Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 33


__ADS_3

"apa kau akan pergi?? tumben sekali sudah cantik."tanya Dwi ke anaknya cella.


"tebak mah!? aku akan makan siang dengan Adams dan sepertinya dia sudah tertarik dengan ku."terang cella.


"bagus dan kau bujuk Adams untuk menikahi mu dan mencerai kan anak sialan itu."senyum jahat terlihat dari wajah Dwi ketika mengatakan itu.


"aku yakin dan sangat yakin bisa membuat si putri ditendang dari rumah itu!! dan akan aku kuasai harta nya Adams dan dengan perlahan juga akan aku singkirkan keluarganya."ungkap cella


cella dan ibu nya tidak jauh beda mereka sama-sama punya pikiran jahat.


bahkan pak Rahman tidak habis pikir oleh sifat iri dengki mereka.


sementara di kamar Adams, putri dan Adams sedang berdebat.


"apa kau tahu kalau siang ini aku akan makan siang dengan adikmu!! terang Adams.


putri agak kaget tapi segera dia mencoba tidak mau tahu.


"itu urusan kalian berdua dan apa penting nya kau memberitahukan ku."seru putri.


"karena itu adik mu dan mau harus tahu!! kesal Adams.


"stop dia bukan adik ku dan mereka hanya benalu!! bentak putri.


"kau gadis yang sangat patuh tapi setelah menikmati kemewahan ku!! CK.ck.ck kau menjadi gadis yang sombong."bentak Adams.


"aku ngga butuh harta mu!? wahai tuan Adams yang sangat sombong!! aku masih bisa mencari nafkah sendiri dan aku tidak butuh kemewahan yang aku butuhkan kedamaian!! dengar tuan Adams."jelas putri.


entah kenapa putri mempunyai kekuatan untuk melawan Adams.


dulu dia sangat penurut dan sangat penyayang, entah kenapa sekarang dia menjadi gadis yang sangat sensitif.


"berani-berani nya kau membentak ku!! apa kau mau aku usir hah!! hardik Adams


"usir saja! masih banyak penampungan yang mau menampung ku."lawan putri


Adams semakin kesal hampir saja dia menampar pipi gadis itu tapi dia urungkan.


"iya dulu aku gadis yang sangat bodoh bahkan tolol!! aku terlalu naif tapi sekarang aku bisa membedakan mana orang yang tulus dan mana orang yang jahat dengan ku."ungkap putri.


"dan kita menikah bukan menikah karena cinta semua karena kontrak dan semoga kau tidak melupakan itu."putri berlalu dari hadapan Adams.


sepertinya putri akan memilih menyendiri dulu dan akan meminta ijin untuk tidak mengajarkan les.

__ADS_1


putri membawa buku-buku nya dan juga sedikit barang-barang nya.


"mau kemana ya!! lirih nya.


lalu dia kepikiran Tante Susan dan putri pun bergegas menuju rumah Susan.


sampai di depan rumah Susan,putri berdiri mematung entah dia masuk atau tidak pasti akan ada ribuan pertanyaan untuknya.


sayang nya Harry sudah melihat putri di luar pagar rumahnya.


"sayang itu anak mu ada di luar pagar!! teriak Harry.


"putri? mana?? Susan mencari sosok putri.


"putri!! ayo masuklah.."seru Susan.


"iya Tante.."putri mengikuti Susan masuk kedalam.


"maaf apa aku boleh tinggal sementara waktu disini!! aku butuh ketenangan."ujar putri sedikit ragu


"apa kau butuh udara segar? Harry seperti paham kalau anak ini sedang tidak baik-baik saja.


"hehehe iya."jawab putri.


"oke aku berkemas sebentar saja."Susan pun masuk kedalam kamar untuk packing baju-baju Harry dan dirinya.


sementara putri duduk menatap kolam ikan Yang ada di tengah-tengah ruang keluarga.


"apa sudah siap!! ujar Harry


"sudah dan ayo kita berangkat sekarang."ajak Susan.


"baiklah Tante dan terimakasih."ucap putri.


Susan merangkul bahu putri sambil mengusap lembut.


"semua akan baik-baik saja!! gumam Susan.


"apa aku memang ngga layak untuk di cintai ya,Tante?? gumam putri.


"kau gadis yang sangat pintar dan cantik hanya saja mungkin Adams sedang di fase tidak mempercayai wanita saat ini dan aku yakin Adams sebenarnya suka dengan mu,hanya saja dia masih mempertanyakan ego nya itu."ungkap susan.


"tidak Tante dan siang ini pun dia akan berkencan dengan cella."terang putri

__ADS_1


"apa si Adams sudah katarak ya!? ngga lihat bedain mana manusia mana anak kera!! seru Susan


"hahhahaaha honey kenapa kau bilang anak kera? timpal Harry sambil menyetir tapi dia mendengar percakapan kedua wanita yang dia sayang.


"cella itu bukan manusia kalau dia manusia ngga akan mempunyai sifat jahat."ujar Susan.


"whatever lah mau anak kera atau Anak hutan tapi kalau Adams suka kita bisa apa!! sambil mengela napas putri berkata seperti itu.


"kau mulai menyukai Adams!! hmmm jujur saja dengan ku dan om mu? kami akan berikan yang terbaik untuk mu."tutur Susan.


"dan anggap kami pengganti ayah dan bunda mu,sayang."timpal Harry.


"entahlah Tante dan ini kali pertama aku merasakan tidak suka ketika Adams akan menemui cella."ucap putri sambil memalingkan wajahnya menatap jendela.


"baiklah aku paham dan itu belum bisa di katakan cinta karena aku yakin kalian akan bertemu dan bersama itu akan tumbuh rasa cinta."ucap Susan.


"jangan paksakan untuk mencintai dan bersikaplah seperti biasa saja."timpal Harry.


"iya om dan Tante , aku akan mencoba untuk menjaga jarak dan aku menghormatinya karena dia suami ku! ucap putri.


"kau tidak salah melakukan kewajiban sebagai istri dan itu sangat di anjurkan oleh agama, semoga ada titik terang dan kalian bisa bahagia."ucap Susan.


Harry menepikan mobilnya untuk makan siang dulu sekalian mau mampir ke swalayan untuk membeli makanan dan keperluan lainnya.


sedangkan dirumah lintang nampak panik karena tidak menemukan putri.


"aduh ini pasti ulah Adams!! geram lintang.


lintang coba mengirim pesan ke Susan dan Susan membalas dengan foto wajah putri yang sedang termenung di dekat kolam ikan.


"dia meminta ku untuk tidak berbicara dengan siapa pun karena dia butuh tenang."isi pesan Susan.


"oh ya Tuhan maafkan aku.dan aku titip putri ya!! jawab pesan lintang.


lintang pun meneteskan airmata dan ingin rasanya lintang membawa putri ke luar negeri dan memutuskan hubungan pernikahannya dengan Adams.


pak Budi mengelus rambut istri nya dan menatap wajah cantik yang sudah tidak muda lagi.


"aku tahu apa yang kau pikirkan!! lakukanlah biar Adams paham dan mengerti arti kehilangan istri yang sangat baik."ucap pak Budi.


"aku akan menyusul Susan!! apa papa mau mengantarkan ku? tanya lintang.


"akan aku antarkan tapi tidak hari ini,biarkan putri tenang dulu dan aku akan bicara dengan Eril juga."tutur pak Budi

__ADS_1


lintang pun berhenti menangis dan mencoba bersikap tenang dan dia pun menggantikan Susan untuk mengurus butik sampai dua hari kedepan.


__ADS_2