
deasy dan Harry masih bermain catur sedangkan putri mencoba menyelesaikan sulamannya.
mereka sangat ingin bergadang malam ini tapi putri besok ijin mengajar less siang.
"apa ini sulaman mu? tanya Harry
"iya om..ini sulaman aku waktu masih kecil karena aku suka menyulam bunga."terang putri.
"Susan lihatlah!! sangat bagus dan unik."seru harry.
Susan Langsung mendekati putri dan melihat hasil sulamannya.
"ini bagus sekali!! apa masih banyak lagi kau menyulam? tanya Susan.
"tidak Tan!! hanya bagian-bagian tertentu saja."ucap putri.
"apa aku boleh mencoba nya jika sudah selesai."pinta Susan.
"tentu dan besok Tante boleh mencoba dress tersebut hanya tinggal aku pasang kancing atau resleting di bagian pundak."terang putri.
"sudah larut sebaiknya kalian tidur dan besok kita akan jalan-jalan."ajak Harry.
"tapi besok aku harus ajar les dulu om."protes putri.
"baiklah setelah kau pulang mengajar."Harry menjawab dengan lesu.
Susan sangat senang putri ada di rumahnya, itu bisa mengobati kerinduan Harry dengan anak mereka yang sudah meninggal.
"selamat malam gadis kecil Daddy Harry!? berikan aku pelukan? pinta Harry ke deasy dan putri.
kedua gadis itu pun memeluk Harry lalu mencium pipi Susan bergantian.
"have a nice dream."seru putri.
Susan pun memberikan kecupan hangat ke kening putri dan juga deasy bergantian.
malam ini putri bisa tidur tanpa memikirkan Adams,.bahkan putri langsung terlelap.
begitu pun dengan deasy dia sudah tidak berceloteh lagi.
sementara Adams nampak gelisah dia menolak balikan badannya tapi tidak tidur juga.
Adams menatap sofa yang biasa putri tidur di sana, ada rasa ingin tahu kemana perginya gadis itu tapi Adams sangat gengsi.
akhirnya jam 3 pagi ,Adams baru bisa memejamkan matanya,
dia pun tertidur juga.
sementara putri sudah entah bermimpi indah pergi ke suatu tempat dan meninggalkan Adams.
entah kenapa Putri bermimpi seperti itu apa itu pertanda jika suatu hari nanti mereka pasti akan berpisah juga.
"pagi anak-anak!! bagaimana tidur kalian?? apa nyenyak!! seru Susan.
"ughhh Tante apa bisa tidur 15 menit lagi."ujar deasy.
__ADS_1
"kau masih mengantuk rupa nya!! baiklah kau tidurlah kembali.."ucap Susan sambil mengusap rambut deasy.
"putri sarapan mu sudah siap di meja makan!! setelah mandi turunlah."pinta Susan karena Susan akan mengantarkan putri mengajar les.
"baik Tante sebentar lagi aku turun."sahut putri.
putri turun ke lantai bawah sudah ada Harry yang tengah sibuk dengan gadget nya.
"pagi om."seru putri.
"pagi gadis kecil ku.!? ayo sarapan nanti aku dan Tante mu yang akan mengantarkan mu."ucap Harry
"apa ini tidak merepotkan karena aku bisa berangkat sendiri."seru putri.
"tentu tidak bahkan aku bangga kau bisa membagi ilmu mu."Jawab Harry.
"ayo sarapan dulu."ajak Susan
putri pun menyantap sarapan pagi dengan Susan dan air matanya menetes.
"kenapa kau menangis sayang."tanya Susan yang ikut menangis.
"aku seperti mempunyai ayah dan bunda di perlakukan seperti anak kandung!? terimakasih aku bisa merasakan juga bagaimana di peluk dan di cium, serta merasakan di bangunkan pagi dan sarapan sudah tersedia. aku pikir ini hanya impian ku ketika aku masih sekolah. Tapi sekarang nyata."ungkap putri.
Susan pun semakin menangis dan yang putri rasakan seolah Susan ikut merasakan nya.
"aku yakin kau akan bahagia dan mendapatkan apa yang selama ini tidak kau dapatkan."ucap Susan
Harry mendengarkan penuturan putri pun ikut sedih dan hanya bisa membelai rambut putri.
