
Di taman kota putri dan Reni duduk di dekat kolam, mereka mengeluarkan tikar lipat tipis yang reni bawa dari rumah.
"akhirnya liburan juga."teriak Reni.
"ayo cuci tangan dulu kita makan karena aku sudah sangat lapar sekali nih."seru putri.
"baiklah nona putri ."ledek Reni.
"kau janji setelah makan akan bercerita kan!! Reni menagih janji putri.
"iya tapi sekarang bisa kan kita makan dulu."ujar putri.
Reni membeli dua gelas es teh manis dan juga air mineral.
"Indahnya jika sedang libur."seru putri.
"ayo makan.."seru Reni.
mereka berdua sangat lahap saat makan bahkan makanan yang di bawa langsung habis tak tersisa.
"nanti aku yang akan membeli cemilan karena kau sudah belanja makanan dan juga membagi dengan ibu ku."terang Reni.
"baiklah aku ikuti saja."Putri pun merebahkan tubuhnya di tikar tersebut.
"Ren,mungkin beberapa hari kedepan aku sudah menjadi istri orang. tapi kau tak perlu khawatir aku masih akan tetap bermain dengan mu kok."terang putri.
"sabar ya putt..semoga dia bisa mencintai mu."doa reni.
"kau tahu kemarin aku dan dia buat perjanjian kontrak nikah.
miris ya ren!! kita dilarang saling jatuh cinta. dan ada batasan-batasan nya."ungkap putri.
"ya ampun putt, sombong banget itu cowok."kesal Reni.
"hahaha kau jangan marah karena dia anak pemilik butik tempat kau bekerja lusa nanti."cebik putri.
"apaaaaa."teriak Reni.
__ADS_1
"aduh renn,, aku ngga budek-budek banget kali."kesal putri.
"udah sana beli cemilan nanti kita lanjutkan lagi."pinta putri.
sementara di cafe nampak Adams sedang duduk dan menunggu waiters.
"kemana pelayan yang bernama putri? tanya Adams
"hari ini jatah dia libur tuan..dan biasa nya dia ada di kampus atau di perpustakaan."ungkap waiters tersebut.
"baiklah aku pesan sandwich tuna dan kopi hitam."pinta Adams.
Adams pun melihat kesekeliling cafe ternyata memang putri tidak nampak juga.
di kantor pak Budi ada eril yang datang pas jam makan siang.
"siang om!? sibuk?sapa Eril.
"hai duduklah..ngga sambil nunggu kau datang."ucap pak Budi.
"baiklah anak muda..ayo."seru pak Budi.
mereka berdua pun keluar dari ruangan pak Budi, mereka berjalan beriringan.
Eril nampak sedikit heran ketika melewati ruang kerja Adams.
tapi dia tetap melanjutkan menuju lift.
"aku juga baru mengetahui kalau putri anak dari Linda dan Rahman."pak Budi memecahkan keheningan di dalam lift.
"terus Di mana Tante ku sekarang om? tanya eril.
"Tante mu meninggal ketika kalian pindah ke luar negeri, dia sakit dan usia putri saat itu masih 2 tahun dia tidak tahu apa-apa dan dia juga lupa dengan ibu kandungnya sendiri. yang dia tahu ibu nya adalah Dwi."terang pak Budi.
Eril nampak sedang berpikir nama Dwi seperti tidak asing baginya.
"kata Tante mu, Dwi itu saudara tiri dari kakek mu."terang pak Budi.
__ADS_1
"oh iya benar om tapi kan mereka jahat om dan ngga mungkin om Rahman percaya dengan mereka itu."tutur Eril
"sayang nya om mu menikah dengan Dwi.. dan kau tahu kalau putri di perlakukan tidak adil, aku menjodohkan putri dan Adams agar putri bisa terbebas dari Dwi."terang pak Budi.
membuat Eril menghentikan langkah kaki nya.
"percaya sama om dan Tante kita hanya ingin putri menikmati masa muda nya dan bisa mengambil alih Perusahaan milik ibu nya."tutur pak Budi.
"jadi sepupu ku selama ini hidup susah om? gumam Eril sedih.
"iya bahkan untuk makan saja atau kuliah dia harus cari uang sendiri,.di cafe waktu sepulang sekolah dia hanya membantu mencuci piring dan hanya di gaji cukup untuk membayar SPP dan ongkos saja, barulah setelah dia lulus menjadi waiters."ungkap pak Budi.
"dia gadis pintar dan dia menyembunyikan kalau mendapatkan bea siswa di kampusnya, kau tahu dia sama persis seperti ibu nya bisa menguasai beberapa bahasa."penjelasannya pak Budi membuat hati Eril seperti di tusuk duri.
ternyata sepupu yang di rindukan hidup susah bahkan di perlakukan tidak adil.
Eril ingin rasanya membalas sakit hati tersebut lewat adik tiri putri.
"terimakasih om untuk infonya dan aku percayakan om dan Tante untuk menjaga putri. aku juga akan menemui putri jika dia sudah bisa mengingat siapa ibunya ."tutur Eril.
"sebaiknya kalian secepatnya bertemu dan bisa mengunjungi makam Linda secepatnya."ide pak Budi.
"kira-kira apa bisa om mempertemukan saya dengan putri.!! pinta Eril
"tentu bisa, kapan kau ada waktu? hmmm."tanya pak Budi.
"besok malam bisa ngga om? ujar Eril.
"tentu bisa aku akan kasih tau di restoran mana kalian akan bertemu." terang pak Budi.
akhirnya Eril pun pamit dan segera kembali kekantor
ketika melewati taman kota dia melihat gadis yang tidak sing baginya.
tapi sayang nya lampu merah sudah berganti hijau jadi Eril melajukan mobilnya.
"oh iya besok kan bisa ketemu."gumam Eril.
__ADS_1