Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 39


__ADS_3

Putri menyajikan makan malam dan di bantu para maid, dia juga memberikan makan malam untuk para maid juga.


para maid menjadi lebih semangat lagi untuk bekerja di rumah lintang.


"kau masak apa sayang? tanya lintang


"rendang Padang dan teman-teman nya mah."jawab putri yang sibuk menyiapkan hidangan nya itu.


"mama mau minum teh pahit panas? atau mau di buatkan yang lain? tanya putri


"wah ini sih seperti di restoran Padang!! lengkap banget!? putri bisa buatkan papa teh pahit panas? tiba-tiba pak budi sudah duduk di meja makan.


"siap pah."ujar putri


"put!! mama mau juga."timpal lintang.


putri pun menyiapkan tiga gelas teh pahit panas untuk lintang, pak Budi dan dirinya.


ternyata di meja makan sudah ada Adams dan deasy.


"ayo kak kita mulai makan? aku sangat tidak sabar banget nih mau mencicipi nya."seru deasy.


"iya tunggu ya."sahut putri yang sudah duduk di sebelah deasy.


lintang mengambilkan nasi untuk di isi ke piring pak Budi.


barulah di susul putri yang melakukan hal yang sama untuk ke piring adams.


"mau pakai apa kak? tanya putri


"rendang, sayur dan ayam pop."jawab Adams.


putri pun menyerahkan piring yang sudah di isi lauk Pauk untuk Adams.


barulah putri mengisi piringnya dan mulai memakan makan malam.


"apa papa boleh nambah mah? pinta pak Budi.


"boleh lah pah!! mau pakai apa? tawar lintang.


"aku ingin coba cincang mah dan juga tambah lalapnya?! apa masih ada krupuk kulit nya? ujar pak Budi.


"ada pah!!? masih banyak."timpal putri


lalu maid pun mengambil kan krupuk kulit untuk pak Budi.


"sejak kamu di sini kita jadi bisa menikmati makanan yang memang jarang kita makan lagi."ujar pak Budi.


"papa tinggal minta saja ke putri untuk di masakan apa dan putri akan memasak untuk papa dan mama."sahut putri.

__ADS_1


"baiklah biar kita jangan terus-terusan makan yang mengambil junk food terus."timpal lintang..


mereka sangat menikmati makan malam nya bahkan para maid dan security pun di halaman belakang sedang membagikan makanan yang sudah di masak oleh putri.


"nona putri sangat baik sekali jika ada dia pasti kita akan kebagian makanan."seru security.


"sebaiknya kalian bergantian ya !! jika sudah selesai makan langsung ke depan lagi, biar tidak kena marah nyonya."ucap salah satu maid.


usai makan malam putri kembali lagi keruangan kerja nya dia melanjutkan pekerjaan nya.


Tuti sudah lebih dulu menunggu putri di depan pintu ruang kerja.


"kau sudah makan?? makanlah dulu nanti baru bantu aku lagi."ujar putri.


"sudah nona dan ini saya buatkan teh jahe."jawab Tuti.


"terima kasih ya."ucap putri.


Tuti mengikuti putri masuk kedalam ruangan dan langsung mengambil contoh yang akan dia buat pola.


"Tuti apa kau mau bekerja di butik? tanya putri


"saya ikut nona saja dan kalau di butik tidak mungkin karena ijazah saya hanya tamatan SMP."ungkap Tuti.


"apa kau mau melanjutkan sekolah? biar aku bantu."tawar putri.


"maaf nona sudah banyak membantu saya, dan biarkan adik Saya saja yang akan bersekolah lebih tinggi dan tugas saya hanya menyekolahkan dia sampai lulus."ungkap Tuti.


mereka berdua sering berbagi cerita dan putri seperti mempunyai teman lagi.


bahkan nasib nya lebih parah dari putri tapi Tuti masih bisa bertemu dengan keluarga nya.


"Tuti kau tahu kalau hidup ku itu tidak semulus yang orang lain lihat."


"aku harus bekerja keras untuk bersekolah bahkan aku tidak boleh makan makanan Yang ada di rumah ku sendiri, awalnya aku tidak pernah mau protes apa pun saking aku sayang nya dengan ibu ku."


"namun baru aku tahu sekarang kalau dia hanya ibu tiri ku dan setiap hari aku selalu kena tampar bahkan Makian, aku harus bekerja dan sepulang bekerja aku harus kuliah." ungkap putri dan Tuti mendengar kan penuturan putri pun meneteskan air mata nya.


"nona sangat Kuat sekali dan sekarang nona menjadi seorang wanita yang mandiri."ujar Tuti.


"yeah aku menjadi diri ku yang keras karena keadaan yang memaksa kan aku menjadi wanita keras."tutur putri.


"hahhaaha tapi nona sangat baik bahkan nona tidak pernah meremehkan kami."seru Tuti.


"aku harus berbuat baik dengan sesama karena itu sudah tertanam dalam diriku, semua orang berhak mendapatkan kebaikan."terang putri.


"kadang kalau orang kaya itu kan pasti akan merasa tinggi hati dan sombong."ujar Tuti.


"eits tidak semua orang seperti itu."timpal putri.

__ADS_1


mereka asyik bercanda bahkan bercerita semasa sekolah.


sambil tangan mereka menggunting pola baju yang akan mereka jahit.


"nanti kau ikut aku ya!? ke butik? tawar putri.


"nona saya di rumah saja lah,saya bekerja dari rumah saja."pinta Tuti.


"loh kenapa? tanya putri


"saya lebih baik di rumah saja."ucap Tuti


"baiklah aku tidak akan memaksamu."timpal putri.


hari semakin larut dan putri melihat tuti mulai lelah.


"sebaiknya kau istirahat lah,aku juga sebentar lagi akan beristirahat."pinta putri.


"tidak aku menunggu nona dulu saja."sahut Tuti.


putri pun Merapihkan semua kerjaan nya dan segera keluar ruangan untuk beristirahat.


"sampai besok ya,, dan selamat malam Tuti? seru putri yang mulai menapaki tangga satu persatu.


ada rasa lelah dan dia malas berdebat dengan Adams jika masuk kekamar.


"aduh apa aku tidur di sofa tamu saja,ya"gumam putri.


yang sedang mengendap-endap masuk kedalam kamar Adams yang sudah gelap.


"apa kau sudah mau beralih profesi jadi maling."suara bariton Adams mengagetkan putri.


"kau ini seperti hantu saja!! Bisa tidak usah mengagetkan aku."putri sambil memegang dada nya saking kaget.


"kau yang seperti hantu dan selalu datang dan pergi sesuka hati mu."kesal Adams.


"kenapa masih berdiri!? tutup pintu nya dan tidur."bentak Adams.


putri pun diam dan menutup pintu kamar dengan keras membuat Adams terlonjak kaget.


lalu putri masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka nya.


di dalam kamar mandi putri menggerutu kesal bahkan ingin rasa nya dia mencekek leher Adams.


tidak lama putri pun keluar dari kamar mandi dan merebahkan dirinya di sofa.


dalam hitungan menit matanya langsung terpejam dan sudah masuk ke alam mimpi.


"dasar tukang tidur!! enak banget dia langsung pulas, sedangkan aku,hah."Adams menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


dia melihat wajah putri dan dia tersenyum melihat wajah tersebut.


__ADS_2