"bahagialah,, ada kami!! jika kau lelah dengan masalah mu, pulanglah kesini dan berbagi dengan kami."pinta Harry.
"ternyata aku tidak bermimpi lagi."ucap putri sambil terkekeh dan mengusap air matanya.
"ayo habiskan dan aku akan mengantarkan mu."seru harry.
Susan pun mengusap air matanya dan tersenyum menatap suaminya.
"Linda aku percaya kau bisa melihat anak mu dari sana."gumam Susan.
"apa sudah selesai?? aku tunggu kalian berdua dimobil."ujar Harry yang lebih dulu berjalan keluar menuju garasi mobilnya.
Susan dan putri pun segera bergegas menyusul Harry.
"kau selesai jam berapa? tanya Susan
"jam 12 sudah selesai,kok Tan!! sahut putri.
"tunggu kami jangan kemana-mana ya."pinta Susan.
"ya sudah aku mengajar dulu ya om!! Tante dan kalian hati-hati."pamit putri
Rena sudah menunggu putri di depan pintu gerbang les.
karena Rena ada yang mau di tanyakan untuk skripsi nya nanti.
__ADS_1
"hai Rena!! maaf apa aku sudah telat? sapa putri.
"oh ngga kok!! masih ada waktu dan boleh aku diskusi soal skripsi."tanya Rena.
"baiklah, ayoo!! ajak putri.
mereka berdua masuk kedalam ruangan putri mengajar, Rena hanya mendiskusikan soal judul skripsi nya.
ketika sedang asyik diskusi anak-anak yang akan masuk les sudah pada datang.
Rena pun menyudahi diskusinya dan mempersilahkan putri mengajar.
putri melihat semakin banyak anak-anak yang hadir kali ini.
"kak putri apa bisa kak putri mengajar les kita setiap Senin sampai Jumat!! tanya seorang anak laki-laki yang ikut les di kelas putri.
"maaf kakak harus bekerja dan kuliah juga jadi jika libur baru kakak mengajar."terang putri.
"tapi jika kalian ada kesulitan boleh kok lewat telpon atau chat kakak,pasti akan kakak bantu."seru putri.
"benaran kak!! wah kita bisa buat group saja kalau begitu jadi lebih memudah kita jika bertanya."ujar seorang anak perempuan.
"ya sudah kalau begitu kita mulai dulu ya untuk pelajaran kali ini."ucap putri.
mereka semua pun mata nya fokus menatap wajah putri , cara putri mengajar agak sedikit berbeda dan anak-anak mudah menangkap nya.
putri pun selalu memberikan pertanyaan yang menyangkut soal pembahasan nya.
jadi anak-anak tersebut mengingat apa jawaban dari materi yang sudah di berikan.
setelah seusai mengajar les banyak orang tua dari mereka yang konsultasi dengan putri.
karena dengan putri Anaknya bisa kembali lagi belajar dan mau sekolah lagi.
"maaf nyonya saya ingin sekali tapi saya pagi harus bekerja dan kuliah juga.tapi jika ada kesulitan nyonya bisa datang ketempat kerja ku."ujar putri dengan sopan.
Susan yang melihat putri di gemari banyak ibu-ibu jadi sedikit khawatir karena cara putri mendekati anak-anak itu memang sangat berbeda.
"baiklah ibu-ibu saya ijin bawa anak saya pulang dulu ya!! karena mau ada acara."tiba-tiba Susan sudah menarik lengan putri.
mereka pun hanya mengucapkan terima kasih dan Susan berlalu begitu saja sambil memeluk putri.
"kau itu terlalu pintar dan bisa mengambil hati anak mereka jadi mereka ketergantungan dengan mu,putt!! ujar Susan.
"aku hanya memberikan pelajaran sesuai materi saja, tapi anak-anak tersebut dapat menerima penjelasan ku dengan baik bahkan sampai ada yang pindah ke kelas yang aku bimbing."jelas putri.
"kak kau seharusnya menjadi artis saja."timpal deasy
"lebih merepotkan lagi jika putri jadi artis."sahut Susan.
"sudah ayo kita jalan-jalan."seru harry.
"mau kemana kita? tanya putri.
"ikuti saja dan kita akan pulang besok."terang Susan.
__ADS_1
"kita sedang tidak di culik kan!! tanya deasy.
Harry hanya tertawa terbahak-bahak mendengar keponakan nya bertanya.