Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 11


__ADS_3

Setelah menghabiskan sarapan nya, Adams pun meninggalkan cafe tersebut.


Putri hanya melihat dari kejauhan, sebenarnya Adams juga memperhatikan putri hanya saja ketika putri tidak melihat ke arahnya.


"aku yakin ngga akan ada cinta atau rasa apa pun untuk ku di hati Adams"lirih putri.


"semangat putri..kamu bisa membentengi hati mu kok."putri menyemangati diriny sendiri.


lalu melanjutkan pekerjaan nya itu, sebenarnya rekan kerja putri ada yang menaruh hati tapi putri menolaknya dengan halus.


"put apa kuliah hari ini? tanya Reni


"iya seperti biasa Ren, Minggu depan ada ujian dan nanti baru libur semester akhir."terang putri


"berarti bentar lagi kau akan menyusun skripsi dong!! ujar Reni


"iya doakan lancar semua dan aku bisa lulus dengan memuaskan."ucap putri


"apa yang kau pikirkan..hmmm, ceritakan? aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja."tanya Reni


"iya nanti aku akan cerita dengan mu dan aku mohon kau bisa menyimpan rahasia ku ya"pinta putri.


"baiklah aku tunggu jika kau ingin bercerita ya dan besok jatah kita off,jadi bisa kita pergi ke suatu tempat ya..kita akan berlibur kecil-kecilan. hahhahaa."canda reni.


"berlibur kemana,Ren? tanya putri penasaran.


"ke taman kota dan kita akan membawa cemilan saja dan bisa duduk di taman seperti biasa."ujar Reni sambil mengedipkan sebelah matanya.


"hahahaha iya hanya itu yang bisa kita lakukan, liburan ala rakyat jelata."seru putri


"tapi itu sangat menyenangkan sekali."ujar Reni


mereka berdua pun tertawa dan rencana nya putri akan membawa cemilan. karena kalau dia memasak di rumah yang ada akan kena marah oleh ibu nya.


"apa kau mau memasak di rumah ku? biar kita bawa bekal nasi."tawar Reni.


"baiklah besok pagi-pagi sekali aku akan kepasar dahulu sebelum kerumah mu!! jawab putri.


"kalian sedang membuat rencana apa? tanya senior mereka


"besok kita off mau jalan-jalan di taman kota."jawab Reni

__ADS_1


"oh memang ngga ada liburan ketempat lain? ucap senior tersebut.


"kita sesuai kemampuan saja kak!! ngga perlu yang mahal asal kita berdua bisa menikmati nya..apa lagi putri akan memasak jadi bakalan enak saja deh."sahut reni


"ya sudah kalau begitu, lanjutkan pekerjaan kalian lagi."perintah senior mereka.


"aku kalau ada pekerjaan lain, ingin rasanya pindah hanya saja aku cuma tamat SMU."Reni berkata seperti itu sambil bersedih.


"aku akan tanya kan Tante ku..apa masih ada lowongan di butik nya."timpal putri.


"jadi kau mau pindah kerja juga."selidik Reni.


"kita lihat nanti saja ya!? ayo kita kerja lagi nanti kena marah."ajak putri.


mereka berdua kembali bekerja setelah istirahat dan dua jam lagi mereka akan tukar shift.


putri kembali melihat di table tujuh Adams dan entah siapa mungkin rekan kerja atau apalah karena putri tidak ingin tahu.


"Dinda sebaiknya kau saja yang ke table 7, aku agak sakit perut."pinta putri


"baiklah aku yang akan kesana."ujar Dinda


tiba-tiba Dinda mencari putri karena yang di table tujuh hanya ingin putri yang melayani nya.


putri pun menepuk jidatnya saking pusing nya karena sudah coba menghindari Adams malah di panggil.


putri berjalan kearah table tujuh dengan santai dan membawa buku menu.


"selamat siang tuan-tuan, ini daftar menu makan siang kami.. silahkan tuan-tuan lihat-lihat dulu baru memesan nya."tutur putri sambil menyerahkan satu persatu buku menu.


"apa menu andalan di sini? Tanya salah satu pria


"semua menu untuk makan siang di sini itu hampir semua favorit tuan."sahut putri


"ya sudah aku ikuti pilihan mu saja? jawab tuan tersebut


"apa tuan penyuka ikan atau daging? tanya putri.


"aku suka daging."jawab tuan tersebut


"apa tuan mau coba nasi plus beef teriyaki dan cah brokoli."tawar putri.

__ADS_1


"seperti nya sangat enak tuh..boleh lah aku pilih itu dan air mineral."sahut tuan tersebut.


putri pun beralih ke Adams dan putri siap dengan catatan nya.


"untuk tuan mau pesan apa? tanya putri


"aku mau coba steik salmon dan lemon tea hot."sahut Adams


"untuk tuan yang baju biru? tanya putri dengan tegas


"saya mau tenderloin steak dan sama lemon tea."sahut tuan baju biru


ketika menyerahkan buku menu si tuan baju biru terpesona dengan wajah putri.


"wajah mu sangat alami nona dan mengingatkan aku dengan sepupu ku."sahut tuan baju biru yang bernama eril.


"terima kasih tuan.. kalau begitu mohon di tunggu karena makanan nya segera di proses, saya permisi dulu dan jika ada tambahan tinggal panggil saya atau rekan saya."putri pun pamit untuk melayani meja yang lain lagi.


Adams menatap kesal ke arah putri karena benar-benar Adams tidak di anggap ada.


ingin rasa nya memarahi putri tapi bisa apa karena ini juga kemauan Adams.


jika bertemu di luar anggap mereka tidak saling mengenal dan itu benar-benar di lakukan putri sesuai permintaan Adams.


"kau sangat gelisah sekali."tanya eril ke Adams


"it's oke kok."sahut Adams


"sebaiknya kau lebih sering mencari tahu kegiatan Alexa jangan sampai kau menyesal di kemudian hari."timpal Leo


"maksud mu? selidik Adams


"tidak ada maksud apa-apa."jawab Leo santai


Leo tahu kegiatan apa yang di lakukan Alexa karena sudah sering Leo memergoki Alex bersama Jhon di sebuah hotel.


awalnya loe ingin adams tahu tapi Leo tidak yakin kalaj Adams akan percaya dengan nya.


biar sahabatnya yang melihat dengan mata nya sendiri dan bisa tahu kalau wanita yang di cintai nya itu tidak lebih dari seorang ******.


Leo dan eril sangat tidak suka dengan Alexa tapi mereka bisa apa jika sahabatnya memilih wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2