana sih? tanya Bu lintang
"tiap hari putri harus membuat sarapan dan makan malam Tante jadi untuk masak makanan apa pun sedikit tahu, begitu juga dengan cake."ungkap putri.
"yah memang wanita harus bisa di dapur juga karena sekali-kali memanjakan suami dengan masakan."terang Bu lintang.
setelah makan siang mereka pun berkumpul di ruang tengah sambil berbicara tentang pernikahan.
"aku terserah kalian saja dan aku juga ingin bicara dengan gadis itu."tunjuk Adams
"dia putri dan punya nama? bentar pak Budi.
"iya..ya terserah papa saja."kesal Adams
"dan kau putri..apa ke inginan mu setelah menikah nanti? tanya pak Budi
Adams pun menoleh tidak percaya dengan perkataan putri.
"kau bisa lanjutkan kuliah mu tapi untuk bekerja sebaiknya kau resign saja."pinta pak Budi
"tidak om,putri tidak ingin merepotkan banyak orang dan putri sudah biasa bekerja kok."ujar putri.
pak Budi hanya menghela nafas panjang dan dia sedikit berpikir.
"kau bisa bekerja setelah pulang kuliah di kantor untuk bantu-bantu bagian administrasi, bagaimana? tawar pak Budi.
"tapi kan om? sebelum putri melanjutkan pembicaraan nya Langsung di potong oleh Bu lintang.
"sudah ngga ada tapi-tapian,,putri kuliah pagi dan setelah itu boleh bekerja di tempat om atau di butik Tante."tegas Bu lintang.
"baiklah."jawab putri sambil menundukkan wajahnya.
hari semakin sore dan putri hendak berpamitan pulang tapi tiba-tiba Adams ingin mengantarkan putri pulang.
__ADS_1
"biar aku saja mah yang mengantarkan nya pulang, karena ada yang ingin aku utarakan dengannya sebelum kami menikah."terang Adams.
"baiklah dan hati-hati ya dan bicara kan dengan baik-baik."ujar Bu lintang.
putri pun berpamitan dan mengikuti langkah Adams dari belakang.
"masuk.."perintah Adams
putri hanya diam dan masuk kedalam mobil dia pun memasang sabuk pengaman.
Adams mulai menjalankan mobil nya dengan kece sedang.
di dalam perjalanan Adams sempat melirik ke arah putri.
"ada yang ingin aku bicara kan dengan mu? pertanyaan Adams memecahkan keheningan didalam mobil.
"iya ada apa kak? tanya putri.
"kenapa kau mau di jodohkan? apa kau tidak punya kekasih? tanya Adams sinis
"kalau aku menolak yang ada aku di usir dari rumah dan aku harus tinggal dimana? karena hanya itu keluarga yang aku tahu? ungkap putri.
"apa karena itu kau mau di nikahkan? andai laki-laki yang di nikah kan itu kakek tua apa kau juga tidak menolaknya? Adams sedikit tertarik dengan jawaban putri.
"aku bisa apa? gak ada pilihan lagi, hidupku hanya untuk berbakti dengan orang tua."sahut putri sambil membuang pandangan nya ke arah jendela mobil.
"turunlah kita bicara di dalam cafe!! ajak Adams
putri hanya menuruti apa yang di perintahkan Adams, dia turun dari dalam mobil.
lalu mengikuti langkah Adams yang masuk kedalam cafe.
"duduklah..mau minum apa? tawar Adams
"air mineral saja."jawab putri.
Adams pun memanggil pelayan untuk memesan minuman.
putri hanya menundukan wajah nya dia enggan menatap Adams.
__ADS_1